INDOZONE.ID - Kalau Kamu pernah dengar omongan orang tua zaman dulu “Santai aja, kalau udah kena cacar air sekali, nggak bakal kena lagi seumur hidup”.
Well, itu ada benarnya, tapi nggak sepenuhnya mutlak. Yuk, kita bedah fakta ilmiah di balik mitos ini!
Apa Itu Cacar Air (Chickenpox)?
Cacar air, atau dalam istilah medisnya varicella, disebabkan oleh virus varicella-zoster (VZV).
Virus ini gampang banget menular, bisa lewat udara (batuk, bersin) atau kontak langsung dengan cairan plengsengan cacar yang pecah.
Setelah infeksi pertama, orang biasanya sembuh dalam 1–2 minggu. Tapi, bagian yang menarik adalah virus ini tidak benar-benar hilang dari tubuh.
Baca juga: 5 Cara Mudah Bikin Hewan Peliharaan Selalu Sehat dan Terhindar dari Penyakit
Ia bisa “tidur” di sel saraf dan bersembunyi di sana.
Jadi, Apakah Semua Orang Pasti Pernah Terkena?
Sebagian besar iya, tapi ada pengecualian.
Menurut WHO, kebanyakan orang yang sudah pernah terkena cacar air mengembangkan kekebalan tahan lama.
Namun, “sekali dan selesai” bukan berarti 100% aman dari kemungkinan kembali.
Studi dan kasus medis menunjukkan bahwa kasus kedua sangat jarang, terutama untuk orang dengan sistem imun yang normal.
Ada juga catatan dari lembaga kesehatan bahwa infeksi ulang mungkin terjadi di kalangan orang yang punya imunitas lemah.
Baca juga: Penting! Ketahui Detak Jantung Maksimal Saat Olahraga Supaya Tetap Sehat dan Aman
Jadi, klaim “pasti sekali seumur hidup” itu terlalu general. Lebih tepatnya, umumnya begitu, tapi tidak mutlak.
Kenapa Bisa Ada Kasus Cacar Kedua?
Beberapa faktor bisa bikin seseorang “rentan” kena cacar lagi, yaitu:
1. Sistem imun yang lemah
Kalau imunitas lagi down, misalnya karena penyakit kronis, pengobatan imunosupresif, atau kondisi lain, tubuh bisa nggak menghasilkan antibodi yang cukup saat infeksi pertama.
2. Infeksi pertama yang sangat ringan
Ada kemungkinan kalau waktu pertama terkena, gejala cacar sangat ringan, sehingga tubuh nggak “belajar” melawan virus dengan optimal.
Baca juga: Hati-Hati! Ini Bahaya Pakai Earphone Terus-Menerus yang Jarang Disadari
Tapi sekali lagi, ini adalah pengecualian, bukan aturan umum.
Lalu, Bagaimana dengan Herpes Zoster?
Bagian yang agak “ngagetin” adalah, walaupun Kamu hampir pasti nggak akan kena cacar air dua kali, virus varicella-zoster yang dulu pernah masuk ke tubuhmu itu sebenarnya masih stay dan tidur di saraf.
Nah, saat Kamu makin tua atau kondisi imun lagi drop, virus itu bisa “kebangun” lagi dan berubah jadi herpes zoster atau cacar ular.
Ini bukan cacar air baru, tapi virus lama yang aktif lagi. Biasanya muncul di satu sisi tubuh dan rasanya bisa sakit banget, kayak nyeri terbakar atau perih menusuk.
Jadi meski kelihatannya sepele, tetap penting buat tahu tanda-tandanya biar nggak kaget kalau tiba-tiba muncul.
Baca juga: Prabowo akan Tambah 30 Fakultas Kedokteran untuk Penuhi Kebutuhan Tenaga Medis Nasional
Apakah Vaksin Cacar Air Bisa Bantu?
Yup, vaksin varicella itu cukup ampuh buat mencegah cacar air.
Kebanyakan orang yang sudah divaksin bakal punya perlindungan kuat, dan kalau pun akhirnya kena, gejalanya biasanya jauh lebih ringan dan cepat sembuh.
Tapi perlu diingat juga, sama kayak kekebalan alami, vaksin bukan jaminan 100% seumur hidup. Ada sebagian kecil orang yang perlindungannya bisa melemah seiring waktu.
Dengan kata lain, vaksin tetap jadi cara paling aman dan efektif buat ngurangin risiko cacar air, cuma tetap ada kemungkinan kecil buat terinfeksi lagi.
Baca juga: Deretan Makanan Peningkat Imun Saat Musim Hujan, Biar Nggak Gampang Sakit!
Jadi, intinya cacar air memang biasanya cuma datang sekali seumur hidup, tapi bukan berarti semua orang pasti ngalamin pola yang sama.
Kebanyakan orang bakal punya imunitas jangka panjang setelah terinfeksi, meski ada kemungkinan kecil untuk kena lagi, terutama kalau kondisi imun sedang lemah.
Virusnya juga bisa tidur lama di dalam tubuh dan aktif lagi sebagai herpes zoster saat usia bertambah atau imunitas menurun.
Makanya, vaksin tetap jadi pilihan terbaik buat mencegah atau meminimalkan gejala, meskipun bukan jaminan kekebalan selamanya.
Yang penting, kita paham resikonya dan tahu cara melindungi diri sebaik mungkin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber