Sabtu, 04 OKTOBER 2025 • 11:10 WIB

5 Masalah Kulit yang Sering Muncul Pascamelahirkan dan Cara Mengatasinya

Author

Ilustrasi masalah kulkit yang biasa dialami pascamelahirkan (freepik).

INDOZONE.ID - Pemulihan kulit setelah melahirkan memang butuh waktu. 

Untungnya, sebagian besar perubahan kulit yang muncul selama sembilan bulan kehamilan biasanya akan berangsur membaik setelah persalinan. 

Tetapi, jika Kamu masih mengalami jerawat, kulit kering, atau masalah kulit lain setelah melahirkan, ada beberapa penyebab yang bisa jadi pemicunya.

Jangan khawatir, dengan perawatan yang tepat, kulit bisa pulih lebih cepat. 

Yuk, kita bedah keluhan kulit yang biasa muncul pascamelahirkan beserta cara menanaganinya.

Baca juga: 5 Alasan Matcha Jadi Minuman Favorit Saat Ini, Bukan Sekadar Tren Sesaat!

1. Jerawat Pascamelahirkan

Jerawat pascamelahirkan memang menyebalkan, tetapi sayangnya hal ini cukup umum terjadi. 

Saat hamil, kelenjar sebasea menjadi lebih aktif memproduksi minyak alami (sebum) yang berfungsi menjaga kelembaban kulit. 

Namun, jika produksi sebum berlebihan, maka pori-pori akan tersumbat sehingga dapat memicu munculnya jerawat.

Jika jerawat terus bermunculan setelah melahirkan, ada beberapa langkah sederhana yang bisa Kamu lakukan.

Bersihkan wajah dua kali sehari dengan face wash yang lembut dan air hangat

Hindari kebiasaan memencet jerawat, karena dapat meninggalkan bekas atau bahkan luka permanen

Konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan perawatan topikal yang aman digunakan setelah melahirkan.

Baca juga: Harus Diwaspadai! Dampak Pertemanan yang Toxic Terhadap Kesehatan Emosional Kamu

2. Kulit Kering Pascamelahirkan

Perubahan hormon saat hamil dapat membuat kulit terasa kering, terutama di area wajah. 

Jika setelah melahirkan Kamu masih sering merasa kulit kering dan bersisik. Jangan khawatir ada cara sederhana untuk membantu mengatasinya. 

Berikut tips merawat kulit kering pascamelahirkan.

  • Bersihkan wajah dengan lembut: hindari sabun keras. Cukup gunakan pembersih non-sabun sekali sehari, lalu bilas dengan air biasa di waktu lainnya
  • Gunakan pelembab: oleskan setelah mandi dan sebelum tidur agar kulit tetap terhidrasi
  • Batasi mandi air panas: jangan terlalu lama, cukup 10–15 menit dengan air hangat
  • Hidrasi dari dalam: minum cukup air dan konsumsi makanan kaya omega-3 supaya kulit lebih sehat dan kenyal
  • Gunakan humidifier: menambah kelembaban udara di sekitar rumah
  • Lindungi dari sinar matahari: aplikasikan sunscreen dengan SPF minimal 30 atau lebih setiap hari

Baca juga: Waspada, Blue Light dari Layar HP dan Laptop Dapat Merusak Kulit! Ikuti Tips Ini untuk Melindungi Kulitmu

Tapi perlu diingat, kulit kering juga bisa jadi tanda masalah lain. 

Sekitar 5–10% wanita mengalami postpartum thyroiditis, yaitu peradangan kelenjar tiroid setelah melahirkan. 

Awalnya kadar hormon tiroid bisa melonjak, menimbulkan gejala seperti cemas, sulit tidur, detak jantung cepat, kelelahan, atau penurunan berat badan. 

Beberapa bulan kemudian, kadar hormon dapat turun secara drastis, memicu gejala baru seperti depresi, sembelit, penambahan berat badan, dan tentu saja kulit kering.

3. Kulit Berminyak Pascamelahirkanw

Kulit yang terlihat glowing saat hamil sebenarnya dipengaruhi oleh lonjakan hormon yang merangsang kelenjar minyak. 

Tapi setelah melahirkan, sebagian wanita justru mengalami kulit yang lebih berminyak dari biasanya.

Baca juga: 7 Khasiat Jus Timun, Nanas, dan Seledri untuk Kesehatan Tubuh

Jika Kamu menghadapi kondisi ini, jangan khawatir. Membersihkan wajah dengan lembut sebaiknya jadi rutinitas harian untuk mengurangi minyak berlebih.

Langkah lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi kulit berminyak.

  • Gunakan produk bebas minyak: pilih kosmetik dan pelembab non-comedogenic agar tidak menyumbat pori-pori.
  • Rajin bersihkan alat makeup: kuas dan spons yang kotor bisa menjadi sarang bakteri penyebab jerawat.
  • Konsultasi ke dokter kulit: jika masalah Kamu tidak kunjung membaik, konsultasikan perawatan kulit yang aman dan efektif setelah melahirkan.

4. Kulit Kendur Pascamelahirkan

Jika kulitmu tidak langsung kembali kencang setelah melahirkan, jangan panik dulu. 

Ingat, selama sembilan bulan kulit sudah meregang untuk menyesuaikan pertumbuhan bayi dan kenaikan berat badan. Wajar kalau butuh waktu untuk pulih.

Baca juga: Dampak Psikologis Filter Instagram: Apakah Kita Sedang Menghilangkan Jati Diri?

Untuk sementara, fokuslah pada pemulihan tubuh dengan beberapa cara. 

  • Cukup minum air supaya kulit tetap terhidrasi
  • Penuhi waktu istirahat meski pola tidur sering berubah karena bayi
  • Lakukan olahraga ringan hingga sedang sesuai rekomendasi dokter
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang agar kulit dan tubuh mendapat nutrisi yang cukup

Beri waktu setidaknya enam bulan sebelum memikirkan langkah yang lebih agresif. 

Jika setelah pola makan sehat dan olahraga belum banyak membantu mengencangkan kulit atau otot perut, Kamu bisa mempertimbangkan prosedur seperti tummy tuck (abdominoplasty). 

Namun, jika Kamu masih berencana untuk memiliki anak lagi atau ingin menurunkan berat badan lebih banyak, sebaiknya tunda dulu tindakan bedah hingga kondisi benar-benar stabil.

Baca juga: Hati-hati! 5 Olahraga Ini Gak Aman Kalau Dilakukan Setiap Hari

5. Biduran Pascamelahirkan (Postpartum Hives)

PUPPP (Pruritic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy) atau PEP adalah kondisi kulit berupa ruam kemerahan dengan bintik-bintik kecil yang gatal, umumnya muncul di area perut. 

Keluhan ini paling sering terjadi pada trimester ketiga kehamilan, namun bisa juga timbul sesaat setelah persalinan. 

Risiko munculnya PUPPP lebih tinggi pada wanita yang menjalani kehamilan pertama atau mengandung bayi kembar.

Hingga kini, penyebab pastinya belum diketahui. Namun, para ahli menduga bahwa peregangan kulit perut dapat merusak jaringan ikat di bawahnya. 

Baca juga: Tak Hanya Segar, Ini 6 Khasiat Merendam Kaki di Air Es untuk Kesehatan

Kerusakan ini kemudian memicu proses peradangan, sehingga timbullah ruam. 

Ruam biasanya berawal dari perut, lalu dapat menyebar ke paha, bokong, hingga lengan. Ada beberapa cara menangani ruam.

  • Berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit agar dapat meresepkan antihistamin untuk mengurangi rasa gatal
  • Krim atau salep kortikosteroid topikal bisa digunakan untuk meredakan peradangan

Kabar baiknya, PUPPP bukanlah kondisi berbahaya, dan meskipun sangat mengganggu, ruam biasanya membaik dengan sendirinya seiring waktu.

Ingatlah, bayi kecilmu melihatmu cantik apa adanya, tanpa peduli bagaimana kondisi kulit setelah melahirkan. 

Jadi, tetap semangat ya! Ingatlah bahwa perubahan kulit pasca kehamilan hanyalah sementara dan akan membaik seiring waktu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Whattoexpect.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU