Jumat, 16 JANUARI 2026 • 18:05 WIB

Tren No-Poo, Keramas Tanpa Sampo, Benarkah Lebih Sehat?

Author

Sampo. (freepik.com) (freepik)

INDOZONE.ID - Pernah nggak Kamu scroll sosmed terus nemu tren keramas tanpa sampo? Ada yang bilang kalau itu lebih sehat buat kulit dan rambut. 

Tren ini makin viral karena banyak yang bilang kulit jadi lebih lembab, rambut lebih sehat, bahkan less chemicals, more natural. 

Tapi, benarkah tren ini didukung ilmu pengetahuan? Yuk kita bahas dari sisi scientific!

Apa Itu Tren Keramas Tanpa Sampo (No-Poo)?

Jadi, no-poo method itu intinya keramas tanpa pakai sampo biasa. 

Alih-alih pakai sampo komersial yang banyak bahan kimia, orang yang ikut tren ini biasanya cuma pakai air, atau bahan alami kayak cuka apel, baking soda, atau minyak kelapa buat bersihin rambut.

Baca juga: Kenapa Mimpi Bisa Terasa Nyata? Ini Penjelasan Ilmiah yang Jarang Diketahui

Tren ini mulai populer karena banyak orang makin sadar soal bahan kimia dan lingkungan. 

Para pengikut no-poo percaya kalau kulit kepala bisa mengatur minyaknya sendiri tanpa bantuan sampo.

Bahkan, no-poo kadang dianggap gaya hidup, lebih sedikit bahan kimia, lebih hemat, dan rambut jadi terasa lebih alami.

Ilmu di Balik Keramas Tanpa Sampo: Manfaat dan Risiko

Potensi Manfaat:

1. Keseimbangan Minyak Alami Rambut

Salah satu alasan orang coba no-poo adalah supaya rambut nggak kehilangan minyak alaminya (sebum). 

Baca juga: Buku 'Broken Strings' Aurelie Moeremans Bercerita tentang Apa? Ini Gambaran Lengkapnya

Kalau terlalu sering pakai sampo yang mengandung surfactant atau deterjen, sebum bisa hilang terlalu banyak, dan kulit kepala malah memproduksi minyak lebih banyak.

2. Mengurangi Paparan Bahan Kimia

Sampo biasa biasanya punya bahan kimia kayak sulfat atau parfum sintetis yang bisa bikin kulit kepala iritasi buat sebagian orang. 

Dengan berhenti pakai sampo, Kamu otomatis ngurangin paparan bahan kimia ini.

3. Hemat dan Ramah Lingkungan

Tanpa sampo, Kamu juga mengurangi sampah plastik dan konsumsi produk. 

Karena alasan ini, no-poo banyak digemari orang yang peduli sama lingkungan dan gaya hidup eco-friendly.

Baca juga: Panduan Ukuran Kertas Lengkap A4 sampai KTP Berdasarkan Standar ISO

Risiko dan Kekurangan yang Perlu Kamu Tahu

1. Masa “Transition Period” Bisa Berat

Kalau tiba-tiba berhenti pakai sampo, kulit kepala biasanya bereaksi dengan memproduksi minyak berlebihan selama beberapa minggu. 

Makanya banyak orang bilang rambutnya terlihat super berminyak di awal, sebelum sebum mulai stabil lagi.

2. Build-up dan Bau

Tanpa sampo, kotoran, debu, atau pun produk styling bisa menumpuk lebih cepat. 

Akibatnya, rambut bisa berbau atau bahkan jadi tempat bakteri berkembang.

Baca juga: Amalan Jumat Terakhir Bulan Rajab 16 Januari 2026, Lengkap dengan Keutamaannya

3. Tidak Cocok Buat Semua Orang

Setiap kulit kepala berbeda. Kalau Kamu punya kulit kepala yang sangat berminyak atau tinggal di daerah polusi tinggi, no-poo justru bisa menambah masalah di kulit kepala.

4. Belum Ada Bukti Ilmiah Kuat

Sampai sekarang, klaim bahwa rambut jadi lebih sehat secara ilmiah belum didukung penelitian besar. 

Sebagian besar bukti cuma berasal dari pengalaman pribadi orang-orang yang mencoba metode ini.

Pandangan Ilmiah dan Microbiome Kulit

Kalau dilihat dari sisi science terbaru, kulit dan kulit kepala punya komunitas mikroba sendiri yang disebut microbiome. 

Baca juga: 35 Ucapan Isra Miraj 2026 Penuh Doa, Hikmah, dan Keberkahan

Kalau kita terlalu sering pakai shampoo keras, keseimbangan mikroba ini bisa terganggu dan justru bikin kulit kering, iritasi, atau ruam.

Konsepnya mirip seperti gut microbiome, ada “bakteri baik” yang bantu kulit tetap sehat. Jadi kalau mandi atau keramas terlalu agresif, kita sebenarnya mengganggu pertahanan alami tubuh sendiri.

Harus Coba atau Nggak Keramas Tanpa Sampo (No-Poo)?

Boleh banget dicoba, apalagi kalau Kamu ingin mengurangi bahan kimia dan bikin rambut lebih alami. 

Tapi jangan kaget kalau awal-awal rambut terlihat lepek atau berminyak, itu normal karena kulit kepala sedang menyesuaikan diri. 

Baca juga: Nemawashi, Cara Jepang "Menyingkirkan" Pohon untuk Ruang Pembangunan

Kalau Kamu punya kulit kepala sensitif atau kondisi seperti seborrhoeic dermatitis, sebaiknya konsultasi dulu ke dermatolog sebelum mencoba.

Intinya, kesehatan tubuh bukan soal tren, tapi soal apa yang paling cocok buat Kamu. 

Yang paling penting adalah kenali tipe kulit dan kebutuhanmu, lalu pilih rutinitas mandi dan keramas yang paling sesuai!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU