Senin, 02 MARET 2026 • 18:30 WIB

Puasa Tetap Aman! Cara Simpel Redakan Rasa Panas di Dada Akibat Asam Lambung

Author

ilustrasi nahan gerd saat puasa (freepik)

INDOZONE.ID - Rasa panas di dada saat puasa sering bikin aktivitas terganggu, bahkan bisa membuat ibadah jadi kurang fokus. Keluhan ini biasanya muncul karena pola makan yang berubah drastis selama Ramadan, mulai dari jam makan yang tidak biasa hingga pilihan menu berbuka yang kurang ramah untuk lambung. Kabar baiknya, kondisi ini bisa dikendalikan tanpa harus menghentikan puasa.

Kenapa Dada Bisa Terasa Panas Saat Puasa?

Sensasi panas di dada terjadi ketika cairan asam dari lambung naik ke saluran kerongkongan. Penyebab utamanya adalah katup lambung yang tidak bekerja optimal, sehingga asam mudah naik ke atas. Gejalanya bisa berupa perih di ulu hati, dada terasa terbakar, sampai rasa asam di tenggorokan, terutama setelah makan atau saat tubuh dalam posisi rebahan.

Baca juga: Punya Asam Lambung Tapi Ingin Puasa? Ini Cara Aman Menjalani Puasa Ramadan

Trik Jitu Mengendalikan Asam Lambung Selama Ramadan

Puasa tetap bisa dijalani dengan nyaman asalkan kamu lebih cermat mengatur kebiasaan sehari-hari. Berikut langkah praktis yang bisa langsung diterapkan:

  • Kurangi konsumsi pemicu asam lambung: beberapa makanan dan minuman dikenal bisa memperparah keluhan, seperti kopi, teh berkafein, cokelat, makanan pedas dan berlemak, minuman bersoda, daun mint, serta tomat dan olahannya. Sebagai gantinya, pastikan asupan air putih cukup saat sahur dan berbuka.
  • Jangan kalap saat berbuka: perut yang kosong seharian sebaiknya “dipanaskan” dulu dengan menu ringan. Buah, sayuran, atau makanan berserat bisa jadi pilihan awal sebelum menyantap hidangan utama. Porsi besar dan karbohidrat sederhana sebaiknya tidak langsung dilahap sekaligus.
  • Jaga posisi tubuh setelah makan: langsung rebahan setelah berbuka adalah kebiasaan yang perlu dihindari. Beri jeda sekitar 2–3 jam sebelum berbaring. Jika ingin istirahat, posisikan kepala sedikit lebih tinggi agar asam lambung tidak mudah naik.
  • Minum air dengan cara yang tepat: meneguk air terlalu banyak sekaligus saat makan bisa memicu rasa tidak nyaman. Lebih baik minum sedikit demi sedikit, tetapi rutin, agar lambung tidak kaget.
  • Hindari mulut kering: air liur berperan menetralkan asam. Mengunyah permen karet bebas gula bisa membantu merangsang produksi air liur dan mengurangi sensasi panas di dada.
  • Terapkan kebiasaan hidup lebih sehat: berhenti merokok, bernapas lebih tenang, mengenakan pakaian longgar, serta menjaga berat badan ideal bisa membantu menurunkan tekanan pada lambung dan mencegah asam naik.

Baca juga: Kenapa Asam Lambung Tiba-tiba Kambuh dan Tak Kunjung Usai? Ternyata Ada Kaitannya dengan Stres

Dengan penyesuaian sederhana namun konsisten, rasa panas di dada akibat asam lambung bisa ditekan selama Ramadan. Hasilnya, puasa terasa lebih nyaman, tubuh tetap fit, dan ibadah pun bisa dijalani dengan lebih khusyuk.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kuludonline.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU