INDOZONE.ID - Mata yang terasa panas atau seperti terbakar bisa bikin aktivitas sehari-hari terganggu banget. Kondisi ini bisa muncul karena banyak hal, mulai dari faktor lingkungan sampai masalah kesehatan tertentu.
Meski sering dianggap sepele, alasan mata terasa panas dan perih bisa jadi tanda bahwa ada sesuatu yang gak beres pada organ penglihatanmu.
Supaya gak salah langkah, yuk kenali beberapa penyebab mata perih dan panas berikut ini agar kamu bisa tahu cara mengatasinya dengan tepat.
Baca juga: 7 Infeksi Menular IMS yang Bisa Menyerang Mata, Waspada Gejalanya!
6 Penyebab Mata Perih Seperti Terbakar
1. Mata Kering Karena Produksi Air Mata Berkurang
Salah satu penyebab paling umum dari mata perih seperti terbakar adalah mata kering atau dry eye syndrome. Kondisi ini terjadi ketika air mata yang berfungsi melembapkan permukaan mata tidak diproduksi cukup banyak, atau kualitasnya menurun.
Biasanya, mata kering bisa dipicu oleh faktor usia, penggunaan lensa kontak terlalu lama, hingga penyakit seperti diabetes atau artritis reumatoid. Beberapa obat seperti antihipertensi dan antidepresan juga bisa memperburuk kondisi ini.
Gejalanya bisa berupa rasa perih, mengganjal, pandangan kabur, dan sensasi terbakar. Untuk cara mengatasi mata perih karena mata kering, kamu bisa menggunakan tetes mata buatan, mengompres hangat, serta mengurangi waktu menatap layar gadget terlalu lama.
Baca juga: Mengenal Uveitis Radang Mata yang Bisa Sebabkan Kebutaan Jika Terlambat Ditangani
2. Alergi yang Menyerang Area Mata
Jika matamu terasa panas disertai gatal dan berair, bisa jadi itu akibat alergi mata atau konjungtivitis alergi. Reaksi ini muncul saat mata terpapar alergen seperti debu, bulu hewan, serbuk sari, parfum, atau asap rokok.
Saat alergi muncul, tubuh melepaskan zat kimia bernama histamin yang menimbulkan peradangan dan rasa tidak nyaman. Biasanya kelopak mata jadi bengkak, merah, dan terasa perih.
Untuk cara mengatasi mata perih akibat alergi, kamu bisa menghindari pemicunya, menggunakan kompres dingin, dan memakai tetes mata anti alergi sesuai anjuran dokter.
3. Konjungtivitis atau Peradangan pada Selaput Mata
Konjungtivitis merupakan infeksi atau peradangan pada konjungtiva, yaitu lapisan tipis yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan permukaan bola mata. Kondisi ini bisa disebabkan oleh virus, bakteri, atau reaksi alergi.
Gejalanya mirip seperti mata merah biasa, tapi biasanya disertai mata perih seperti terbakar, rasa panas, dan keluar cairan berwarna jernih hingga kekuningan. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa infeksi COVID-19 juga bisa memicu konjungtivitis.
Karena penyakit ini menular, penting untuk menjaga kebersihan tangan, tidak menyentuh mata sembarangan, dan menggunakan alat pelindung seperti kacamata agar penyebab mata perih dan panas ini tidak menular ke orang lain.
4. Rosacea Okular, Peradangan yang Terjadi Bersamaan dengan Rosacea Kulit
Kondisi rosacea okular sering terjadi pada orang yang juga mengalami rosacea di kulit wajah. Penyebab pastinya belum diketahui, namun faktor genetik dan lingkungan diduga punya peran besar.
Gejalanya bisa berupa mata merah, terasa kering, sensasi terbakar, bahkan gangguan penglihatan ringan. Beberapa faktor seperti cuaca ekstrem, makanan pedas, alkohol, dan stres bisa memperparah alasan mata terasa panas dan perih ini.
Karena sifatnya kronis, rosacea okular perlu penanganan jangka panjang dari dokter mata dan penghindaran faktor pencetusnya.
5. Blefaritis, Radang di Area Kelopak Mata
Blefaritis merupakan peradangan kronis pada kelopak mata yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, parasit kecil bernama Demodex, atau gangguan pada kelenjar minyak di sekitar bulu mata.
Kondisi ini bikin kelopak mata terasa gatal, merah, dan bengkak. Kadang muncul kerak di bulu mata atau rasa seperti ada pasir di mata, yang bisa memicu mata perih seperti terbakar.
Untuk cara mengatasi mata perih akibat blefaritis, bersihkan kelopak mata secara rutin dengan kompres hangat dan pembersih lembut seperti sampo bayi. Asupan suplemen omega-3 juga bisa membantu mengurangi peradangannya.
6. Sunburn pada Mata karena Paparan Sinar UV
Jangan salah, bukan cuma kulit yang bisa terbakar matahari. Mata juga bisa mengalami sunburn atau fotokeratitis akibat paparan sinar ultraviolet (UV) berlebihan, terutama jika kamu sering berada di bawah sinar matahari tanpa pelindung.
Gejalanya berupa mata merah, berair, terasa panas, dan mata perih seperti terbakar. Walau biasanya bisa pulih sendiri dalam beberapa hari, fotokeratitis bisa sangat tidak nyaman.
Untuk mencegah penyebab mata perih dan panas ini, selalu gunakan kacamata hitam dengan perlindungan UV saat beraktivitas di luar ruangan, ya!
Alasan mata terasa panas dan perih bisa bermacam-macam mulai dari alergi, infeksi, sampai kondisi medis tertentu. Jika gejalanya masih berangsur, segera periksakan ke dokter.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthcentral.com