Minggu, 04 JANUARI 2026 • 09:15 WIB

Manfaat Magnesium untuk Tubuh: Tidur Lebih Nyenyak, Energi Stabil, Mood Lebih Happy

Author

Ilustrasi magnesium. (freepik.com)

INDOZONE.ID - Magnesium merupakan salah satu mineral esensial, yang memiliki peran penting bagi kesehatan tubuh.

Manfaat magnesium tidak hanya terbatas pada kesehatan tulang dan otot, tapi juga berpengaruh besar terhadap kualitas tidur, produksi energi, serta kestabilan suasana hati.

Tidak heran, jika mineral ini sering disebut sebagai energy mineral yang krusial, bagi fungsi tubuh manusia.

Dikutip dari Medical Daily, magnesium membantu menenangkan sistem saraf melalui dukungan terhadap kerja neurotransmiter, mengatur ritme sirkadian, serta berperan dalam menciptakan siklus tidur yang dalam dan restoratif. 

Selain itu, mineral ini terlibat dalam ratusan reaksi enzimatik, yang membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi. 

Kekurangan magnesium, dapat menyebabkan kelelahan, gangguan fungsi mitokondria, hingga penurunan daya tahan tubuh.

Tidak hanya itu, magnesium juga berperan dalam regulasi suasana hati. Mineral ini memengaruhi sistem yang mengatur respons stres dan kestabilan emosi.

Baca juga: Stop! 7 Makanan dan Minuman Ini Bisa Bikin Suplemen Magnesium Kamu Nggak Ngefek

Sehingga, kekurangannya sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko kecemasan dan gejala depresi. 

Namun, defisiensi magnesium cukup umum terjadi dalam pola makan modern, terutama pada orang dewasa yang mengalami stres tinggi atau memiliki gangguan penyerapan nutrisi.

Peran Magnesium dalam Meningkatkan Kualitas Tidur dan Energi Tubuh

Ilustrasi makanan mengandung magnesium (Freepik/yuliyafurman)

Menurut Healthline, magnesium berperan penting dalam pengaturan tidur dengan mengaktifkan sistem saraf parasimpatik, yakni sistem yang membantu tubuh rileks. 

Magnesium juga membantu mengatur neurotransmiter seperti gamma-aminobutyric acid (GABA) dan melatonin, yang berperan dalam menenangkan otak serta menjaga siklus tidur-bangun.

Kekurangan magnesium, diketahui berkaitan dengan berbagai gangguan tidur, seperti sulit terlelap dan tidur yang gelisah. 

Sejumlah penelitian menunjukkan, orang lanjut usia yang mengonsumsi suplemen magnesium, mengalami peningkatan kualitas dan durasi tidur dibandingkan mereka yang menerima plasebo.

Selain mendukung tidur, magnesium juga berkontribusi dalam produksi energi seluler. Mineral ini mengaktifkan enzim yang terlibat dalam sintesis adenosin trifosfat (ATP), sumber energi utama sel. 

Dengan meningkatkan efisiensi mitokondria, magnesium membantu mengurangi rasa lelah dan meningkatkan kewaspadaan di siang hari.

Beberapa bentuk magnesium, seperti magnesium glycinate, dikenal memberikan energi yang lebih stabil tanpa efek ‘drop’ di tengah hari. 

Baca juga: Kapan Waktu Terbaik Makan Buah Tinggi Magnesium? Ini Jawaban Ahli Gizi

Sementara itu, magnesium threonate diyakini mampu menembus sawar darah otak dengan lebih efektif, sehingga mendukung fungsi saraf. 

Ketika kekurangan magnesium diperbaiki, banyak orang melaporkan perbaikan pada waktu tidur, fase tidur dalam, dan tingkat energi harian.

Magnesium dan Pengaruhnya terhadap Mood serta Fungsi Kognitif

Tinjauan Healthline terhadap manfaat magnesium menunjukkan, kadar magnesium yang rendah, berhubungan dengan meningkatnya risiko gangguan kecemasan dan gejala depresi. 

Hal ini menegaskan peran magnesium dalam pengaturan emosi dan respons stres.

Asupan magnesium yang cukup, membantu menurunkan aktivitas berlebih pada sistem stres tubuh, termasuk menstabilkan kerja poros hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA), dan kadar hormon kortisol. 

Sumber Magnesium (Sumber: zotezo.com)

Dengan demikian, tubuh lebih mampu menghadapi tekanan emosional sehari-hari.

Sebaliknya, defisiensi magnesium, dapat mengganggu fungsi pompa ion yang menjaga kestabilan sel saraf. Kondisi ini dapat memicu kelelahan mental, sulit konsentrasi, dan rasa ‘kabut otak’. 

Asupan magnesium yang optimal, mendukung pembentukan kompleks ATP-Mg yang penting untuk transmisi saraf dan relaksasi otot. Sehingga, dapat berkontribusi pada kejernihan mental dan ketahanan emosional.

Sejumlah studi klinis juga menemukan, suplementasi magnesium dapat membantu mengurangi gejala kecemasan, dan memperbaiki suasana hati, terutama pada individu yang mengalami kekurangan mineral ini.

Dampak Kekurangan Magnesium terhadap Kesehatan

Sebuah tinjauan sistematis yang dipublikasikan di MDPI menyebutkan, kekurangan magnesium berkaitan dengan berbagai keluhan kesehatan, termasuk restless leg syndrome

Dalam beberapa konteks klinis, suplementasi magnesium menunjukkan potensi untuk memperbaiki keparahan gejala dan kualitas tidur, meski penelitian lanjutan masih diperlukan.

Selain itu, magnesium berperan dalam konversi hormon tiroid dan menjaga kesehatan jantung. Hal ini membuat keduanya berkontribusi terhadap metabolisme, dan produksi energi yang berkelanjutan. 

Beberapa bentuk magnesium, seperti magnesium malate atau taurate, juga diketahui membantu pemulihan otot setelah aktivitas fisik dan mengurangi kelelahan pasca-olahraga.

Secara keseluruhan, memperbaiki kekurangan magnesium, dapat memberikan manfaat luas. Mulai dari mengurangi kram otot dan gangguan tidur hingga mendukung keseimbangan metabolik dan emosional.

Mengingat banyak orang dewasa belum memenuhi kebutuhan magnesium harian, peningkatan asupan melalui makanan atau suplemen, dapat memberikan dampak positif yang nyata terhadap kualitas hidup.

Kebutuhan magnesium harian umumnya berkisar antara 300–400 mg untuk orang dewasa. 

Dengan memperhatikan status magnesium, seseorang tidak hanya menjaga satu aspek kesehatan, tetapi juga mendukung ketahanan tubuh, keseimbangan emosi, dan vitalitas secara menyeluruh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical Daily

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU