Rabu, 26 NOVEMBER 2025 • 14:00 WIB

Ilya Mechnikov Benar: Rahasia Umur Panjang Wanita Catalan 117 Tahun Terungkap!!

Author

Maria Branyas Morera di Ulang Tahun nya yang ke 117 (Sumber : Wikipedia)

INDOZONE.ID - Rahasia di balik umur panjang luar biasa Maria Branyas Morera seorang wanita Catalan yang meninggal pada 2024 di usia 117 tahun 168 hari akhirnya terkuak. Selama lebih dari setahun ia memegang gelar manusia tertua yang masih hidup.

Para ilmuwan melakukan pemeriksaan sangat mendetail terhadap tubuhnya, hampir hingga tingkat molekul, dan publikasi awalnya muncul dalam artikel “Skema Multiome Harapan Hidup Manusia Ekstrem” di biorxiv.org.

Riwayat Medis yang Unik

Maria juga tercatat sebagai penyintas COVID-19 tertua (terinfeksi pada usia 113 tahun). Walaupun memiliki Bronkiektasis (kerusakan paru-paru kronis), Divertikulum Esofagus (kantong abnormal pada saluran penghubung tenggorokan dan lambung), serta Osteoartritis (radang sendi) yang membatasi pergerakan terutama di tahun-tahun terakhir hidup.

Ia tidak mengidap penyakit degeneratif umum terkait usia. Sejak masa kecil ia kehilangan pendengaran di satu telinga karena cedera, dan pada usia sangat lanjut pendengarannya hilang seluruhnya.

Baca juga: Fenomena Regresi Spontan Tumor Ganas: Bisakah Kanker Menghilang Sendirinya?

Pendekatan Multi-Omics: Studi Paling Mendetail pada Manusia Sangat Tua

Penelitian ini sangat unik karena menggabungkan banyak cabang “omics” atau pendekatan banyak analisis biologis:

  1. genomik
  2. transkriptomik
  3. metabolomik
  4. proteomik
  5. mikrobiomik
  6. epigenomik

Sampel darah, urin, air liur, dan feses dikumpulkan saat Maria berusia 116 tahun. Ia sendiri memberikan persetujuan secara sadar, berharap hasil penelitiannya bisa bermanfaat untuk orang banyak.

M116: Kombinasi Varian Genetik Langka

Dalam artikel ilmiah, Maria disebut sebagai “M116” yaitu sebuah sebutan impersonal yang umum di penelitian. Para ilmuwan menemukan bahwa umur panjang ekstremnya bukan disebabkan satu mekanisme tertentu, tetapi dari gabungan varian genetik langka yang memengaruhi:

  1. sistem imun
  2. perlindungan jantung
  3. fungsi otak
  4. fungsi mitokondria

Kombinasi faktor ini diyakini bekerja bersama menghasilkan umur panjang yang luar biasa.

Baca juga: Riset Baru yang Unik! Makin Banyak Bahasa yang Dikuasai, Semakin Lambat Tubuhmu Akan Menua

Telomer Sangat Pendek Tapi Tetap Sehat

Hal paling mengejutkan adalah telomer (bagian paling ujung dari kromosom dalam sel tubuh) Maria sangat pendek, berbanding terbalik dengan supercentenarian (seseorang yang telah hidup atau melewati ulang tahun ke-110 mereka) lain yang biasanya memiliki telomer lebih panjang.

Namun kondisi ini pada Maria tampaknya tidak menjadi penanda penyakit, melainkan lebih seperti “jam biologis” yang mencerminkan banyaknya pembelahan sel seiring usia.

Para ilmuwan menilai bahwa pemendekan telomer pada dirinya tidak berkaitan dengan penyakit degeneratif dan tidak menghalangi kesehatannya.

Ilustrasi Telomer (Sumber : ireces & news-medical.net)

Gen Mitokondria Berkinerja Seperti Wanita Muda

Maria membawa varian gen langka yang meningkatkan efektivitas mitokondria yaitu pembangkit energi di sel. Yang mengejutkan, fungsi mitokondria pada usia 116 tahun masih sebanding atau bahkan lebih baik daripada wanita muda dalam beberapa parameter.

Profil Lemak Ideal & Inflamasi Sangat Rendah

Ia juga memiliki varian gen yang membuat metabolisme lipidnya sangat optimal:

  1. kolesterol LDL (“jahat”) sangat rendah
  2. kolesterol HDL (“baik”) sangat tinggi
  3. peradangan sistemik sangat rendah

Analisis metabolomik menunjukkan metabolisme lemak yang sangat aktif dan tanda inflamasi minimal. Para peneliti yakin ini menjadi salah satu kunci kesehatan dan umur panjangnya.

Baca juga: 5 Sinyal Tak Terduga Kanker Ginekologi Menurut Dr. Amir Khan

Ada Risiko Kanker, Namun Tidak Pernah Terjadi

Hasil pemeriksaan darah memperlihatkan beberapa mutasi yang biasanya meningkatkan risiko:

  1. leukemia
  2. kanker lain
  3. penyakit kardiovaskular

Ia juga memiliki penanda protein SAA1 yang biasa terkait Alzheimer. Namun tidak satu pun penyakit tersebut muncul sepanjang hidupnya.

Mikrobioma Usus Sangat Menguntungkan

Analisis terhadap bakteri ususnya menunjukkan komposisi mikrobioma yang:

  1. sangat baik
  2. rendah peradangan
  3. mendukung metabolisme
  4. berkaitan dengan fungsi otak dan kesehatan tulang

Para ilmuwan menduga bahwa kebiasaan Maria mengonsumsi tiga yoghurt setiap hari memberikan kontribusi signifikan, secara tidak langsung mendukung teori Ilya Mechnikov tentang fermentasi susu dan umur panjang.

Baca juga: 5 Ikan Tersehat untuk Dikonsumsi dan yang Sebaiknya Dihindari

Jam Epigenetik Menunjukkan Usia Biologis 100 Tahun

Data epigenetik menunjukkan bahwa berdasarkan pola metilasi DNA-nya, usia biologis Maria adalah sekitar 100 tahun, jauh lebih muda dari usia paspornya yang 116 tahun saat diperiksa.

Kesimpulan: Perpaduan Faktor Baik & Buruk

Penelitian ini menunjukkan bahwa umur panjang ekstrem terjadi karena kumpulan faktor yang terlihat saling bertentangan:

  1. Ada faktor “negatif”: telomer pendek, mutasi kanker, limfosit B tua
  2. Ada faktor “positif”: metabolisme lipid ideal, peradangan rendah, mikrobioma sangat sehat, epigenom stabil, mitokondria efisien

Meski secara biologis manusia tidak sempurna, kombinasi faktor protektif dapat mengalahkan faktor risiko dan memungkinkan seseorang hidup hingga usia yang sangat luar biasa.

Baca juga: Anak Susah Fokus? Bisa Jadi Matanya yang ‘Ngelag’

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Aif.by

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU