Minggu, 11 JANUARI 2026 • 12:10 WIB

Sering Tersentak Kaget Saat Tidur? Itulah Hypnic Jerk, Yuk Kenali Penyebab dan Solusi Mengatasinya!

Author

Ilustrasi Hypnic Jerk atau Tersentak Saat Tidur. (Foto: Freepik @benzoix)

INDOZONE.ID - Pernah nggak sih, lagi enak-enaknya merem dan hampir terlelap, tiba-tiba badan seperti jatuh lalu langsung kaget sendiri?

Jantung deg-degan, mata langsung melek, dan rasa kantuk mendadak buyar.

Kalau kamu sering ngalamin hal seperti ini, tenang, kamu nggak sendirian. Fenomena ini cukup umum dan dalam dunia medis dikenal dengan nama hypnic jerk atau sering juga disebut kedutan tidur.

Meski sering bikin panik, kondisi ini sebenarnya bukan penyakit serius. Supaya nggak makin overthinking, yuk kenali apa itu hypnic jerk, kenapa bisa terjadi, dan gimana cara mengatasinya dilansir dari YouTube/Halosehat selengkapnya!

Baca juga: Cara Nggak Overthinking: Cobain Tantangan 7 Hari Ini Biar Pikiran Lebih Tenang!

Apa itu Hypnic Jerk?

Hypnic jerk adalah kondisi ketika tubuh mengalami sentakan atau kedutan tiba-tiba saat sedang berada di fase peralihan dari bangun menuju tidur.

Dalam istilah medis, fase ini disebut hypnagogic, yaitu momen ketika kesadaran mulai menurun tapi belum sepenuhnya tertidur. Pada fase ini, otak dan tubuh belum sepenuhnya sinkron.

Akibatnya, muncul respons refleks berupa sentakan otot yang terasa seperti kaget atau jatuh.

Sentakan ini terjadi di luar kesadaran dan berlangsung sangat cepat. Biasanya hanya sepersekian detik, lalu tubuh kembali rileks.

Kebanyakan orang tidak merasakan sakit, tapi sebagian bisa merasakan sensasi kesemutan ringan atau jantung berdebar setelahnya.

Meski terkesan menyeramkan, hypnic jerk adalah fenomena alami yang bisa dialami siapa saja.

Ciri-Ciri Kedutan Tidur yang Umum Terjadi

Hypnic jerk biasanya muncul secara tiba-tiba tanpa tanda khusus. Ciri yang paling sering dirasakan adalah kaki atau tangan tersentak, badan seperti jatuh dari ketinggian, atau seluruh tubuh terasa kaget sesaat.

Kadang, sentakan ini juga disertai sensasi mimpi singkat seperti terpeleset atau jatuh.

Setelah tersentak, sebagian orang bisa langsung tidur lagi, tapi ada juga yang jadi susah tidur karena keburu panik.

Kalau ini terjadi berulang-ulang dalam satu malam, wajar kalau akhirnya bikin capek dan tidur jadi nggak berkualitas.

Kenapa Tubuh Bisa Tersentak Saat Tidur?

Ada beberapa faktor yang bisa memicu hypnic jerk muncul lebih sering. Salah satunya adalah olahraga berlebihan, terutama jika dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur.

Aktivitas fisik berat bikin sistem saraf tetap aktif, sehingga tubuh sulit masuk ke mode santai saat mau tidur.

Selain itu, konsumsi zat stimulan juga berperan besar. Kafein dari kopi, teh, minuman bersoda, atau minuman energi bisa membuat otak tetap waspada.

Begitu juga nikotin dan beberapa jenis obat tertentu. Saat otak belum siap “offline”, proses transisi ke tidur jadi terganggu dan memicu sentakan.

Stres dan kecemasan juga jadi penyebab paling umum. Pikiran yang penuh beban, overthinking, atau rasa cemas berlebihan bikin otak tetap siaga, seolah-olah ada bahaya.

Ketika tubuh mulai rileks tapi otak masih waspada, respons kaget pun bisa muncul.

Pola tidur yang berantakan juga nggak bisa dianggap sepele. Kurang tidur, sering begadang, atau jam tidur yang nggak konsisten bikin ritme alami tubuh jadi kacau.

Akibatnya, proses masuk ke fase tidur jadi nggak mulus dan hypnic jerk lebih mudah terjadi.

Baca juga: 3 Tips Menyikapi Kesehatan Mental yang Kamu Harus Tau!

Ilustrasi Hypnic Jerk atau Tersentak Saat Tidur. (Foto: Freepik @benzoix)

Apakah Hypnic Jerk Berbahaya?

Kabar baiknya, hypnic jerk bukan penyakit dan bukan gangguan saraf serius. Fenomena ini sangat umum dan bisa dialami oleh siapa saja, dari anak muda sampai orang tua.

Dalam banyak kasus, hypnic jerk hanya terjadi sesekali dan tidak berdampak jangka panjang.

Namun, kalau frekuensinya terlalu sering sampai bikin cemas berlebihan, takut tidur, atau kualitas tidur menurun drastis, kondisi ini perlu diperhatikan.

Bukan karena hypnic jerk-nya berbahaya, tapi karena efek lanjutan dari kurang tidur dan stres yang terus menumpuk.

Cara Mengurangi Hypnic Jerk Biar Tidur Lebih Nyenyak

Salah satu langkah paling efektif adalah mengelola stres. Luangkan waktu untuk menenangkan pikiran sebelum tidur.

Kamu bisa coba teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, meditasi ringan, stretching, atau sekadar membaca buku dengan suasana tenang.

Hindari scrolling media sosial terlalu lama karena justru bikin otak makin aktif.

Atur jadwal olahraga dengan bijak. Olahraga memang bagus, tapi sebaiknya dilakukan di pagi atau siang hari. Kalau ingin bergerak di malam hari, pilih aktivitas ringan seperti yoga atau jalan santai.

Perhatikan juga asupan kafein. Idealnya, hentikan konsumsi kopi, teh, atau minuman berkafein minimal enam jam sebelum tidur.

Tubuh setiap orang beda-beda, tapi makin sensitif kamu terhadap kafein, makin besar peluang hypnic jerk muncul.

Ciptakan suasana kamar yang mendukung tidur. Matikan lampu terang dan jauhkan ponsel atau laptop sebelum tidur.

Cahaya biru dari layar gadget bisa menghambat produksi melatonin, hormon yang membantu tubuh tertidur.

Semakin gelap dan tenang suasana kamar, semakin mudah tubuh masuk ke fase tidur yang nyaman.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Kalau hypnic jerk mulai terasa mengganggu secara mental, misalnya bikin kamu takut tidur, sering terbangun panik, atau disertai gejala lain seperti nyeri hebat dan kejang berulang, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Pemeriksaan lebih lanjut bisa membantu memastikan tidak ada gangguan lain yang memicu masalah tidur.

Baca juga: 9 Tips Jaga Kesehatan Mental Ibu Hamil, Jangan Disepelekan!

Ilustrasi Hypnic Jerk atau Tersentak Saat Tidur. (Foto: Freepik @benzoix)

Tersentak kaget saat mau tidur memang bikin kaget dan kadang bikin sebel, apalagi kalau terjadi berulang.

Tapi sekarang kamu sudah tahu bahwa hypnic jerk adalah fenomena alami yang umum terjadi dan bukan sesuatu yang berbahaya.

Dengan pola hidup yang lebih seimbang, manajemen stres yang baik, dan kebiasaan tidur yang sehat, frekuensinya bisa dikurangi.

Jadi, kalau nanti kamu tersentak lagi pas mau tidur, tarik napas dulu, tenangkan diri, dan ingat bahwa tubuhmu hanya sedang beradaptasi menuju istirahat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU