INDOZONE.ID - Menyusui bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama saat momen-momen awal menjadi ibu. Meskipun menyusui merupakan proses alami, namun tetap memerlukan kesabaran, latihan, dan bimbingan yang tepat.
Hal itu disampaikan Konsultan Senior Obstetri dan Ginekologi di Yashoda Hospitals, Hyderabad, Dr. Krishnaveni Nayini, yang dikutip dari Hindustan Times.
Ia membagikan sembilan tips penting yang bisa membantu ibu baru, dalam menghadapi tantangan awal menyusui. Berikut ulasan singkatnya!
1. Dekap Bayi Setelah Lahir
Menempatkan bayi dalam satu ruangan dengan ibu sejak awal atau rooming-in, dapat memicu respons hormonal yang meningkatkan produksi ASI. Lalu, bisa memperkuat ikatan emosional.
Bahkan setelah operasi sesar, kontak kulit ke kulit umumnya tetap memungkinkan dan sangat bermanfaat.
Baca juga: 7 Mitos dan Fakta Menyusui, Benarkah Bayi yang Diberi Susu Formula Tidur Lebih Nyenyak?
2. Susui di ‘Golden Hour’
Menyusui dalam satu jam pertama setelah melahirkan, membantu merangsang produksi ASI dan memperkuat ikatan awal antara ibu dan bayi. Langkah ini menjadi salah satu kunci sukses dalam menyusui.
3. Susui Atas Permintaan Bayi
Biarkan bayi menyusu saat menunjukkan tanda-tanda lapar, bukan berdasarkan jadwal yang kaku. Bayi baru lahir umumnya menyusu sebanyak 8–12 kali dalam 24 jam. Ini penting untuk membangun pasokan ASI yang stabil.
4. Perhatikan Pelekatan yang Benar
Pelekatan atau latch yang tepat, akan mengurangi rasa sakit pada puting dan memastikan ASI tersalur secara baik. Mulut bayi sebaiknya menutupi sebagian besar areola, dan dagunya menyentuh payudara.
5. Amati Tanda-tanda Bayi Menyusu dengan Efektif
Popok yang basah secara teratur, buang air besar yang konsisten, kenaikan berat badan yang stabil, serta suara bayi menelan saat menyusu, menjadi tanda bahwa proses menyusui berjalan baik.
6. Cukupi Kebutuhan Cairan dan Nutrisi
Menyusui meningkatkan kebutuhan cairan dan kalori tubuh. Pastikan ibu minum cukup air, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk mendukung produksi ASI, dan proses pemulihan usai melahirkan.
Baca juga: 5 Makanan yang Perlu Dihindari saat Menyusui, Bisa Berdampak Buruk untuk Kandungan Asi!
7. Hindari Dot, Empeng, dan Pemberian Makanan Tambahan Terlalu Dini
Pengenalan dot atau empeng terlalu awal, dapat menyebabkan kebingungan pada pola isapan bayi atau ‘bingung puting’. Hal itu juga bisa berisiko pada menurunkan produksi ASI.
Pemberian ASI eksklusif atau secara langsung kepada bayi di minggu-minggu pertama, sangat penting untuk membangun pasokan ASI yang optimal.
8. Cari Bantuan Sejak Dini
Bidan, konsultan laktasi, atau kelompok pendukung menyusui, dapat membantu mengatasi masalah kecil sebelum berkembang menjadi masalah besar.
9. Bersabar dan Beri Waktu untuk Diri Sendiri
Menyusui adalah keterampilan yang perlu dipelajari, baik oleh ibu maupun bayi. Jika merasa frustrasi, istirahatlah sejenak dan coba lagi.
Tidak masalah jika harus memompa ASI untuk satu kali pemberian, dan kembali menyusui langsung di kesempatan berikutnya.
Itulah sembilan tips yang bisa kamu coba terapkan dalam proses meng-ASI-hi sang buah hati. Setiap tetes ASI yang keluar dari ibu, tentu sangat berarti bagi tumbuh kembang si kecil.
Jadi, upayakan semaksimal mungkin untuk bisa memberikan ASI eksklusif kepada buah hati. Lalu, jika kamu mengalami kendala atau masalah dalam proses pemberian ASI, segera konsultasikan masalah tersebut ke pihak terkait, agar dapat penanganan yang tepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times