Jumat, 13 MARET 2026 • 11:12 WIB

12 Buah dan Sayuran dengan Kandungan Pestisida Tertinggi, Banyak Dikonsumsi Masyarakat!

Author

Ilustrasi buah dan sayur. (FREEPIK/sommail)

INDOZONE.ID - Buah dan sayuran dikenal sebagai sumber nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh setiap hari. 

Namun di balik manfaatnya, sebagian buah dan sayuran ternyata dapat mengandung residu pestisida dari proses budidaya di pertanian. Bahan kimia ini umumnya digunakan untuk melindungi tanaman dari hama dan penyakit. 

Meski bermanfaat bagi petani untuk menjaga hasil panen, sisa pestisida yang menempel pada produk segar bisa tetap terbawa hingga sampai ke tangan konsumen.

Sebuah lembaga nirlaba di Amerika Serikat, Environmental Working Group, secara rutin merilis daftar tahunan yang dikenal dengan sebutan Dirty Dozen. Daftar ini memuat 12 jenis buah dan sayuran dengan kadar residu pestisida tertinggi berdasarkan pengujian puluhan ribu sampel. Berikut diantaranya.

Baca juga: 8 Buah yang Dapat Membantu Menurunkan Sel Darah Putih

Daftar 12 Buah dan Sayuran dengan Residu Pestisida Tertinggi

Ilustrasi buah dan sayuran. (healthline.com)

Berikut ini adalah beberapa jenis buah dan sayuran yang termasuk dalam daftar Dirty Dozen, yaitu produk dengan tingkat residu pestisida paling tinggi berdasarkan hasil penelitian EWG.

1. Stroberi

Stroberi berada di posisi teratas dalam daftar buah dengan residu pestisida paling tinggi. Dalam hasil pengujian, hampir 30% sampel stroberi ditemukan mengandung lebih dari 10 jenis pestisida berbeda.

Buah ini memiliki kulit yang lembut dan tipis sehingga bahan kimia lebih mudah menempel. Selain itu, stroberi sering disemprot pestisida selama proses budidaya untuk mencegah serangan jamur dan serangga.

Karena sifatnya yang mudah rusak, banyak petani juga menggunakan pestisida untuk menjaga kualitas buah hingga masa panen.

2. Bayam

Sayuran hijau ini dikenal sangat bergizi karena kaya zat besi, vitamin A, dan antioksidan. Namun bayam juga termasuk dalam daftar sayuran dengan residu pestisida tinggi.

Dalam penelitian tersebut, sekitar 76% sampel bayam terdeteksi mengandung pestisida. Beberapa di antaranya termasuk insektisida yang bersifat neurotoksik seperti permetrin.

Hal ini membuat bayam perlu dicuci secara menyeluruh sebelum dikonsumsi, terutama jika dimakan mentah dalam salad.

Baca juga: 7 Buah Pereda Sakit Gigi yang Mudah Dicari, Alami, dan Bikin Lebih Nyaman

3. Kale, Sawi, dan Sawi Hijau

Kelompok sayuran hijau seperti kale, sawi, dan sawi hijau juga memiliki tingkat kontaminasi pestisida cukup tinggi.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa sekitar 86% sampel sayuran tersebut mengandung dua atau lebih jenis residu pestisida. Tanaman ini sering menjadi target serangan serangga sehingga penggunaan pestisida relatif intensif.

Walaupun demikian, sayuran ini tetap kaya nutrisi dan baik untuk kesehatan jika dikonsumsi dengan cara yang aman.

4. Persik

Buah persik termasuk dalam daftar buah yang memiliki tingkat residu pestisida sangat tinggi.

Penelitian menemukan bahwa sekitar 99% sampel persik mengandung pestisida, dan 65% di antaranya mengandung lebih dari empat jenis pestisida berbeda.

Kulit persik yang tipis membuat bahan kimia mudah menempel dan sulit dihilangkan jika tidak dicuci dengan benar.

5. Pir

Pir merupakan buah yang banyak dikonsumsi karena rasanya manis dan teksturnya lembut. Namun dari hasil pengujian, sekitar 63% sampel pir ditemukan mengandung residu dari lima jenis pestisida.

Pestisida tersebut biasanya digunakan untuk mencegah serangan serangga yang dapat merusak buah saat masih berada di pohon.

6. Nektarin

Nektarin adalah buah yang masih satu keluarga dengan persik dan memiliki karakteristik serupa.

Dalam penelitian tersebut, sekitar 94% sampel nektarin terdeteksi mengandung pestisida. Bahkan ada satu sampel yang ditemukan memiliki lebih dari 15 jenis pestisida sekaligus.

Temuan ini menunjukkan bahwa buah tersebut sangat rentan terhadap penggunaan bahan kimia selama proses budidaya.

7. Apel

Apel merupakan salah satu buah paling populer di dunia dan sering dikonsumsi setiap hari. Namun penelitian menemukan bahwa sekitar 90% sampel apel mengandung pestisida.

Salah satu bahan kimia yang ditemukan adalah difenilamin, zat yang telah dilarang penggunaannya di beberapa negara Eropa karena dianggap berpotensi berbahaya.

8. Anggur

Anggur juga termasuk buah dengan tingkat residu pestisida tinggi. Dari hasil penelitian, sekitar 96% sampel anggur mengandung pestisida.

Karena ukuran buahnya kecil dan biasanya dikonsumsi langsung tanpa dikupas, penting untuk mencuci anggur secara menyeluruh sebelum dimakan.

9. Paprika dan Cabai

Paprika dan cabai memang memiliki jumlah residu yang lebih sedikit dibanding beberapa buah lain dalam daftar ini.

Namun jenis pestisida yang ditemukan pada kedua sayuran tersebut cenderung lebih beracun. Oleh karena itu, proses pencucian yang benar sangat penting untuk mengurangi risiko paparan bahan kimia.

10. Ceri

Ceri termasuk buah yang sering ditemukan memiliki residu pestisida dalam jumlah cukup banyak.

Rata-rata ditemukan sekitar lima jenis residu pestisida pada sampel ceri. Salah satunya adalah iprodione, bahan kimia yang telah dilarang penggunaannya di Eropa.

11. Blueberry

Blueberry dikenal sebagai buah superfood karena kaya antioksidan. Namun hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 90% sampel blueberry mengandung pestisida.

Sebagian besar sampel bahkan mengandung lebih dari dua jenis residu pestisida sekaligus.

12. Kacang Hijau

Kacang hijau juga termasuk dalam daftar sayuran dengan residu pestisida tinggi.

Sekitar 90% sampel kacang hijau positif mengandung pestisida, termasuk bahan kimia bernama asefat yang telah dilarang oleh Environmental Protection Agency sejak tahun 2011.

Dampak Pestisida terhadap Kesehatan

Paparan pestisida dapat menimbulkan berbagai efek kesehatan, terutama jika terjadi secara terus-menerus dalam jangka panjang.

Beberapa dampak jangka pendek yang mungkin terjadi antara lain:

- Iritasi pada kulit
- Gangguan pernapasan
- Mual dan muntah
- Pusing

Sementara itu, paparan jangka panjang dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis, seperti:

- kanker
- gangguan saraf termasuk Parkinson
- masalah kesuburan dan reproduksi
- gangguan sistem hormon

Karena itulah penting untuk meminimalkan paparan bahan kimia dari makanan sehari-hari.

Cara Mengurangi Paparan Pestisida dari Buah dan Sayuran

Meskipun daftar Dirty Dozen menunjukkan adanya residu pestisida pada sejumlah produk segar, para ahli tetap menekankan bahwa konsumsi buah dan sayuran tidak boleh dihentikan. Ada beberapa cara sederhana untuk mengurangi risiko paparan bahan kimia tersebut.

1. Mencuci dengan Air Mengalir

Langkah paling dasar adalah mencuci buah dan sayuran menggunakan air mengalir selama beberapa menit. Cara ini dapat membantu menghilangkan sebagian residu pestisida di permukaan.

2. Merendam dengan Larutan Garam

Merendam buah atau sayur dalam larutan air garam selama beberapa menit dapat membantu melarutkan residu pestisida yang menempel.

3. Menggunakan Larutan Soda Kue

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa merendam produk segar dalam larutan soda kue juga efektif untuk membantu membersihkan sisa pestisida.
4. Mengupas Kulit Buah

Jika memungkinkan, mengupas kulit buah dapat mengurangi jumlah residu pestisida yang ikut dikonsumsi.

5. Memilih Produk Organik

Produk pertanian organik biasanya ditanam tanpa menggunakan pestisida sintetis. Meski harganya lebih mahal, pilihan ini bisa menjadi alternatif untuk mengurangi paparan bahan kimia.

Buah dan sayuran tetap menjadi bagian penting dari pola makan sehat karena kaya akan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Namun penelitian dari Environmental Working Group menunjukkan bahwa beberapa jenis produk segar memiliki tingkat residu pestisida yang cukup tinggi.

Daftar Dirty Dozen mengungkap 12 buah dan sayuran yang paling sering terdeteksi mengandung pestisida, seperti stroberi, bayam, apel, anggur, hingga blueberry. Meski demikian, hal ini tidak berarti masyarakat harus menghindari konsumsi makanan tersebut.

Langkah sederhana seperti mencuci dengan air mengalir, merendam dengan larutan garam atau soda kue, serta memilih produk organik dapat membantu mengurangi paparan residu kimia.

Dengan tetap menjaga kebersihan makanan dan pola makan seimbang, manfaat nutrisi dari buah dan sayuran tetap dapat diperoleh tanpa harus khawatir berlebihan terhadap risiko pestisida.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Timesofindia.indiatimes.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU