Ilustrasi media sosial. (bbc.com)
INDOZONE.ID - World Happiness Report 2025 mengungkapkan bahwa penggunaan media sosial berlebihan menyebabkan ketidakbahagiaan di kalangan anak muda di seluruh dunia.
Anak muda Inggris dan negara di Eropa Barat merasakan dampak paling parah.
Tingkat kebahagiaan di Inggris berada pada level terendah sejak 2012.
Menurut laporan yang sama, platform Instagram dan TikTok punya risiko lebih buruk bagi kesehatan mental dibandingkan Facebook dan WhatsApp.
Baca juga: Kenapa Bangun Tidur Badan Terasa Sakit? Simak Penyebab yang Jarang Disadari
Sebab, Instagram dan TikTok menggunakan algoritma yang mendikte perilaku pengguna. Sementara Facebook dan WhatsApp lebih menggunakan pendekatan koneksi sosial.
Penelitian yang dipimpin oleh Wellbeing Research Centre Universitas Oxford ini juga menemukan bahwa faktor jenis media sosial dan durasi penggunaan menentukan dampak terhadap kesejahteraan pengguna.
Sebuah studi di 17 negara Amerika Latin menemukan bahwa penggunaan WhatsApp dan Facebook sering dikaitkan dengan kepuasan hidup yang lebih tinggi.
Sebaliknya, pengguna X, Instagram, dan TikTok cenderung punya kebahagiaan yang lebih rendah serta masalah kesehatan mental.
Baca juga: Cara Menyikapi ‘Flexing’ saat Lebaran, agar Mental Tetap Sehat
"Kita perlu mengembalikan unsur 'sosial' ke dalam media sosial, dan mendorong penyedia platform maupun pengguna untuk memanfaatkan alat-alat ini demi tujuan sosial dan berhubungan dengan orang-orang nyata," kata Jan-Emmanuel De Neve, Direktur Wellbeing Research Centre.
Penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dalam waktu yang terbatas menghasilkan kepuasan hidup yang lebih tinggi daripada tidak menggunakan media sosial sama sekali.
"Penggunaan moderat yang positif tampaknya paling optimal," kata De Neve.
Baca juga: Minggu Terakhir Puasa Jangan Loyo, Minum Susu Bikin Kuat Puasa hingga Meraih Hari Kemenangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian