INDOZONE.ID - Setiap pagi, dua pilihan minuman hangat sering menjadi ritual masyarakat, yaitu minum teh atau kopi. Keduanya punya penggemar setia dan manfaat kesehatan masing-masing.
Namun, perdebatan soal mana yang lebih sehat sering muncul karena sama-sama mengandung kafein. Untuk memahami lebih jauh, penting melihat sisi positif dan efek samping dari keduanya.
Manfaat Teh untuk Tubuh
Teh sudah lama dikenal sebagai minuman yang menenangkan. Kandungan antioksidan seperti katekin di dalamnya memberikan perlindungan terhadap kerusakan sel dan radikal bebas.
Baca juga: STOP! Jangan Minum Teh Bareng Makanan Ini, Bisa Bahaya Buat Pencernaan
Teh hijau, misalnya, telah diteliti dapat membantu menstabilkan kadar gula darah dan menjaga fungsi hati tetap optimal.
Meski kadar kafein pada teh lebih rendah dibanding kopi, efek stimulannya tetap terasa, terutama dalam meningkatkan konsentrasi tanpa membuat jantung berdebar.
Konsumsi teh secara rutin juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan stroke.
Manfaat Kopi untuk Energi dan Konsentrasi
Kopi unggul dalam hal meningkatkan energi. Kandungan kafein yang tinggi mempercepat metabolisme dan membantu fokus lebih tajam.
Menariknya, studi dari Universitas Harvard menunjukkan bahwa konsumsi kopi tiga hingga lima cangkir per hari dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan gangguan kardiovaskular.
Antioksidan dalam kopi juga berperan penting dalam melawan inflamasi dan menjaga sel tetap sehat. Namun, semua manfaat ini hanya optimal jika konsumsinya dalam batas wajar.
Baca juga: Rahasia Sehat dari Cokelat dan Teh: Flavonoid Pelindung Jantung
Dampak Negatif Bila Berlebihan
Kelebihan minum teh bisa menghambat penyerapan zat besi, terutama karena kandungan tannin di dalamnya.
Dalam beberapa kasus, konsumsi berlebihan juga bisa menyebabkan dehidrasi ringan hingga sembelit akibat senyawa teoflin.
Risiko lain yang masih diteliti adalah kemungkinan peningkatan risiko kanker prostat akibat asupan teh tinggi secara terus-menerus.
Kopi juga bukan tanpa risiko. Asam dalam kopi bisa memperparah kondisi lambung seperti refluks atau maag.
Pada dosis tinggi, kafein bisa menyebabkan insomnia, kecemasan, hingga detak jantung yang tidak stabil.
Selain itu, tulang pun bisa terpengaruh jika konsumsi kopi melebihi empat cangkir per hari tanpa diimbangi asupan kalsium yang memadai.
Panduan Konsumsi Sehat
Rekomendasi umum menyarankan batas aman konsumsi kafein dari teh sekitar 240–320 mg per hari, setara tiga cangkir.
Baca juga: Berapa Lama Jeda Waktu Ideal antara Minum Kopi dan Berolahraga?
Sedangkan untuk kopi, batasnya sekitar 400 mg atau empat cangkir harian. Efek samping seperti jantung berdebar atau susah tidur bisa jadi indikator bahwa tubuh kurang cocok dengan takaran tertentu.
Jika muncul reaksi negatif setelah minum teh atau kopi, bisa jadi alternatif seperti teh herbal lebih cocok untuk menjaga keseimbangan tubuh.
Pilihan minuman terbaik tetap bergantung pada kondisi individu serta cara penyajian yang tidak berlebihan dalam gula atau krim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline.com