Senin, 01 SEPTEMBER 2025 • 08:05 WIB

Inilah Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Luka Tembak

Author

ilustrasi Melakukan Pertolongan Pertama (Freepik)

INDOZONE.ID - Luka tembak adalah keadaan darurat yang sangat berbahaya, karena bisa menyebabkan perdarahan hebat. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat mengancam nyawa korban dalam waktu singkat.

Dalam situasi seperti ini, pertolongan pertama memiliki peran penting untuk menjaga kondisi korban tetap stabil. Meski tidak menggantikan perawatan medis, langkah awal yang benar bisa membantu memperlambat risiko fatal.

Oleh karena itu, penting bagi kita mengetahui cara memberikan pertolongan pertama pada luka tembak. Pengetahuan sederhana ini bisa menjadi penyelamat, terutama ketika tenaga medis belum sempat tiba di lokasi.

Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Luka Tembak

Ilustrasi dokter sedang melakukan operasi. (FREEPIK/@megafilm)

Berikut ini 5 langkah pertolongan pertama saat terjadi luka tembak yang perlu kamu tahu:

1. Tenangkan Diri dan Cari Bantuan Medis

Hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang. Jangan sampai panik dan segera hubungi ambulans atau rumah sakit terdekat untuk meminta bantuan.

Ingat, pertolongan pertama hanya bersifat sementara, penanganan dokter tetap yang paling utama. Jika ada orang lain di sekitar, mintalah bantuan untuk menelepon ambulans.

Baca juga: Usia Berapa Sebaiknya Mulai Cek Kolesterol? Ini Penjelasan Dokter Jantung

2. Hentikan Perdarahan dengan Tekanan

Luka tembak biasanya menyebabkan perdarahan hebat. Gunakan kain bersih, perban, atau bahkan pakaian korban untuk menekan luka. Tekan dengan kuat, jangan melepaskan tekanan karena bisa membuat darah mengalir lagi.

Jika kain pertama penuh darah, jangan diangkat, cukup tambahkan lapisan baru di atasnya. Ingat, menghentikan perdarahan adalah prioritas utama.

3. Jangan Pernah Mencabut Peluru

Sering kali peluru masih tertinggal di dalam tubuh. Jangan pernah mencoba mengeluarkannya sendiri karena bisa membuat luka semakin parah dan perdarahan lebih cepat. 

Biarkan peluru tetap berada di dalam sampai tenaga medis menanganinya dengan prosedur yang aman.

Baca juga: 10 Jus Buah Alami yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Jantung Sejak Usia Muda

4. Posisikan Korban dengan Tepat

Setelah perdarahan ditekan, atur posisi korban sesuai kondisi lukanya. Jika korban sadar, baringkan telentang di tempat datar dan angkat sedikit kakinya untuk menjaga aliran darah.

Jika luka berada di dada atau perut, miringkan tubuh korban sedikit agar napas.

Jika korban tidak sadar, posisikan ke samping dalam posisi pemulihan supaya tidak tersedak darah atau muntahan. Untuk luka di tangan atau kaki, usahakan bagian yang terluka lebih tinggi dari jantung dengan ganjalan kain atau bantal. 

5. Pantau Napas dan Kesadaran

Perhatikan apakah korban masih bernapas dengan normal. Jika napas melambat atau berhenti, lakukan resusitasi jantung paru (RJP) bila kamu bisa.

Cek juga kesadarannya dengan memanggil atau menggoyangkan tubuh pelan. Tetap dampingi korban dan jaga agar ia tidak kehilangan harapan sampai bantuan medis tiba.

Baca juga: Apakah Makan Mi Instan Itu Buruk untuk Kesehatan? Yuk, Kita Kupas Tuntas!

Ingat, kunci utamanya adalah tetap tenang, hentikan perdarahan, jangan keluarkan peluru, posisikan korban dengan benar, dan pantau kondisi korban sampai tenaga medis datang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mayo Clinic

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU