Minggu, 09 NOVEMBER 2025 • 15:15 WIB

Rahasia di Balik Usus Ibu: Tempat Awal Otak dan Imun Bayi Terbentuk

Author

Ilustrasi ibu dan anak (Pexels/Pixabay)

INDOZONE.ID - Hubungan manusia dengan mikroba ternyata jauh lebih erat dari yang kita bayangkan. Sejak di dalam kandungan, janin sudah berinteraksi dengan mikroorganisme dari tubuh ibunya.

Artinya terdapat hubungan alami yang berperan penting bagi perkembangan otak dan sistem kekebalan si buah hati.

Penelitian terbaru yang dikutip dari akun Instagram/moiuna.dr menunjukkan, komunikasi antara tubuh ibu dan janin tidak hanya terjadi lewat darah atau hormon, tetapi juga melalui ‘bahasa’ mikroba. 

Hal ini membuka pemahaman baru bahwa, kesehatan usus ibu berpengaruh langsung terhadap masa depan sistem imun dan otak anak.

Pertemuan Pertama dengan Mikroba Terjadi di Dalam Rahim

Selama ini, banyak orang beranggapan, bayi pertama kali bertemu mikroba saat lahir. Namun, ilmuwan kini menemukan, pertemuan itu sudah terjadi bahkan sebelum bayi dilahirkan.

Research Microbiologist, Kiran Krishnan, menjelaskan, di dalam tubuh ibu, terdapat sel imun khusus bernama sel dendritik (dendritic cells).

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Usus Disebut Otak Kedua, Ternyata Pengaruhnya Besar Banget!

Sel tersebut sebenarnya bisa menjangkau melintasi lapisan ususnya, menarik bakterinya dari usus sang ibu, dan membawanya ke bayi di dalam rahim,” ucap Krishnan, dikutip dari akun Instagram/moiuna.dr.

Krishnan melanjutkan, proses ini memungkinkan bayi menerima sinyal biokimia dari mikroba ibu, yang membantu membentuk sistem kekebalan dan merangsang perkembangan otak.

Mikroba tertentu yang memiliki karbohidrat khusus di membran selnya disebut exopolysaccharides, yakni dapat berinteraksi langsung dengan reseptor di plasenta dan otak janin. 

Iteraksi ini diyakini memicu aktivasi gen dan jalur penting dalam pembentukan jaringan saraf bayi.

Ilustrasi bayi baru lahir (freepik/v.ivash)

Bagaimana Mikroba Ibu Pengaruhi Bayinya?

1. Melalui Sel Dendritik

Sel dendritik bertindak seperti ‘kurir’ cerdas, yakni mengambil komponen mikroba yang tidak berbahaya dari usus ibu, lalu mengirimkannya ke plasenta. 

Di sana, elemen mikroba ini membantu ‘melatih’ sistem imun janin, agar lebih siap dan toleran terhadap lingkungan luar setelah lahir.

2. Melalui Metabolit Mikroba (SCFA)

Bakteri baik di usus ibu memproduksi short-chain fatty acids (SCFA) seperti butirat dan propionat. Senyawa ini tidak hanya membantu mematangkan sistem kekebalan janin, tetapi juga mendukung perkembangan otak dan jaringan saraf.

3. Pemrograman Imun dan Otak Sejak Dalam Rahim

Paparan terhadap mikroba dan metabolitnya, membantu membentuk keseimbangan sistem imun serta regulasi saraf bayi. 

Sebaliknya, bila usus ibu mengalami dysbiosis (ketidakseimbangan mikrobioma), tubuh ibu dapat menghasilkan zat-zat inflamasi yang berpotensi mengganggu perkembangan otak janin, dan meningkatkan risiko masalah emosi di masa depan.

Risiko Ketika Usus Ibu Tidak Seimbang

Ketidakseimbangan mikrobioma usus pada ibu hamil dapat memicu beberapa kondisi, seperti:

  • Peradangan kronis tingkat rendah (low-grade inflammation)
  • Penurunan produksi SCFA
  • Gangguan pemrograman sistem imun dan saraf janin
  • Risiko lebih tinggi terhadap alergi, intoleransi makanan, dan gangguan emosi pada anak

Baca juga: Kenali Tanda Usus Gak Sehat: Dari Brain Fog sampai Jerawat

Lebih dari Sekadar Pola Makan

Kesehatan usus tidak hanya dipengaruhi oleh makanan, tetapi juga gaya hidup secara keseluruhan. Stres kronis, kurang tidur, konsumsi antibiotik berlebih, serta paparan toksin, dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma.

Karena itu, menjaga kesehatan usus ibu bahkan sebelum kehamilan sangat penting. Asupan serat, probiotik alami, dan makanan fermentasi seperti yoghurt, kefir, atau tempe, dapat membantu menjaga keberagaman mikroba baik di usus.

Oleh karena itu, dari rahim hingga kehidupan luar, mikroba memainkan peran penting dalam membentuk kesehatan manusia. Hubungan simbiosis antara ibu dan mikroorganisme dalam tubuhnya, menjadi dasar bagi perkembangan otak dan sistem imun bayi.

Menjaga usus ibu tetap sehat bukan sekadar soal pencernaan, tapi ini tentang memberi fondasi terbaik bagi masa depan anak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/moiuna.dr

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU