Ilustrasi perbedaan hipnosis dan cuci otak. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Istilah hipnosis dan cuci otak atau brainwash sering disalahartikan, apalagi karena pengaruh film atau cerita yang beredar di media sosial.
Padahal, dua hal ini memiliki tujuan dan cara kerja yang berbeda, yuk simak penjelasannya.
Baca juga: 6 Cara ke Dokter Gigi Pakai BPJS dan Jenis Perawatan yang Ditanggung, Wajib Tahu!
Hipnosis, atau sering juga disebut hipnoterapi, adalah kondisi ketika seseorang berada dalam keadaan rileks tapi fokusnya tinggi. Dalam kondisi ini, seseorang jadi lebih mudah menerima sugesti yang sifatnya positif.
Biasanya, hipnosis dilakukan oleh tenaga profesional yang sudah terlatih. Mereka akan membimbing dengan teknik tertentu seperti kata-kata sugestif, pengulangan, dan visualisasi untuk membantu seseorang masuk ke kondisi tersebut.
Tujuan utama hipnosis adalah membantu perubahan ke arah yang lebih baik, misalnya:
Jadi, hipnosis bukan mengendalikan orang lain, tapi justru membantu seseorang mengelola dirinya sendiri dengan lebih baik.
Baca juga: 7 Alasan Kenapa Berhenti Merokok Jadi Lapar Mulu, Nggak Banyak yang Tahu!
Berbeda jauh dari hipnosis, cuci otak adalah proses manipulasi pikiran yang dilakukan secara sistematis, bahkan sering kali dengan paksaan.
Secara sederhana, cuci otak membuat seseorang mengubah keyakinan atau cara berpikirnya secara drastis, biasanya bertentangan dengan prinsip awal yang ia miliki.
Dalam kehidupan sehari-hari, konsep ini sering dikaitkan dengan:
Misalnya, seseorang dipaksa mengikuti kebiasaan tertentu agar tetap diterima dalam kelompok, meskipun sebenarnya bertentangan dengan nilai pribadinya.
Hipnosis bertujuan membantu individu memperbaiki kondisi mental atau kebiasaan. Sementara, cuci otak justru bertujuan mengontrol atau mengubah keyakinan seseorang demi kepentingan pihak lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Cleveland Clinic, The Freedom Center