INDOZONE.ID - Bagi sebagian orang, mudik memang momen yang ditunggu-tunggu, tapi perjalanan panjang bisa jadi tantangan serius untuk tubuhmu.
Banyak orang terlalu fokus menyiapkan tiket dan oleh-oleh, sampai lupa memastikan kondisi kesehatan sendiri.
Padahal, satu masalah kecil yang diabaikan bisa berubah jadi gangguan besar di tengah jalan.
Supaya perjalanan tetap aman dan nyaman, yuk cek dulu daftar kesehatan penting yang wajib kamu periksa sebelum berangkat dibawah ini.
Kenapa Cek Kesehatan Penting Sebelum Mudik?
Mudik sering kali identik dengan perjalanan panjang, macet, kurang tidur, dan perubahan pola makan. Dalam kondisi seperti ini, tubuh dipaksa bekerja lebih keras dari biasanya.
Kalau sebelumnya sudah ada keluhan kesehatan yang belum terkontrol, risiko kambuh di perjalanan jadi lebih besar.
Itulah kenapa cek kesehatan sebelum mudik bukan sekadar formalitas, tapi bentuk persiapan agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Baca juga: 5 Tips Mudik Nyaman bagi Penderita Asam Urat, Apa Saja Ya?
Lebih dari itu menurut Kementerian Kesehatan RI, kondisi fisik yang prima sangat penting untuk mencegah risiko gangguan kesehatan selama arus mudik, terutama bagi pengemudi dan penumpang dengan riwayat penyakit tertentu, seperti diabetes.
Pemeriksaan sederhana ini dapat membantu mendeteksi risiko sejak awal. Dengan begitu, kamu bisa mengambil langkah pencegahan sebelum berangkat.
Pemeriksaan yang Disarankan Sebelum Perjalanan Jauh
Sebelum berangkat mudik atau perjalanan jauh, ada baiknya kamu memastikan kondisi tubuh benar-benar siap. Berikut beberapa pemeriksaan yang sebaiknya kamu lakukan:
Cek kolesterol
Hal ini untuk memastikan kadarnya tetap di bawah 200 mg/dL agar terhindar dari risiko nyeri dada, pusing, atau kelelahan saat bepergian.
Cek asam urat
Agar kadar tetap terkontrol (pria 3,4–7,0 mg/dL dan wanita 2,4–6,0 mg/dL) sehingga perjalanan tidak terganggu nyeri sendi mendadak.
Cek tekanan darah
Untuk memastikan tetap berada di kisaran normal, yaitu di bawah 120/80 mmHg pada orang dewasa.
Cek gula darah
Pemeriksaan ini bermanfaat terutama bagi penderita diabetes, dengan target gula puasa 70–100 mg/dL dan dua jam setelah makan di bawah 140 mg/dL
Periksa kembali obat pribadi dan travel kit
agar semua kebutuhan medis tersedia selama perjalanan.
Kelompok yang Wajib Lebih Waspada saat Mudik
Perlu diketahui, tidak semua orang memiliki risiko kesehatan yang sama saat mudik.
Jadi yang perlu diperhatikan khusus adalah lansia, ibu hamil, anak-anak, serta penderita penyakit kronis seperti jantung, diabetes, atau gangguan pernapasan, termasuk kelompok yang perlu perhatian ekstra.
Hal ini dikarenakan sistem tubuh mereka cenderung lebih rentan terhadap kelelahan dan perubahan kondisi lingkungan. Oleh karena itu, persiapan sebelum berangkat harus lebih matang.
Tips Menjaga Kondisi Tubuh Selama Perjalanan
Menjaga kondisi tubuh selama mudik sebenarnya bisa dimulai dari hal-hal sederhana.
Pastikan kamu cukup tidur sebelum berangkat agar tubuh tidak memulai perjalanan dalam keadaan lelah.
Baca juga: 10 Tips Atasi Mabuk Perjalanan Saat Mudik: Simak Penyebab dan Cara Mengatasinya!
Minum air putih secara teratur untuk mencegah dehidrasi, terutama jika perjalanan memakan waktu berjam-jam.
Jangan lupa konsumsi makanan yang seimbang dan hindari terlalu banyak makanan tinggi gula atau lemak.
Jika menggunakan kendaraan pribadi, usahakan kamu berhenti setiap 2-4 jam untuk peregangan ringan.
Selain itu, disarankan juga tetap aktif bergerak selama perjalanan jauh untuk menjaga kebugaran tubuh. Hal kecil seperti ini bisa membuat perjalanan terasa jauh lebih nyaman.
Tanda Kondisi Tubuh Tidak Siap untuk Mudik
Kadang tubuh sebenarnya sudah memberi sinyal sebelum berangkat. Jika kamu sedang demam, pusing berat, tekanan darah tidak stabil, atau gula darah sulit terkontrol, sebaiknya tunda perjalanan.
Memaksakan diri mudik dalam kondisi tidak fit bisa memperburuk keadaan di tengah perjalanan. Risiko kecelakaan pun bisa meningkat jika pengemudi tidak dalam kondisi prima.
Menurut berbagai panduan kesehatan perjalanan, kondisi tubuh yang tidak stabil sebaiknya ditangani terlebih dahulu sebelum bepergian jauh.
Jadi dengarkan sinyal tubuh dan jangan abaikan gejala yang terasa tidak biasa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mendistra Hospital