Ilustarsi mengkonsumsi obat diet (Pixabay/Bru-nO)
INDOZONE.ID - Banyak orang tergoda pil diet karena ingin cepat kurus tanpa ribet.
Tapi jangan sampai salah kaprah — tidak semua pil diet aman, bekerja sama untuk semua orang, atau bisa menggantikan pola makan sehat.
Perubahan tubuh yang nyata tetap datang dari gaya hidup sehat, bukan dari pil ajaib semata.
Beberapa pil memang bisa menekan nafsu makan atau sedikit mengurangi penyerapan lemak, tapi mereka tidak bisa menghapus lemak tubuh dalam semalam.
Baca juga: 100 Anak Tewas dalam Sebulan, Bangladesh Gelar Vaksinasi Darurat Hadapi Wabah Campak
Selain itu, penggunaan pil sembarangan bisa memicu masalah kesehatan serius, mulai dari gangguan pencernaan hingga risiko hati dan tekanan darah tinggi.
Supaya lebih paham, ini 10 mitos pil diet yang sering bikin orang salah kaprah.
Banyak pil yang dijual bebas di toko atau online belum tentu lolos uji FDA. Beberapa suplemen hanya dikategorikan seperti makanan, jadi produsen tidak wajib membuktikan keamanan atau efektivitasnya.
Bahkan ada yang mengandung bahan tersembunyi yang berisiko bagi hati, jantung, dan tekanan darah.
Pil resep seperti phentermine atau orlistat lebih aman karena sudah diuji ketat.
Baca juga: Wamendagri Akhmad Wiyagus Dorong Pemda Percepat Penuntasan TBC, Ini Strategi Nasionalnya
Biasanya dokter juga mengkombinasikannya dengan diet rendah kalori dan olahraga. Jadi, jangan asal beli — konsultasikan dulu dengan dokter.
Setiap tubuh berbeda. Faktor seperti metabolisme, usia, hormon, dan kondisi kesehatan mempengaruhi respons pil diet.
Orang A bisa cepat merasa nafsu makannya berkurang, tapi orang B mungkin hampir tidak terasa efeknya. Makanya, pil diet tidak bisa dipakai sembarangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: New-beauty.com