Rabu, 17 SEPTEMBER 2025 • 17:00 WIB

Bayam vs Kale: Si Hijau Superfood, Mana yang Lebih Juara?

Author

Ilustrasi Bayam dan Kale. (sumber: healthline.com)

INDOZONE.ID - Kalau ngomongin soal sayuran hijau, dua nama yang sering banget muncul pasti bayam dan kale. Dua-duanya sering disebut superfood, dua-duanya katanya bikin badan makin sehat, dan dua-duanya gampang banget ditemui di resep-resep sehat ala Instagram atau YouTube. Tapi, sebenarnya mana sih yang lebih oke buat tubuh? Bayam atau kale? Yuk, kita kulik bareng.

Pertama, kita bahas dulu soal kandungan gizinya. Bayam dan kale sama-sama rendah kalori, jadi cocok banget buat yang lagi diet atau sekadar mau makan lebih sehat tanpa takut “nambah beban.” Nah, bedanya, kale punya kandungan vitamin C yang lebih tinggi, bahkan dua kali lipat lebih banyak dari bayam. Jadi, kalau lagi butuh booster imun alami, kale bisa jadi pilihan. Di sisi lain, bayam unggul di vitamin A, K, dan folat. Vitamin K di bayam bahkan lebih tinggi dari kale, dan ini penting banget buat kesehatan tulang serta proses pembekuan darah.

Baca juga: 7 Sayuran yang Bagus untuk Perkembangan Otak dan Ingatan Anak

Soal manfaat kesehatan, dua-duanya punya track record yang keren. Kale pernah diteliti bisa bantu menurunkan kolesterol kalau rutin diminum dalam bentuk jus. Bayam juga nggak kalah; ada studi kecil yang menunjukkan kalau sup bayam bisa membantu menurunkan tekanan darah dalam waktu singkat. Jadi, bisa dibilang, dua-duanya punya efek positif buat jantung.

Terus soal antioksidan, lagi-lagi mereka imbang. Bayam dan kale sama-sama kaya antioksidan yang bisa melawan radikal bebas dan mengurangi risiko penyakit kronis. Bahkan, keduanya juga punya senyawa yang dipercaya bisa melawan pertumbuhan sel kanker. Jadi, kalau niatnya cari “tameng alami” buat tubuh, dua-duanya patut dimasukkan ke menu harian.

Tapi ya, nggak ada yang sempurna. Bayam, misalnya, punya kandungan oksalat tinggi. Oksalat ini bisa mengganggu penyerapan kalsium dan meningkatkan risiko batu ginjal kalau dikonsumsi berlebihan. Solusinya gampang: kalau mau makan bayam, coba rebus dulu karena proses masak bisa menurunkan kadar oksalatnya. Sementara kale punya senyawa goitrin, yang bisa mengganggu fungsi tiroid kalau dikonsumsi berlebihan. Tapi tenang saja, selama masih dimakan dalam jumlah wajar dan seimbang, risikonya kecil banget.

Baca juga: Acai Berry: Superfood Unggulan dengan Segudang Manfaat Kesehatan

Jadi, mana yang lebih sehat? Jawabannya: dua-duanya sama-sama hebat. Bayam punya keunggulan di vitamin A, K, dan folat, sedangkan kale unggul di vitamin C. Kalau bisa, malah bagus banget kalau kamu kombinasikan keduanya dalam menu sehari-hari. Bayam bisa dimasukkan ke sup atau tumisan, sementara kale enak banget kalau dijadikan salad atau smoothie.

Intinya, nggak perlu pilih salah satu. Justru kalau bisa, ajak si bayam dan kale ini “kerja sama” di dapurmu. Selain bikin piring makin berwarna, tubuhmu juga dapat manfaat gizi yang lebih lengkap. Jadi, lain kali belanja ke pasar atau supermarket, jangan bingung lagi: ambil saja dua-duanya, karena bayam dan kale itu ibarat duo hijau yang nggak pernah salah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthline.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU