Selasa, 17 FEBRUARI 2026 • 13:26 WIB

Sering Dikira Deg-degan Biasa, Kenali Gejala Awam Penyakit Gangguan Irama Jantung

Author

 Spesialis Jantung Eka Hospital MT Haryono dr. Ignatius Yansen Ng, Sp.JP (K), FIHA, FAsCC, FAPSC menjelaskan tentang gejala awam aritmia atau gangguan irama jantung. (Foto: Dewi Kania/Z Creators)

INDOZONE.ID - Banyak orang yang tak sadar tentang penyakit gangguan irama jantung

Padahal di Indonesia ini termasuk salah satu penyakit yang banyak dialami masyarakat terutama ketika memasuki usia lansia.

Spesialis Jantung Eka Hospital MT Haryono dr. Ignatius Yansen Ng, Sp.JP (K), FIHA, FAsCC, FAPSC menjelaskan, gangguan irama jantung atau atrial fibrilasi akan cepat muncul kalau seseorang punya darah tinggi, diabetes, Obstructive Sleep Apnea (OSA), merokok, minum alkohol, juga obesitas.

“Sayangnya sebagian besar tidak tahu. Makanya kalau di Indonesia, kita kenalkan gerakan menari atau meraba nadi sendiri. Karena itu penting untuk tahu denyut kita itu teratur atau tidak,” ujar dr Yansen dalam acara Pengenalan AF Clinic Eka Hospital MT Haryono, baru-baru ini.

Baca juga: Kemensos: Lebih dari 40 Ribu Peserta PBI JKN Ajukan Reaktivasi

Bahkan dari beberapa pasien dr Yansen, tidak banyak yang tahu tentang penyakit atrial fiblirasi ini. Orang biasa mengira kalau dia cuma mengalami deg-degan biasa.

“Jadi pas baru ketemu saya mereka baru tahu, oh ternyata ada ya dok yang namanya gangguan irama jantung. Karena dulu saya pikir saya cuma deg-degan biasa,” bebernya.

Terlebih jika seseorang sudah memasuki usia lansia, gangguan irama jantung ini akan mudah menyerang. Ketika mengalami tanda-tandanya sebaiknya jangan abai. 

“Pada orang yang sudah di atas 70 tahun, jadi cepat capek, banyak yang berpikir itu hal yang biasa. Ternyata enggak, karena baterai jantungnya sudah soak, sehingga denyutnya dia jadi turun.

Baca juga: Dinkes DKI: 93 Persen Warga Jakarta Kurang Aktivitas Fisik

Risiko Gagal Jantung dan Stroke

Karena ada gangguan irama jantung, dr Yansen menyebut bahwa pasien akan berisiko 5-6 kali lipat lebih tinggi mengalami risiko gagal jantung, jika dibandingkan pasien-pasien yang tanpa atrial fibrilasi. 

Makanya, semakin dini ditangani gangguan irama jantung ini akan semakin baik.

“Yang ditakutkan lagi adalah stroke. Karena stroke itu adalah sesuatu yang mungkin susah dikembalikan. Apalagi kalau stroke-nya luas. Stroke-nya terutama emboli. Jadi karena gumpalan itu lepas, gumpalannya nyumbat ke otak, itu bisa terjadi kerusakan otak yang sangat luas. Jadi harus hati-hati dan cegah,” kata dr Yansen.

Baca juga: Gluten Free Lagi Hype! Tapi Emang Lebih Sehat atau Cuma Tren?

Gejala Awam Atrial Fibrilasi

Pada kesempatan ini, Spesialis Jantung dr. Hendyono Lim, Sp.JP, FIHA juga mengungkap gejala-gejala yang sering dialami seseorang saat menderita gangguan irama jantung. 

Pasien datang dengan berbagai keluhan yang sangat bervariasi. 

”Sampai keluhan berdebar. Bahkan ada yang pusing, tegang, sampai pingsan. Atau bahkan ada juga yang tidak ada keluhannya. Karena dia sangat-sangat tidak beraturan dan sangat cepat,” bebernya.

Cara Penanganan Atrial Fibrilasi 

Penanganan atrial fibrilasi ini harus ditangani secara tepat. 

Salah satu teknologi terkini yang sering digunakan dokter adalah Pulsed Field Ablation (PFA) sebagai metode ablasi kateter yang aman dalam penanganan aritmia.

Baca juga: BRIN Ingatkan Risiko Kesehatan Kronis akibat Pencemaran Sungai Cisadane

Dijelaskan lebih lanjut, PFA merupakan teknik ablasi terbaru yang menggunakan energi listrik bertegangan tinggi dengan mekanisme electroporation selektif untuk menargetkan jaringan jantung penyebab gangguan irama. 

Dibandingkan metode ablasi konvensional berbasis panas (radiofrequency) atau dingin (cryoablation), PFA memiliki keunggulan antara lain lebih selektif pada jaringan jantung yang ditargetkan. 

Risiko cedera pada jaringan sekitar lebih minimal, serta prosedur lebih cepat dan efisien.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU