Jumat, 23 JANUARI 2026 • 12:15 WIB

Waspada! Ini Risiko Akibat Sering Panasin Makanan Berulang Kali

Author

Ilustrasi makanan dalam bekal (freepik)

INDOZONE.ID - Konsumsi makanan emang pasnya itu ketika masih hangat, rasanya akan seperti enak dibandingkan dalam kondisi dingin.

Sebab itu, memanaskan kembali makanan yang sudah dingin menjadi hal lumrah supaya tetap enak rasanya. 

Namun, tahukah kamu bahwa makanan yang sering dipanaskan ternyata bisa merusak gizi di dalamnya.

Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, mengungkapkan bahwa beberapa makanan tidak boleh dipanaskan berulang. Ini bisa merusak kandungan gizi yang ada di dalam makanan tersebut.

“Kalau makanan itu sebelumnya telah diolah dengan suhu yang tinggi, itu sudah tidak bisa dipanaskan ulang karena akan makin terjadi pengurangan zat gizi, kerusakan zat gizi, dan juga pembentukan zat-zat baru, misalnya zat yang bersifat karsinogenik atau tingkat lemaknya menjadi sangat jenuh,” kata Rita, dikutip ANTARA.

Baca juga: Mengenal Macam-Macam Dokter Spesialis dan Perannya dalam Dunia Kesehatan

Rita menyebut, sebenarnya makanan yang dihangatkan itu tidak langsung merusak kandungan gizi.

Namun, jika dipanaskan mencapai titik didih dalam waktu lama, dapat merusak zat gizi yang ada.

Menurutnya, makanan yang dipanaskan dengan cara menggoreng ulang bisa menurunkan zat gizi dan pembentukan senyawa lain. Kondisi ini dapat berisiko pada kesehatan.

Oleh karena itu, perlu juga diperhatikan pengolahan makanan dengan suhu tinggi, apalagi metode deep frying yang minyaknya digunakan berulang.

“Kalau hanya dihangatkan sampai suhu 60 derajat, itu sama sekali tidak merusak atau kalaupun dipanaskan sampai titik didih itu tidak dalam waktu yang lama. Kalau makanan digoreng kedua kali, itu sudah berisiko untuk kehilangan zat gizi,” pungkasnya.

Baca juga: 6 Tips Mencegah Maag Kambuh saat Puasa agar Perut Tetap Nyaman

Sementara itu, Rita menyarankan agar makanan yang dibakar tidak perlu dipanaskan ulang.

Hal ini disebabkan karena makanan itu terpapar panas tinggi sejak awal. Selain itu, ia juga menyarankan untuk tidak memanaskan makanan olahan, seperti sosis, kornet, atau lainnya.

Makanan lain yang disarankan untuk tidak dipanaskan yaitu, segala bentuk yang mengandung nitrat.

Jika kandungan ini dipanaskan, akan berubah jadi nitrit yang membahayakan kesehatan.

“Nitrat jika dipanaskan bisa berubah menjadi nitrit itu bersifat sangat jelek untuk pembuluh darah dan bersifat karsinogenik. Contohnya bayam, kale, atau sayuran hijau pada umumnya. Pada kentang juga tinggi nitratnya,” imbuh dia.

Untuk makanan berprotein tinggi, Rita menyebut, masih bisa dipanaskan selama tidak menggunakan suhu tinggi.

Sebaliknya, jika makanan tersebut memiliki kandungan protein hewani, seperti telur ceplok, disarankan untuk tidak dipanaskan. 

Baca juga: Menkes Dorong Gaya Hidup Sehat Lewat Teladan, Contoh Lebih Efektif dari Menghukum

“Tapi kalau misalnya telurnya cuma orak-arik dengan suhu kecil. Nah kalau dipanaskan sebentar orak-arik itu tidak ada masalah. Atau telur rebus dihangatkan sebentar telurnya juga itu tidak masalah gitu ya. Nah kira-kira seperti itu gambarannya,” ujar Rita.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU