7 Sayuran yang Bagus untuk Perkembangan Otak dan Ingatan Anak (freepik/ jcomp)
INDOZONE.ID - Ahli gizi sepakat kalau nutrisi itu penting banget buat perkembangan otak dan daya ingat anak.
Karena itu, sayuran hijau dan berwarna jadi pilihan yang bagus buat bantu otak anak tetap aktif dan berkembang dengan baik.
Penelitian dari Harvard Health dan American Academy of Pediatrics juga menyebut kalau sayur seperti bayam, wortel, dan tomat punya kandungan yang bisa bantu otak anak tetap aktif dan tumbuh dengan baik.
Kandungan sayuran seperti folat, zat besi, kolin, dan vitamin K, ternyata bisa memperkuat koneksi antar sel otak dan meningkatkan konsentrasi anak, terutama di usia pertumbuhan.
Masalahnya, banyak anak yang kurang suka makan sayur karena rasanya dianggap nggak enak.
Padahal, kalau dibiasakan dari kecil dan diolah dengan cara yang kreatif, sayur bisa jadi menu makan mereka sehari-hari.
Berikut ini adalah 7 sayuran yang dikenal bagus untuk bantu perkembangan otak dan daya ingat anak:
Ilustrasi bayam (Freepik/Racool_studio)
Bayam itu superfood yang murah. Sayur hijau ini kaya zat besi, vitamin K, dan asam folat yang semuanya bagus buat perkembangan otak. Bayam juga bantu produksi sel-sel baru di tubuh, termasuk sel otak.
Kandungan antioksidan dalam bayam juga membantu melindungi otak dari kerusakan akibat radikal bebas. Kalau anak kurang suka, coba sajikan dalam bentuk omelet bayam, sayur bening, atau tumis.
Baca juga: 8 Buah yang Cocok untuk Mengecilkan Perut, Yuk Jangan Ragu Diet!
Ilustrasi Brokoli. (pexels/@allanfranca)
Brokoli adalah sayur hijau yang kaya vitamin C dan vitamin K. Nutrisi ini bantu jaga fungsi otak dan daya ingat. Selain itu, brokoli juga punya antioksidan yang bisa lindungi otak dari kerusakan.
Kalau anak kurang tertarik, kamu bisa coba bikin brokoli panggang dengan keju, atau campur ke dalam macaroni schotel. Rasanya tetap enak, tapi gizinya tetap maksimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline