Minggu, 15 MARET 2026 • 17:15 WIB

Jangan Dianggap Sepele! Nyeri Punggung Kronis Bisa Jadi Gejala Sindrom Sendi Facet, Apa Itu?

Author

Ilustrasi nyeri punggung (freepik)

INDOZONE.ID - Nyeri punggung dan leher kronis, menjadi salah satu gangguan kesehatan yang paling sering dialami banyak orang saat ini. 

Lantaran tergolong umum, sebagian orang memilih menahan atau mengatasinya dengan cara sederhana. Misal, dengan menggunakan kompres hangat, balsem, atau obat pereda nyeri.

Namun, para ahli kesehatan mengingatkan, nyeri yang berlangsung lama tidak boleh diabaikan. Dalam beberapa kasus, nyeri kronis dapat menjadi tanda adanya kondisi medis tertentu, yang memerlukan penanganan lebih lanjut, salah satunya adalah Facet Joint Syndrome.

Seorang Dokter Ahli Bedah Tulang Belakang, Neeraj Gupta, menjelaskan, kondisi ini sering kali menjadi penyebab nyeri punggung dan leher kronis. Namun, kondisi tersebut kerap tidak terdiagnosis dengan tepat.

Baca juga: Nyeri Punggung Saat Menstruasi? Ternyata Ini Penyebab dan Cara Meredakannya

Mengenal Facet Joint pada Tulang Belakang

Konsultan Senior Bedah Tulang Belakang di ISIC Multispecialty Hospital, New Delhi ini, mengatakan, facet joint merupakan sendi kecil yang berada di antara ruas-ruas tulang belakang (vertebra).

Sendi ini memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan keselarasan tulang belakang, sekaligus memungkinkan tubuh melakukan berbagai gerakan dengan lebih fleksibel.

Facet joint adalah sendi kecil yang membantu menjaga posisi tulang belakang tetap sejajar serta memungkinkan pergerakan yang lebih halus,” ucap Gupta, dikutip dari Hindustan Times.

Ilustrasi nyeri punggung (Pexels/Karolina Grabowska)

Namun, sendi ini dapat mengalami degenerasi atau kerusakan akibat berbagai faktor, seperti penuaan, peradangan, cedera, maupun tekanan berulang pada tulang belakang.

Jika kondisi tersebut terjadi, seseorang dapat mengalami Facet Joint Syndrome, yaitu gangguan pada sendi facet yang memicu nyeri kronis di punggung atau leher.

Penyebab Nyeri Punggung yang Sering Terabaikan

Gupta menjelaskan, Facet Joint Syndrome sebenarnya merupakan salah satu penyebab umum nyeri punggung dan leher kronis. Namun, kondisi ini sering kali tidak disadari.

Banyak orang menganggap, nyeri yang mereka rasakan hanya disebabkan oleh ketegangan otot atau postur tubuh yang buruk.

Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, kondisi tersebut dapat memperburuk mobilitas dan membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih sulit.

Gejala biasanya memburuk saat melakukan gerakan tertentu seperti membungkuk ke belakang atau memutar tubuh, dan nyeri dapat menjalar ke area tubuh di sekitarnya,” ujar Gupta.

Gejala Facet Joint Syndrome

Untuk membantu mengenali kondisi ini, Gupta menyebutkan beberapa tanda yang sering muncul, antara lain:

  • Nyeri terlokalisasi pada leher, punggung tengah, atau punggung bawah
  • Nyeri yang semakin terasa saat menengadah (ekstensi) atau memutar tubuh
  • Kekakuan pada tulang belakang dan berkurangnya fleksibilitas
  • Kejang otot di sekitar area yang mengalami nyeri
  • Nyeri yang menjalar ke bahu, bokong, atau paha tanpa adanya penekanan saraf
  • Rasa tidak nyaman setelah duduk atau berdiri dalam waktu lama

Baca juga: 7 Minuman Herbal untuk Nyeri Punggung yang Ampuh Secara Alami

Mengapa Kondisi Ini Sulit Didiagnosis?

Salah satu tantangan dalam menangani Facet Joint Syndrome adalah proses diagnosis yang tidak selalu mudah.

Menurut Gupta, nyeri yang berasal dari sendi facet sering kali menyerupai gejala gangguan tulang belakang lainnya. Sehingga, sulit dibedakan tanpa pemeriksaan medis yang lebih mendalam.

Oleh karena itu, penting untuk memahami tanda-tanda yang muncul agar seseorang dapat mengetahui apakah nyeri leher atau punggung yang dialami, hanya disebabkan oleh masalah postur tubuh atau berkaitan dengan kondisi medis yang lebih serius.

Pentingnya Pemeriksaan Medis

Para ahli mengingatkan, nyeri punggung atau leher yang berlangsung lama tidak boleh dianggap remeh. Jika keluhan terus berlanjut atau semakin parah, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab yang sebenarnya.

Diagnosis yang tepat, dapat membantu menentukan penanganan yang sesuai. Sehingga, risiko komplikasi dapat diminimalkan dan kualitas hidup tetap terjaga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hindustan Times

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU