Selasa, 14 APRIL 2026 • 15:15 WIB

Pertolongan Pertama Angin Duduk agar Tidak Berujung Fatal, Bukan Dikerok!

Author

Ilustrasi angin duduk. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Banyak orang masih salah paham soal angin duduk. Padahal, kondisi ini bukan sekadar masuk angin biasa yang bisa diselesaikan dengan kerokan.

Jika salah penanganan, risikonya bisa fatal. Makanya, penting untuk tahu pertolongan pertama yang tepat sebelum kondisi semakin parah.

Baca juga: Kutil di Tangan atau Kaki? Ini Cara Menghilangkannya dengan Benar

Ciri-ciri Angin Duduk

Angin duduk adalah kondisi nyeri dada akibat berkurangnya aliran darah ke jantung. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai angina atau angina pektoris.

Nyeri dada yang muncul biasanya terasa menekan, berat, atau sesak, dan bisa berlangsung beberapa menit bahkan tidak hilang meski sudah istirahat.

Beberapa gejala yang sering muncul antara lain:

  • Tubuh terasa cepat lelah
  • Mual hingga muntah
  • Sesak napas
  • Keringat berlebih
  • Nyeri dada yang tidak nyaman
  • Pusing
  • Sakit perut

Karena gejalanya mirip dengan masalah lain seperti asam lambung, banyak orang sering mengabaikannya. Padahal, ini bisa jadi tanda awal gangguan jantung.

Baca juga: Berapa Lama Pasien Kanker Harus Menjalani Kemoterapi? Simak Penjelasannya

Pertolongan Pertama Saat Angin Duduk

Jika kamu atau orang di sekitarmu mengalami gejala ini, jangan panik dan lakukan beberapa langkah berikut.

1. Atur Posisi Duduk

Posisi tubuh bisa bantu mengurangi rasa nyeri. Dudukkan penderita di lantai dengan lutut ditekuk, lalu topang kepala dan bahunya.

Agar semakin nyaman, bisa tambahkan bantal di bagian belakang atau bawah lutut. Jika nyeri tidak mereda, langsung hubungi bantuan medis.

2. Konsumsi Obat Angina

Jika penderita memiliki obat angina, biarkan dia meminumnya sendiri tapi tetap dalam pengawasan.

Biasanya obat ini berbentuk tablet atau semprot. Jika setelah 5 menit nyeri belum hilang, bisa diberikan dosis kedua sesuai anjuran dokter.

Beberapa jenis obat yang umum digunakan:

  • Nitrat untuk melebarkan pembuluh darah
  • Aspirin untuk mengurangi pembekuan darah
  • Obat pengencer darah seperti clopidogrel, prasugrel, atau ticagrelor

Catatan penting, penggunaan obat tetap harus sesuai resep dokter.

Baca juga: Jangan Sepelekan! Ini Tanda Obesitas pada Anak dan Cara Mengatasinya

3. Atur Napas Biar Lebih Rileks

Napas yang teratur bisa bantu tubuh jadi lebih tenang dan mengurangi rasa sesak.

Caranya:

  • Tarik napas pelan sambil hitung 1 sampai 2
  • Hembuskan napas lebih lama, hitung 1 sampai 4
  • Ulangi beberapa kali sampai tubuh terasa lebih rileks

Bisa juga coba teknik napas dalam dengan menahan napas beberapa detik sebelum dihembuskan perlahan.

4. Istirahat Total

Saat gejala muncul, langsung hentikan aktivitas. Fokus istirahat sambil mengatur napas bisa bantu tubuh memulihkan kondisi lebih cepat.

Baca juga: Gejala Hipotermia yang Sering Diabaikan dan Cara Penanganannya, Pendaki Wajib Tahu!

5. Konsumsi Bawang Putih

Secara tradisional, bawang putih sering dipercaya bantu meredakan nyeri dada karena baik untuk kesehatan jantung.

Biasanya dikonsumsi dengan susu hangat atau langsung dikunyah. Tapi, cara ini belum memiliki bukti ilmiah yang kuat.

Jika nyeri dada tidak hilang setelah beberapa menit, atau malah semakin parah, ini bisa jadi tanda serangan jantung. Segera cari bantuan medis, jangan ditunda apalagi hanya mengatasi angin duduk dengan kerokan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ciputra Hospital

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU