Ilustrasi makan banyak (Pexels/Adrienn)
INDOZONE.ID - Banyak orang pernah mengalami kejadian setelah makan, justru masih merasa ingin melahap sesuatu. Entah ingin menikmati makanan manis, asin, atau renyah.
Kejadian ini membuat banyak orang bertanya-tanya, ‘Mengapa kita masih ingin makan padahal perut sudah kenyang?’
Dikutip dari Medical Daily, secara teknis, tubuh sebenarnya sudah mendapatkan energi yang cukup dari makanan yang dikonsumsi.
Namun, para peneliti menjelaskan, keinginan untuk makan setelah kenyang, dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Mulai dari biologi, psikologi, hingga lingkungan.
Ilmu tentang food cravings atau keinginan kuat terhadap makanan, menunjukkan rasa lapar dan keinginan makan bukanlah hal yang sama.
Baca juga: Banyak Makan tapi Tetap Kurus? Ini Rahasia Medis di Baliknya!
Lapar merupakan sinyal tubuh yang membutuhkan kalori. Sedangkan keinginan makan, sering kali berkaitan dengan sistem penghargaan di otak, kebiasaan, atau pemicu emosional.
Memahami alasan di balik keinginan makan saat sudah kenyang, dapat membantu seseorang membedakan antara lapar yang sebenarnya, dan dorongan makan karena faktor lain.
Ilustrasi wanita makan manis. (freepik)
Food cravings adalah keinginan kuat terhadap jenis makanan tertentu, bukan sekadar kebutuhan umum untuk makan.
Seseorang yang benar-benar lapar, biasanya dapat menerima berbagai jenis makanan. Sebaliknya, ketika mengalami food cravings, seseorang cenderung menginginkan makanan yang sangat spesifik, seperti cokelat, keripik, atau es krim.
Penelitian mengenai fenomena ini menunjukkan, beberapa karakteristik utama, yaitu:
Lantaran dorongan ini berasal dari sinyal otak, bukan kebutuhan energi tubuh, cravings dapat muncul bahkan tidak lama setelah seseorang selesai makan.
Otak memiliki peran penting dalam munculnya keinginan melahap sesuatu setelah makan. Beberapa jenis makanan dapat mengaktifkan jalur penghargaan (reward pathways) di otak, yang memicu pelepasan dopamin (rasa senang).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical Daily