INDOZONE.ID - Subclade K, yang kini ramai dijuluki Superflu Subclade K, adalah cabang evolusioner terbaru dari virus influenza A subtipe H3N2 yang telah lama beredar.
Varian ini mendapat perhatian media setelah dengan cepat mendominasi kasus flu di Inggris, Jepang, dan beberapa wilayah Eropa, serta muncul bersamaan dengan musim flu yang datang lebih awal di belahan bumi utara.
Baca juga: Kenapa Obat Batuk dan Flu Bikin Ngantuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Apa Itu Superflu Subclade K?
Superflu Subclade K adalah sebutan non-ilmiah untuk varian H3N2 yang menunjukkan pola penyebaran yang agresif dalam waktu singkat.
Asal-usul Subclade K: Evolusi dari H3N2
Subclade K berasal dari virus influenza A H3N2 yang merupakan bagian dari flu musiman. Varian ini pertama kali terdeteksi pada Juni di belahan bumi selatan dan segera menyebar ke utara.
Meskipun memiliki mutasi yang memungkinkannya menjadi dominan, Subclade K tetap berkerabat dekat dengan strain virus H3N2 sebelumnya.
Karena evolusi virus flu terjadi secara konsisten, para ilmuwan kini meningkatkan pemantauan terhadap pola penyebaran Subclade K secara global.
Penyebaran Global dan Apakah Musim Flu Lebih Awal Berarti Lebih Parah?
Di Eropa, Subclade K pertama kali terdeteksi di Norwegia sebelum mencapai Inggris, membuat musim flu di sana dimulai empat hingga lima minggu lebih cepat. Musim flu yang lebih awal ini juga terjadi di Jepang.
Meskipun menarik perhatian, dimulainya musim flu yang lebih awal tidak otomatis menandakan keparahan yang lebih tinggi.
Data pemantauan terbaru menunjukkan bahwa tingkat positif flu di beberapa wilayah mulai menunjukkan tren melandai. Meskipun demikian, virus influenza tetap dikenal tidak mudah diprediksi.
Perlindungan Kekebalan Tubuh Terhadap Subclade K Influenza
Baca juga: Sudah Jarang Keluar Rumah Tapi Masih Kena Flu? Ini Penyebabnya
Kekhawatiran utama terhadap potensi 'Super Flu' Subclade K adalah kemampuannya lolos dari kekebalan yang sudah ada (imunitas dari infeksi atau vaksinasi sebelumnya).
Kabar baiknya, studi laboratorium dan populasi sejauh ini menunjukkan tidak ada celah kekebalan yang signifikan.
Respons antibodi dari infeksi dan vaksinasi yang sudah dilakukan masih bekerja dengan baik, memberikan perlindungan bermakna terhadap penyakit berat.
Data Efektivitas Vaksin Flu Musiman Terhadap Subclade K
Data awal yang diterbitkan di jurnal Eurosurveillance menunjukkan bahwa vaksin flu musiman saat ini tetap efektif melawan Subclade K influenza.
- Pada anak dan remaja, tingkat perlindungan mencapai 72–75 persen.
- Pada orang dewasa, efektivitas berada di kisaran 32–39 persen.
Angka ini sejalan dengan efektivitas vaksin H3N2 pada musim sebelumnya. Tantangan utamanya bukan pada efektivitas vaksin, melainkan pada rendahnya cakupan vaksinasi pada kelompok berisiko seperti lansia.
Baca juga: Flu di Musim Pancaroba Bisa Jadi Tanda Influenza A, Ketahui Gejala dan Bahayanya
Membongkar Julukan "Superflu" Subclade K: Risiko Nyata H3N2
Para ahli menilai istilah Superflu Subclade K cenderung berlebihan. Tidak ada bukti ilmiah bahwa varian ini lebih berbahaya atau menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan subtipe H3N2 lainnya.
Namun, influenza musiman secara global tetap merupakan ancaman kesehatan masyarakat serius, menyebabkan jutaan kasus berat setiap tahun.
Karena subtipe H3N2 dikenal sangat berdampak pada kelompok lansia, pencegahan melalui vaksinasi dan penerapan perilaku hidup sehat (mencuci tangan, memakai masker saat sakit) tetap menjadi kunci utama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Gavi.org