Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 27 APRIL 2026 • 19:00 WIB

Gaya Hidup Aktif Warga Jakarta Meningkat, Risiko Cedera Sendi hingga Nyeri Otot Ikut Naik!

Gaya Hidup Aktif Warga Jakarta Meningkat, Risiko Cedera Sendi hingga Nyeri Otot Ikut Naik!dr. Ivan Mucharry Dalitan, Sp.OT. Subsp.P.L (K) (press rilis)

INDOZONE.ID - Gaya hidup sehat kini makin lekat dengan masyarakat urban.

Mulai dari tren lari pagi, pilates, hingga padel, semuanya jadi bagian dari rutinitas untuk menjaga kebugaran di tengah padatnya aktivitas.

Namun di balik tren hidup aktif itu, ada risiko kesehatan yang tak bisa dianggap sepele.

Aktivitas fisik berlebihan dapat memicu gangguan otot, tulang, dan sendi.

Kondisi ini bukan cuma menimbulkan nyeri sesaat, tetapi juga bisa berkembang menjadi gangguan muskuloskeletal yang menghambat mobilitas dan menurunkan produktivitas sehari-hari.

Lalu, seberapa besar ancaman ini bagi masyarakat urban dan bagaimana solusi medis untuk mengatasinya? Berikut penjelasannya: 

Ancaman Cedera Olahraga dan Postur Kerja Buruk di Kota Besar

Meningkatnya aktivitas fisik masyarakat perkotaan ternyata berbanding lurus dengan risiko cedera.

Jenis cedera tersebut merupakan cedera ligamen lutut seperti ACL dan PCL, dislokasi bahu, hingga cedera pergelangan kaki kini makin sering terjadi akibat olahraga dengan intensitas tinggi.

Di sisi lain, pekerja kantoran juga tak luput dari ancaman serupa.

Hal ini dikarenakan saat kerja biasanya seorang akan duduk berjam-jam di depan laptop dengan posisi tubuh yang kurang ideal membuat banyak orang mengalami nyeri punggung bawah, leher tegang, hingga kekakuan sendi.

Baca juga: Waspada Cedera Tendon Achilles Saat Main Padel, Ini 6 Langkah Pencegahannya

Selain itu, berdasarkan data World Health Organization (WHO), gangguan muskuloskeletal menjadi salah satu penyebab utama disabilitas di dunia, dengan lebih dari 1,7 miliar orang terdampak secara global.

Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan mencatat penyakit sendi termasuk dalam kelompok penyakit tidak menular yang banyak dialami masyarakat, terutama usia produktif hingga lanjut usia.

Sementara itu, data Dinas Kesehatan DKI Jakarta menunjukkan keluhan nyeri otot dan sendi, termasuk low back pain dan gangguan lutut, menjadi salah satu alasan kunjungan cukup tinggi di fasilitas kesehatan primer.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Rilis

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Gaya Hidup Aktif Warga Jakarta Meningkat, Risiko Cedera Sendi hingga Nyeri Otot Ikut Naik!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!