INDOZONE.ID - Stres sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan modern. Namun, tidak banyak yang menyadari, tekanan mental yang terus-menerus, dapat berdampak serius pada kesehatan mata dan penglihatan.
Bagaimana Stres Bekerja di Dalam Tubuh?
Dikutip dari American Optometric Association, saat seseorang mengalami kecemasan, ketakutan, atau tekanan emosional, maka tubuh memproduksi hormon stres seperti adrenalin.
Hormon tersebut meningkatkan detak jantung dan metabolisme, sekaligus mengalihkan aliran darah ke organ-organ vital.
Pada saat yang sama, pupil mata melebar agar lebih banyak cahaya masuk. Respons alami ini, dirancang tubuh untuk mengenali ancaman lebih cepat.
Namun, jika kondisi stres berlangsung lama, pelebaran pupil yang terus-menerus dapat membuat mata menjadi sensitif terhadap cahaya dan cepat lelah.
Baca juga: Tanda Anak Stres Bisa Terlihat dari Kamarnya, Ini Penjelasan Psikolog
Gejala Mata yang Dipicu oleh Stres
Ketegangan yang terjadi di tubuh saat stres, juga membuat otot-otot di sekitar mata mengencang, menimbulkan rasa nyeri, kering, hingga kedutan.
Beberapa keluhan mata yang umum terjadi meliputi:
- Kedutan kelopak mata atau myokymia
- Kilatan cahaya atau kilau berpendar
- Penglihatan gelap di pusat atau pinggir pandangan
- Penglihatan kabur atau ganda
- Sensitivitas terhadap cahaya
- Floaters
- Mata kering atau berair berlebihan
Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah ocular migraine, yakni migrain yang disertai gangguan penglihatan dan berlangsung kurang dari satu jam.
Kondisi itu memerlukan pemeriksaan segera, karena dapat menyerupai gangguan serius seperti berkurangnya aliran darah di retina.
Hubungan Stres dan Penggunaan Gadget
Di era digital, stres tidak hanya datang dari tekanan pekerjaan atau kondisi emosional, tetapi juga dari paparan layar berlebihan.
Mental Health America mencatat, konsumsi berita terus-menerus dapat menimbulkan kecemasan. Sedangkan media sosial, dapat memicu depresi.
Sehingga, dengan hampir sepertiga masyarakat terpapar layar lebih dari tujuh jam setiap hari, gejala computer vision syndrome semakin sering ditemukan.
Beberapa tandanya meliputi ketegangan mata, sakit kepala, mata kering, serta nyeri leher dan bahu.
Langkah Atasi Dampak Stres pada Mata
Untuk meredakan gejala, pakar kesehatan mata merekomendasikan:
- Berolahraga secara rutin
- Menerapkan pola tidur yang cukup
- Mengonsumsi makanan sehat
- Berada di luar ruangan lebih sering
- Melakukan meditasi untuk mengelola stres
Selain itu, pemeriksaan mata secara berkala penting dilakukan, terutama jika keluhan tidak membaik. Dokter optometri dapat memberikan terapi penglihatan, kacamata khusus, atau penanganan mata kering sesuai kebutuhan.
Oleh karena itu, stres yang tidak terkelola dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk kesehatan mata. Mengenali gejala sejak dini dan melakukan pemeriksaan rutin, dapat membantu mencegah gangguan yang lebih serius.
Penggunaan gadget secara bijak dan penerapan gaya hidup sehat, juga dapat menjadi langkah sederhana yang berdampak besar bagi kesehatan penglihatan kamu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: American Optometric Association