INDOZONE.ID - Dalam dunia diet modern, aktivitas fisik adalah faktor yang sama pentingnya dengan pola makan.
Ketika berbicara tentang kardio yang mudah diakses, jalan kaki dan jogging sering menjadi pilihan utama.
Namun, bagi kamu yang sedang fokus pada penurunan berat badan, manakah yang memberikan manfaat optimal?
Jalan Kaki vs Jogging untuk Turunkan Berat Badan
Efektivitas kedua aktivitas ini berbeda tergantung pada tujuan, kondisi tubuh, dan yang paling penting faktor keberlanjutan.
Perbandingan Pembakaran Kalori: Intensitas Jalan Kaki dan Jogging
Secara umum, jogging membakar kalori lebih banyak dibanding jalan kaki dalam waktu yang sama karena intensitasnya yang lebih tinggi.
Baca juga: Konsumsi Buah Sebelum atau Sesudah Makan, Mana yang Lebih Baik untuk Diet dan Pencernaan?
| Faktor | Jalan Kaki Cepat (5 km/jam) | Jogging/Lari (10 km/jam) | Keunggulan untuk Diet |
| Intensitas | Moderat (Low-Impact) | Tinggi (High-Impact) | Tergantung kondisi fisik |
| Pembakaran Kalori (per 30 menit, ±70 kg) | 100 - 150 kkal | 250 - 350 kkal | Jogging (lebih cepat mencapai defisit) |
| Risiko Cedera | Rendah | Tinggi (lutut, shin splints) | Jalan Kaki (lebih aman) |
| Keberlanjutan | Sangat Tinggi | Sedang hingga Tinggi | Jalan Kaki (lebih mudah dilakukan setiap hari) |
Risiko Cedera dan Faktor Keberlanjutan dalam Program Diet
Faktor pembeda utama dalam program diet jangka panjang adalah keberlanjutan.
- Jalan Kaki memiliki dampak rendah dan risiko cedera kecil, membuatnya ideal sebagai aktivitas harian yang dapat dipertahankan selama bertahun-tahun.
- Jogging memiliki pembakaran kalori tinggi, tetapi risiko cedera lebih besar. Jika cedera terjadi, program diet Anda bisa terhenti total. Oleh karena itu, bagi orang diet pemula, jalan kaki sering kali lebih realistis.
Pengaruh Jalan Kaki dan Jogging terhadap Lemak Perut Viseral
Kedua aktivitas kardio ini sama-sama membantu mengurangi lemak perut (lemak viseral) karena menciptakan defisit kalori.
Namun, studi menunjukkan bahwa latihan intensitas tinggi seperti jogging (terutama jika dilakukan dengan interval) cenderung mempercepat hasil dan lebih efektif dalam mentargetkan lemak viseral.
Meskipun demikian, jalan kaki tetap merupakan terapi yang sangat efektif sebagai aktivitas jangka panjang untuk mengontrol lemak tubuh.
Faktor Penentu Pembakaran Kalori Saat Jalan Kaki atau Jogging
Baca juga: Pembatasan Kalori saat Diet Terbukti Bantu Otak dan Usus Kontrol Nafsu Makan
Efektivitas pembakaran kalori sangat dipengaruhi oleh variabel individu. Berat badan, kecepatan, medan (misalnya, menanjak), serta efisiensi gerak sangat memengaruhi hasil.
Karena itu, program diet ideal perlu disesuaikan dengan kemampuan individu dan harus mendukung konsistensi.
Paling Cocok untuk Program Diet
Memilih antara jalan kaki atau jogging tergantung pada target dan kondisi:
Pilih jogging, jika memiliki kebugaran dasar yang baik, mencari pembakaran kalori maksimal dalam waktu singkat, dan ingin meningkatkan kesehatan jantung ke tingkat yang lebih tinggi.
Pilih jalan kaki, jika pemula diet, memiliki masalah sendi, mencari aktivitas yang dapat kamu lakukan setiap hari tanpa risiko cedera tinggi, dan memprioritaskan konsistensi jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mymottiv.com