INDOZONE.ID - Retinoblastoma merupakan jenis kanker mata yang paling sering menyerang anak-anak. Di Amerika Serikat, kanker yang tumbuh cepat ini, terjadi pada sekitar 1 dari setiap 20.000 anak.
Hal itu menjadikannya sebagai kanker anak ke-10 yang paling umum terjadi di Amerika Serikat.
Menurut para ahli optometri, deteksi dini sangat penting untuk menurunkan tingkat keparahan penyakit, sekaligus meningkatkan harapan hidup pasien.
Salah satu tanda awal retinoblastoma yang paling sering muncul adalah, mata tampak berwarna putih ketika anak difoto menggunakan lampu kilat.
Kondisi tersebut dinilai tidak normal, karena pupil anak seharusnya tidak pernah tampak putih. Bila hal ini terjadi, segera periksakan anak ke dokter mata untuk evaluasi lebih lanjut.
Dua Jenis Retinoblastoma
Retinoblastoma terbagi menjadi dua jenis, yakni herediter (keturunan) dan sporadis (tidak diturunkan). Meski retinoblastoma sporadis lebih sering terjadi, anak-anak yang berasal dari keluarga dengan riwayat retinoblastoma herediter tetap disarankan untuk menjalani pemeriksaan rutin.
American Optometric Association (AOA) menganjurkan, agar pemeriksaan mata pertama bayi dilakukan saat berusia enam bulan. Meskipun, tidak ada tanda-tanda gangguan penglihatan.
Melalui program kesehatan masyarakat InfantSEE®, yang dikelola Optometry Cares – The AOA Foundation, pemeriksaan mata bayi usia 6–12 bulan dapat dilakukan secara gratis oleh dokter optometri yang berpartisipasi.
Penyebab dan Faktor Risiko
Retinoblastoma terjadi ketika sel saraf di retina mengalami mutasi genetik. Mutasi ini menyebabkan sel-sel tersebut terus tumbuh, dan berkembang biak tanpa terkendali, membentuk massa atau tumor.
Sel kanker kemudian dapat menyebar lebih dalam ke struktur mata, bahkan meluas ke otak dan tulang belakang melalui proses metastasis.
Gejala Retinoblastoma
Penyakit ini paling sering menyerang bayi dan anak kecil, sehingga gejalanya kadang sulit dikenali. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Pupil tampak berwarna putih ketika terkena cahaya.
- Arah pandangan kedua mata tidak sejajar (juling).
- Kemerahan pada mata.
- Pembengkakan di sekitar mata.
Diagnosis
Untuk memastikan diagnosis retinoblastoma, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:
- Pemeriksaan mata menyeluruh.
- Pemeriksaan pencitraan, seperti CT scan atau MRI, untuk melihat penyebaran tumor.
- Konsultasi multidisiplin dengan dokter spesialis lain bila diperlukan.
Pilihan Pengobatan
Penanganan retinoblastoma tergantung pada ukuran dan lokasi tumor, serta apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain.
Beberapa pilihan terapi meliputi:
- Kemoterapi, untuk membunuh atau mengecilkan sel kanker.
- Terapi laser, krioterapi (pembekuan sel kanker), atau radiasi dapat dilakukan setelah tumor mengecil.
- Dalam kasus lanjut, tindakan pembedahan mungkin diperlukan.
Baca juga: Sederet Tanda Kanker Mata yang Jarang Disadari, Salah Satunya Penglihatan Kabur
Pentingnya Deteksi Dini
Retinoblastoma termasuk kanker yang dapat disembuhkan bila dideteksi dan ditangani sejak dini. Sebab, penyakit ini bisa disebabkan oleh perubahan genetik.
Sehingga, skrining mata pada bayi dan anak-anak sangat dianjurkan, terutama bagi keluarga dengan riwayat penyakit serupa.
Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan perubahan pada mata anak, sekecil apa pun. Karena, penanganan cepat bisa menyelamatkan penglihatan dan nyawa mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: American Optometric Association