Jumat, 13 MARET 2026 • 14:30 WIB

9 Tanda Tubuh Kekurangan Kalium yang Tidak Boleh Diabaikan, Waspada!

Author

Ilustrasi lelah terus menerus (Freepik)

INDOZONE.ID - Kalium merupakan salah satu mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi vital. 

Sayangnya, tubuh manusia tidak mampu memproduksi kalium sendiri. Apabila asupan kalium tidak mencukupi, seseorang dapat mengalami kondisi yang disebut hipokalemia atau kekurangan kalium.

Berikut ini adalah beberapa tanda kekurangan kalium yang perlu diwaspadai karena dapat menjadi sinyal bahwa tubuh sedang mengalami gangguan keseimbangan mineral.

Baca juga: Ini Tanda-tandanya Kamu Kekurangan Vitamin D dan Kenali Faktor Risikonya

Ciri-ciri Kekurangan Kalium

Ilustrasi kram otot (insider.com)

1. Tubuh Mudah Lelah dan Terasa Lemah

Salah satu gejala awal yang sering muncul ketika tubuh kekurangan kalium adalah rasa lelah yang berlebihan. Seseorang mungkin merasa cepat kehabisan energi meskipun tidak melakukan aktivitas berat.

Hal ini terjadi karena kalium memiliki peran penting dalam membantu kerja otot dan sel tubuh dalam menghasilkan energi. Ketika kadar kalium dalam tubuh rendah, proses metabolisme energi menjadi kurang optimal. Akibatnya, tubuh akan terasa lemas dan tidak bertenaga.

Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kekurangan kalium dapat memengaruhi produksi insulin. Insulin adalah hormon yang membantu tubuh memanfaatkan glukosa atau gula darah sebagai sumber energi.

Jika produksi insulin terganggu, tubuh akan kesulitan mengolah glukosa dengan baik, sehingga energi yang dihasilkan menjadi lebih sedikit.

Kondisi ini biasanya terasa lebih berat pada orang yang memiliki penyakit tertentu seperti diabetes. Mereka dapat mengalami penurunan energi yang cukup signifikan apabila kadar kalium dalam tubuh tidak mencukupi.

Baca juga: Cek 15 Tanda Penting Tubuhmu Kekurangan Vitamin C Sebelum Terlambat, Jangan Anggap Remeh!

2. Kram Otot yang Sering Terjadi

Kram otot merupakan kondisi ketika otot berkontraksi secara tiba-tiba dan tidak terkendali. Biasanya, kram berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit dan dapat menimbulkan rasa nyeri yang cukup mengganggu.

Kondisi ini dapat menjadi salah satu tanda bahwa tubuh kekurangan kalium. Mineral ini berperan penting dalam mengatur proses kontraksi dan relaksasi otot. Jika kadar kalium terlalu rendah, otot akan mengalami kesulitan untuk mengatur kontraksi dengan baik.

Akibatnya, otot bisa lebih mudah menegang secara tiba-tiba dan menimbulkan kram. Bagian tubuh yang paling sering mengalami kram akibat kekurangan kalium adalah kaki, terutama pada bagian betis.

Selain kekurangan kalium, kram otot juga bisa disebabkan oleh dehidrasi, kelelahan fisik, atau kurangnya mineral lain seperti magnesium dan kalsium. Namun jika kram terjadi cukup sering, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan.

3. Pusing dan Kepala Terasa Ringan

Pusing merupakan gejala lain yang cukup umum terjadi ketika tubuh mengalami kekurangan kalium. Keluhan ini biasanya muncul karena gangguan keseimbangan elektrolit dalam tubuh.

Elektrolit seperti kalium berperan dalam menjaga fungsi saraf dan aliran darah ke otak. Jika kadar kalium menurun, sistem saraf tidak dapat bekerja secara optimal sehingga dapat memicu sensasi pusing atau kepala terasa ringan.

Selain itu, kekurangan kalium juga sering terjadi bersamaan dengan dehidrasi. Ketika tubuh kekurangan cairan dan elektrolit, tekanan darah dapat menurun dan aliran darah ke otak menjadi tidak stabil. Kondisi inilah yang sering memicu rasa pusing.

Jika pusing terjadi berulang kali disertai dengan rasa lemah atau jantung berdebar, sebaiknya kondisi tersebut segera diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.

4. Lebih Sering Buang Air Kecil

Frekuensi buang air kecil setiap orang dapat berbeda-beda, tergantung pada jumlah cairan yang dikonsumsi serta kondisi kesehatan masing-masing. Namun secara umum, seseorang biasanya buang air kecil sekitar enam hingga tujuh kali dalam sehari.

Jika frekuensi buang air kecil meningkat secara signifikan tanpa sebab yang jelas, hal ini bisa menjadi tanda kekurangan kalium. Kondisi tersebut terjadi karena kalium memiliki peran penting dalam membantu fungsi ginjal mengatur keseimbangan cairan tubuh.

Ketika kadar kalium rendah, kemampuan ginjal dalam mengolah dan menyaring urine dapat terganggu. Akibatnya, produksi urine menjadi lebih banyak dan seseorang akan lebih sering buang air kecil.

Keluhan ini bisa terjadi kapan saja, baik pada siang hari maupun malam hari. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga dapat menyebabkan seseorang terbangun di malam hari untuk buang air kecil.

5. Gangguan pada Sistem Pencernaan

Kalium tidak hanya berperan dalam menjaga fungsi otot rangka, tetapi juga membantu kerja otot di saluran pencernaan. Otot-otot ini bertugas menggerakkan makanan dari lambung menuju usus hingga akhirnya dikeluarkan dari tubuh.

Jika kadar kalium dalam tubuh terlalu rendah, kontraksi otot pada saluran pencernaan bisa menjadi lebih lemah. Hal ini dapat memperlambat pergerakan makanan di dalam sistem pencernaan.

Akibatnya, seseorang dapat mengalami berbagai gangguan pencernaan seperti perut terasa kembung, sembelit, atau rasa tidak nyaman di perut. Pada beberapa kasus, kekurangan kalium juga dapat menyebabkan penurunan nafsu makan.

Jika kondisi ini terjadi dalam jangka waktu lama, proses pencernaan yang terganggu dapat memengaruhi penyerapan nutrisi dalam tubuh.

6. Kesemutan atau Mati Rasa

Kesemutan adalah sensasi seperti tertusuk-tusuk atau mati rasa pada bagian tubuh tertentu. Gejala ini sering kali muncul pada tangan, lengan, kaki, atau tungkai.

Kondisi ini dapat terjadi ketika kadar kalium dalam tubuh menurun. Hal tersebut karena kalium memiliki peran penting dalam menjaga fungsi sistem saraf.

Ketika kadar kalium tidak mencukupi, sinyal listrik yang dikirimkan oleh saraf menjadi terganggu. Akibatnya, muncul sensasi kesemutan atau mati rasa pada bagian tubuh tertentu.

Meskipun demikian, kesemutan tidak selalu disebabkan oleh kekurangan kalium. Gejala ini juga dapat dipicu oleh kondisi lain seperti kekurangan vitamin B kompleks, gangguan saraf, atau diabetes yang tidak terkontrol.

Oleh karena itu, penting untuk memeriksa kondisi kesehatan secara menyeluruh jika kesemutan terjadi secara terus-menerus.

7. Detak Jantung Tidak Teratur

Kalium memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga fungsi jantung. Mineral ini membantu mengatur sinyal listrik yang mengontrol irama detak jantung.

Jika kadar kalium dalam tubuh terlalu rendah, sinyal listrik pada jantung dapat terganggu sehingga memicu gangguan irama jantung yang dikenal sebagai aritmia.

Gejala aritmia dapat berupa jantung berdebar-debar, detak jantung terasa tidak stabil, atau detak yang terlalu cepat maupun terlalu lambat. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di dada.

Gangguan irama jantung akibat kekurangan kalium tidak boleh dianggap sepele. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan jantung dalam memompa darah secara optimal.

8. Tekanan Darah Tinggi

Selain memengaruhi fungsi jantung, kalium juga memiliki peran penting dalam menjaga tekanan darah tetap stabil. Mineral ini membantu tubuh mengurangi kadar natrium atau garam yang berlebih dalam darah.

Ketika tubuh kekurangan kalium, natrium dapat menumpuk dalam aliran darah. Penumpukan natrium ini menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga volume darah meningkat.

Peningkatan volume darah membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, tekanan darah dapat meningkat dan memicu hipertensi.

Jika kondisi ini terjadi dalam jangka waktu lama, risiko penyakit jantung dan stroke juga dapat meningkat.

9. Pingsan

Pingsan merupakan salah satu gejala kekurangan kalium yang tergolong cukup serius. Kondisi ini biasanya terjadi ketika hipokalemia sudah berada pada tingkat yang berat.

Pingsan dapat disebabkan oleh berbagai komplikasi akibat kekurangan kalium, seperti gangguan irama jantung, dehidrasi berat, atau gangguan fungsi ginjal.

Ketika tubuh tidak mampu mempertahankan tekanan darah dan aliran darah ke otak, seseorang bisa kehilangan kesadaran secara tiba-tiba. Jika hal ini terjadi, penanganan medis perlu dilakukan sesegera mungkin.

Cara Mengatasi dan Mencegah Kekurangan Kalium

Untuk mencegah kekurangan kalium, cara paling sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan memastikan asupan kalium harian terpenuhi melalui makanan yang sehat dan seimbang.

Beberapa makanan yang dikenal kaya akan kalium antara lain:

- Pisang
- Kentang
- Labu
- Kismis
- Kacang merah
- Kedelai
- Bayam
- Tomat
- Alpukat
- Jeruk

Mengonsumsi berbagai jenis buah, sayuran, serta kacang-kacangan secara rutin dapat membantu memenuhi kebutuhan kalium tubuh.

Selain melalui makanan, kalium juga tersedia dalam bentuk suplemen seperti potassium chloride. Namun, penggunaan suplemen kalium sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan. Konsumsi suplemen ini perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan biasanya harus melalui anjuran dokter.

Bagi orang yang memiliki kondisi medis tertentu seperti penyakit ginjal, diabetes, atau yang sedang menjalani pengobatan dengan obat diuretik, pemantauan kadar kalium dalam tubuh sangat penting dilakukan.

Kalium adalah mineral yang memiliki peran penting dalam menjaga berbagai fungsi tubuh, mulai dari sistem saraf, otot, hingga jantung. Kekurangan kalium dapat menimbulkan berbagai gejala yang sering kali dianggap sepele, seperti mudah lelah, kram otot, pusing, atau kesemutan.

Namun jika kondisi ini tidak segera ditangani, kekurangan kalium dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius, termasuk gangguan irama jantung, tekanan darah tinggi, hingga pingsan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Totalwellnesshealth.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU