INDOZONE.ID - Tren diet terus bermunculan, dan salah satu yang lagi ramai dibahas adalah diet cuka apel.
Banyak yang percaya minuman ini bisa bantu menurunkan berat badan dengan cepat. Tapi… apakah benar seefektif yang dibicarakan?
Yuk, kita bongkar faktanya!
Apa Itu Diet Cuka Apel?
Cuka apel berasal dari apel yang dihancurkan, difermentasi, lalu diolah hingga menghasilkan cairan dengan kandungan asam asetat tinggi.
Baca juga: 9 Manfaat Cuka Apel untuk Kulit yang Bikin Kamu Nggak Perlu Beli Skincare Mahal
Biasanya dikonsumsi langsung (tentu dengan campuran air) atau dalam bentuk suplemen.
Untuk diet, banyak yang menyarankan konsumsi sekitar 1–2 sendok teh sebelum atau saat makan. Katanya sih, ini bisa bantu pembakaran lemak. Tapi apakah sesederhana itu?
Benarkah Bisa Bikin Kurus?
Beberapa penelitian memang menunjukkan adanya efek positif — tapi jangan terlalu berharap dulu.
Studi pada hewan menemukan bahwa asam asetat bisa mengurangi penumpukan lemak dan meningkatkan metabolisme.
Baca juga: Makna Tersembunyi di Balik Gong Perdamaian Ambon
Penelitian pada manusia (2009) dengan 175 peserta menunjukkan penurunan berat badan ringan sekitar 1–2 kg dalam 3 bulan bagi yang rutin konsumsi cuka.
Studi lain menemukan cuka bisa bikin kenyang lebih lama — tapi efeknya juga disertai rasa mual.
Ada juga penelitian tahun 2018 yang menunjukkan orang dengan diet rendah kalori plus cuka apel turun berat badan lebih banyak dibanding yang tanpa cuka. Tapi, studi ini kecil dan jangka pendek.
Manfaat Lain yang Perlu Diketahui
Walaupun bukan “obat ajaib” untuk kurus, cuka apel tetap punya beberapa potensi manfaat:
Baca juga: Viral Sejumlah Orang Mengonsumsi Oli Mesin 2 Tak, Ini Dampak Bahayanya bagi Tubuh
- Membantu mengontrol gula darah setelah makan
- Berpotensi mencegah lonjakan gula darah (terutama pada prediabetes dan diabetes tipe 2)
- Secara historis pernah digunakan sebagai antibakteri alami dan detoks (meski sekarang tidak direkomendasikan untuk tujuan tersebut)
Hati-Hati, Ada Efek Sampingnya!
Jangan langsung ikut tren tanpa tahu risikonya. Konsumsi cuka apel berlebihan bisa berdampak negatif, seperti:
- Merusak enamel gigi jika diminum langsung tanpa campuran
- Menurunkan kadar kalium dalam tubuh
Baca juga: Apakah Penderita Kanker Serviks Masih Bisa Hamil? Simak Penjelasan Medis
- Mengganggu kadar insulin, terutama bagi penderita diabetes
- Makanya, penting banget untuk selalu mengencerkan cuka apel sebelum diminum.
Jadi, Apakah Patut Dicoba?
Kalau tujuanmu menurunkan berat badan, cuka apel bukan solusi instan. Menambahkannya ke pola makan mungkin memberi sedikit efek, tapi tidak akan bekerja maksimal tanpa pola hidup sehat.
Faktanya, popularitas diet seringkali lebih didorong tren daripada bukti ilmiah.
Intinya, kalau terdengar terlalu bagus untuk jadi kenyataan, biasanya memang begitu.
Baca juga: Apa Bedanya Bypass Jantung dan Pasang Ring Jantung? Ini Penjelasannya
Tips: Fokus saja pada pola makan seimbang, olahraga rutin, dan gaya hidup sehat. Itu tetap jadi cara paling aman dan efektif untuk turunkan berat badan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Health.harvard.edu