Ilustrasi seseorang mengalami migrain pada mata atau ocular migraine. (Freepik)
INDOZONE.ID - Migrain pada mata atau ocular migraine kerap menimbulkan gejala yang menyerupai kondisi serius lainnya.
Oleh karena itu, sangat penting segera memeriksakan diri ke dokter mata, jika mengalami tanda-tanda gangguan ini.
Dikutip dari American Optometric Association, ocular migraine umumnya terjadi akibat berkurangnya aliran darah, atau adanya kejang pada pembuluh darah di retina atau bagian belakang mata.
Beberapa faktor risiko yang berperan antara lain:
Baca juga: Waspada Tekanan Mata Tinggi: Kondisi yang Bisa Berisiko Glaukoma dan Belum Ada Obatnya
Gangguan ini dapat muncul dengan beberapa tanda khas, di antaranya:
Untuk memastikan kondisi ocular migraine, dokter akan melakukan pemeriksaan mata menyeluruh dengan pelebaran pupil. Riwayat medis, termasuk riwayat sakit kepala sebelumnya, untuk menjadi pertimbangan.
Pada beberapa kasus, pemeriksaan neurologis, tes darah tambahan, atau pencitraan, mungkin diperlukan. Hal itu untuk menyingkirkan penyebab lain yang lebih serius.
Ilustrasi seseorang alami migrain mata yang dapat mengganggu penglihatan. (Freepik)
Perawatan ocular migraine serupa dengan terapi migrain pada umumnya, dan akan disesuaikan berdasarkan rekomendasi dokter. Pilihan pengobatan meliputi:
Upaya pencegahan ocular migraine sama dengan migrain pada umumnya, yaitu menghindari pemicu. Beberapa pemicu yang perlu diperhatikan antara lain stres, perubahan hormon, paparan cahaya terang atau berkedip.
Lalu konsumsi alkohol (terutama anggur merah), perubahan cuaca, melewatkan waktu makan, serta pola tidur yang kurang atau berlebihan.
Tidak hanya itu, mencatat jurnal sakit kepala juga dianjurkan, termasuk informasi tentang aktivitas, makanan, maupun obat-obatan yang dikonsumsi sebelum atau sesudah serangan migrain terjadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: American Optometric Association