INDOZONE.ID - Belakangan ini, campuran cuka apel dan madu lagi naik daun sebagai minuman “sehat” yang katanya punya segudang manfaat.
Dari bantu diet sampai redakan flu, banyak yang mulai rutin minum ramuan ini tiap pagi atau sebelum tidur.
Tapi, emang bener seampuh itu? Atau cuma tren kesehatan yang belum tentu terbukti?
Yuk, kita kupas faktanya!
Kenapa Banyak Orang Campur Cuka Apel dan Madu?
Cuka apel berasal dari fermentasi sari apel yang menghasilkan asam asetat — zat yang bikin rasanya asam tajam. Sementara madu adalah cairan manis alami dari lebah yang mengandung gula alami, antioksidan, dan sedikit nutrisi.
Baca juga: 9 Manfaat Cuka Apel untuk Kulit yang Bikin Kamu Nggak Perlu Beli Skincare Mahal
Saat digabung, madu berfungsi “menjinakkan” rasa asam cuka, jadi lebih enak diminum. Nggak heran kalau banyak yang menjadikannya sebagai minuman harian.
Klaim Manfaatnya, Apa Aja?
Beberapa manfaat yang sering dikaitkan dengan campuran ini antara lain:
1. Bantu Turunkan Berat Badan
Asam asetat dalam cuka apel disebut bisa bikin kamu kenyang lebih lama dan membantu mengurangi lemak tubuh. Tapi ingat, madu tetap mengandung gula dan kalori — jadi jangan berlebihan.
2. Redakan Alergi & Gejala Flu
Madu dikenal punya efek antimikroba dan bisa bantu meredakan batuk atau alergi musiman. Ditambah cuka apel yang mengandung probiotik, kombinasi ini dipercaya bisa bantu daya tahan tubuh.
Baca juga: Minum Cuka Apel Biar Pencernaan Lancar? Jangan Langsung Percaya, Ini Fakta Sebenarnya!
3. Jaga Kesehatan Jantung
Beberapa penelitian menunjukkan cuka apel bisa membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL), sementara madu berpotensi membantu menurunkan tekanan darah dan melancarkan aliran darah.
Tapi penting dicatat: sebagian besar penelitian ini masih melihat efek masing-masing bahan secara terpisah, bukan dalam bentuk campuran.
Tapi Jangan Asal Minum, Ada Risikonya!
Di balik manfaatnya, campuran ini juga punya beberapa efek samping yang perlu diperhatikan:
Baca juga: Viral Sejumlah Orang Mengonsumsi Oli Mesin 2 Tak, Ini Dampak Bahayanya bagi Tubuh
1. Bisa Ganggu Gula Darah
Beberapa studi menemukan kombinasi serupa justru meningkatkan resistensi insulin — yang bisa berujung pada risiko diabetes tipe 2.
2. Asamnya Bisa Rusak Gigi dan Lambung
Cuka apel bersifat asam tinggi, jadi bisa mengikis enamel gigi dan memperparah asam lambung kalau dikonsumsi berlebihan.
Baca juga: Apakah Penderita Kanker Serviks Masih Bisa Hamil? Simak Penjelasan Medis
3. Kandungan Gula dari Madu
Walaupun alami, madu tetap tinggi gula. Kalau kebanyakan, justru bisa meningkatkan risiko obesitas dan penyakit jantung.
Benarkah Bisa “Menetralisir” Tubuh?
Ada juga klaim bahwa campuran ini bisa membuat tubuh jadi lebih “alkali” dan mencegah penyakit serius.
Sayangnya, ini kurang tepat.
Baca juga: Apa Bedanya Bypass Jantung dan Pasang Ring Jantung? Ini Penjelasannya
Tubuh manusia punya sistem sendiri untuk menjaga keseimbangan pH darah. Makanan atau minuman seperti ini hampir nggak berpengaruh besar terhadap hal tersebut — paling hanya mempengaruhi pH urine saja.
Cara Konsumsi yang Aman
Kalau tetap mau coba, ini cara paling umum:
- Campur 1 sdm cuka apel + 2 sdt madu
- Larutkan dalam air hangat (±240 ml)
- Bisa diminum pagi hari atau sebelum tidur
Baca juga: Demam Hyrox! Tren Fitness Baru Ini Bikin Gym di Jakarta Full Terus
Tambahan seperti lemon, jahe, atau kayu manis juga bisa bikin rasanya makin nikmat.
Tips penting:
- Selalu encerkan, jangan minum cuka apel langsung
- Bilas mulut setelah minum untuk melindungi gigi
- Hindari konsumsi berlebihan
Baca juga: Penelitian Ungkap Faktor Genetik Pengaruhi Efektivitas Obat Pelangsing
Campuran cuka apel dan madu memang bisa jadi minuman yang enak dan menenangkan. Beberapa manfaatnya juga cukup menjanjikan — tapi belum ada bukti kuat bahwa kombinasi ini benar-benar “ajaib”.
Jadi, boleh dicoba tapi jangan dijadikan solusi utama kesehatan ya. Tetap imbangi dengan pola makan sehat dan gaya hidup aktif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline