Ilustrais kanker serviks (Freepik/eddows-animator)
INDOZONE.ID - Kanker serviks menjadi salah satu penyakit yang cukup banyak menyerang perempuan.
Penyakit ini muncul di bagian leher rahim, yaitu area yang menghubungkan rahim dengan vagina.
Yang membuat kanker serviks berbahaya adalah gejalanya sering tidak terasa pada tahap awal.
Banyak orang baru menyadari adanya masalah ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut, sehingga penanganannya menjadi lebih sulit.
Baca juga: Kesulitan Membedakan Lordosis, Kifosis, dan Skoliosis? Ini Penjelasan Lengkapnya
Salah satu penyebab utama kanker serviks adalah infeksi Virus Human Papillomavirus (HPV).
Virus ini cukup umum dan dapat menular melalui aktivitas seksual, termasuk kontak kulit di area genital.
Dalam banyak kasus, infeksi HPV sebenarnya bisa hilang dengan sendirinya karena sistem kekebalan tubuh mampu melawannya.
Namun pada kondisi tertentu, virus ini dapat bertahan lama di dalam tubuh dan memicu perubahan pada sel di leher rahim yang berpotensi berkembang menjadi kanker.
Baca juga: Pakai Obat Kumur Setiap Hari Boleh atau Tidak? Simak Cara Pakai yang Tepat
HPV sendiri memiliki sekitar 100 tipe, dimana sebagian hanya menyebabkan kutil pada kulit, sementara tipe lainnya dapat menimbulkan kutil kelamin dan meningkatkan risiko kanker serviks.
Selain infeksi HPV, sejumlah kebiasaan dan kondisi tertentu juga dapat membuat seseorang lebih rentan terkena kanker serviks.
Memiliki banyak pasangan seksual dapat meningkatkan peluang seseorang terpapar HPV. Risiko ini juga lebih tinggi jika aktivitas seksual dimulai pada usia yang terlalu muda.
Baca juga: Anak Susah Makan Tidak Boleh Diabaikan, Ini Cara Orang Tua Membantu Mengembalikan Nafsu Makan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ciputrahospital.com