INDOZONE.ID - Pernah dengar orang bilang, “Tetanus itu cuma dari paku berkarat”? Wah, itu salah besar, loh! Tetanus sering banget disalahpahami.
Padahal, infeksi ini serius dan bisa berakibat fatal kalau nggak ditangani dengan tepat. Yuk, kita kupas mitos dan fakta tetanus biar makin paham dan nggak panik kalau kena luka.
Mitos 1: Tetanus Cuma dari Paku Berkarat
Sebenarnya, penyebab tetanus terjadi karena bakteri Clostridium tetani yang bisa ditemukan di tanah, debu, bahkan kotoran hewan loh.
Jadi, luka yang terkontaminasi bakteri ini baik besar maupun kecil, berkarat atau nggak masih punya risiko tetanus.
Baca juga: 5 Cara Ampuh Meredakan Gatal Kulit Eksim dengan Mudah
Mitos 2: Tetanus Nggak Berbahaya
Tetanus itu serius, bro. Gejalanya bisa bikin otot kaku, kejang, bahkan kelumpuhan. Tanpa penanganan, risiko kematian juga tinggi. Jadi, jangan anggap remeh luka yang terlihat sepele.
Mitos 3: Sekali Vaksin, Aman Selamanya
Sayangnya, vaksin tetanus nggak sekali jalan, perlu booster setiap 10 tahun. Untuk anak-anak, jadwal lengkapnya DTaP lima kali plus booster saat remaja. Jadi, imunisasi rutin itu penting banget.
Mitos 4: Hanya Luka Besar yang Berisiko
Faktanya Luka kecil pun bisa jadi gerbang masuknya bakteri tetanus. Intinya, semua luka wajib dibersihkan dan dirawat dengan benar, jangan asal-asalnya ya.
Baca juga: Kebiasaan Pagi yang Bisa Merusak Jantung, Ini 4 Bahayanya
Mitos 5: Sudah divaksin, nggak perlu khawatir lagi
Faktanya vaksin memang memberi perlindungan jangka panjang, tapi kalau luka serius tetap harus ke dokter. Jadi dokter bisa memberikan Tetanus Immunoglobulin buat perlindungan ekstra.
Tetanus bukan sekadar “paku berkarat” atau “luka kecil nggak apa-apa”. Dengan pemahaman kecil ini, kita bisa meminimalkan risiko infeksi tetanus ini, dengan vaksinasi yang lengkap dan perawatan luka yang bener kita bisa menjaga kebugaran tubuh kita.
Jadi, jangan malas divaksin dan selalu waspada dengan luka, sekecil apa pun!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wiki.ambisius.com