INDOZONE.ID - Banyak orang menganggap stres dan anxiety sebagai hal yang sama, padahal keduanya memiliki perbedaan penting.
Keduanya memang bisa memicu rasa gelisah dan membuat tubuh terasa tidak nyaman, tetapi penyebab serta respons tubuhnya tidak selalu serupa.
Memahami perbedaannya dapat membantumu mengenali kondisi yang sedang kamu alami.
Dengan begitu, kamu bisa menemukan cara penanganan yang tepat dan lebih efektif.
Perbedaan Antara Stres dan Anxiety
Stres adalah reaksi tubuh terhadap ancaman yang memicu pelepasan hormon kortisol, hingga membuat detak jantung meningkat, napas lebih cepat, dan tubuh tidak bisa tenang dalam waktu yang sama.
Respons cepat tersebut disebut fight-or-flight dan bersifat langsung terhadap situasi pemicu.
Sementara itu, anxiety adalah reaksi lanjutan ketika rasa cemas atau gelisah tetap muncul meski pemicu atau masalahnya sudah tidak ada.
Berbeda dari stres yang dipicu keadaan nyata, anxiety sering muncul sebagai kekhawatiran berlebihan yang belum tertentu terjadi dan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari
Tanda-Tanda Mengalami Stres dan Anxiety
Stres dan anxiety memang sangat mirip, tapi bisa dibedakan dengan gejalanya:
Gejala stres yang umum meliputi:
- Detak jantung dan napas lebih cepat
- Pikiran cenderung cemas
- Mudah marah, moody, atau tersinggung
- Merasa kewalahan atau tidak bahagia
- Kesepian
- Mual, pusing, diare, atau konstipasi
Gejala anxiety biasanya berupa:
- Detak jantung dan napas meningkat
- Rasa gelisah, tidak tenang, atau takut tanpa alasan jelas
- Keringat berlebih
- Diare atau konstipasi
- Nervous, tegang, dan sulit diam
Baca juga: Mengenal Social Anxiety Disorder, Gejala, dan Penyebabnya
Cara Mengatasi Stres dan Anxiety
Mengatasi stres dan anxiety bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari teknik relaksasi hingga perubahan gaya hidup.
Teknik relaksasi ini seperti latihan pernapasan, fokus pada kata menenangkan, atau membayangkan suasana damai dapat membantu meredakan ketegangan.
Aktivitas fisik juga dapat mengatasi dua masalah mental tersebut. Kamu bisa mulai dari berjalan cepat hingga yoga.
Selain itu, penting untuk merawat tubuh dengan membatasi kafein dan alkohol, menjaga pola makan, serta tidur cukup.
Kamu juga harus menerima bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan, jadi komunikasilah dengan orang yang kamu percaya untuk berbagi cerita.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today