INDOZONE.ID - Meski nantinya akan tanggal dan digantikan gigi permanen, gigi susu anak tetap harus dijaga kesehatannya sejak dini. Jika gigi susu rusak atau tanggal sebelum waktunya, pertumbuhan gigi tetap bisa terganggu dan susunan gigi anak saat dewasa berisiko tidak rapi.
Salah satu cara penting merawat gigi anak adalah membiasakan sikat gigi rutin dengan pasta gigi yang aman dan sesuai usia. Sayangnya, masih banyak orang tua yang bingung memilih pasta gigi anak yang tepat.
Agar tidak salah pilih, berikut panduan lengkap memilih pasta gigi anak beserta cara menyikat gigi yang benar.
Baca juga: 7 Manfaat Teripang untuk Kesehatan, Hewan Laut Kenyal Kaya Khasiat
Kenapa Memilih Pasta Gigi Anak Itu Penting?
Pasta gigi anak diformulasikan khusus agar lebih aman digunakan, terutama karena anak-anak masih sering menelan pasta gigi saat menyikat gigi.
Selain itu, pasta gigi yang tepat dapat membantu:
- Mencegah gigi berlubang
- Memperkuat enamel gigi
- Menjaga kesehatan gusi
- Mengurangi bakteri penyebab plak
- Membentuk kebiasaan merawat gigi sejak kecil
Kandungan Pasta Gigi Anak yang Aman dan Tepat
Saat memilih pasta gigi untuk si kecil, perhatikan beberapa kandungan berikut.
Baca juga: 7 Manfaat Jambu Bol untuk Kesehatan Tubuh, Buah Kaya Nutrisi
1. Fluoride
Fluoride adalah kandungan paling penting dalam pasta gigi anak. Fungsinya membantu memperkuat enamel gigi sehingga gigi lebih tahan terhadap asam dari bakteri penyebab gigi berlubang.
Di label kemasan, fluoride bisa tertulis sebagai:
- Sodium fluoride
- Stannous fluoride
- Sodium monofluorophosphate
Untuk anak, umumnya kandungan fluoride sekitar 1.000–1.500 ppm sudah sesuai.
2. Xylitol
Xylitol adalah pemanis alami yang sering digunakan pada pasta gigi anak.
Manfaatnya:
- Membantu mengurangi bakteri penyebab karies
- Menurunkan risiko gigi berlubang
- Membuat rasa pasta gigi lebih nyaman untuk anak
3. Kalsium
Kalsium berperan penting dalam pembentukan gigi yang kuat.
Beberapa pasta gigi anak juga mengandung:
- Calcium phosphate
- Hydroxyapatite
Kandungan ini membantu menjaga kekuatan lapisan gigi.
Baca juga: Bahaya Ceker Ayam Jika Dikonsumsi Berlebihan, Ini Faktanya!
4. Potassium Nitrate
Jika anak memiliki gigi sensitif, kandungan ini bisa jadi pilihan. Fungsinya membantu mengurangi rasa ngilu saat anak makan atau minum yang dingin, panas, dan manis.
Tips Memilih Pasta Gigi Anak yang Aman
Selain kandungan, perhatikan hal berikut saat membeli pasta gigi anak.
- Gunakan pasta gigi yang memang dibuat untuk rentang usia anak
- Rasa buah atau mint ringan biasanya lebih mudah diterima anak sehingga mereka semangat menyikat gigi
- Pastikan produk memiliki izin edar resmi dan berasal dari merek terpercaya
- Jika anak punya mulut sensitif, pilih pasta gigi dengan formula lembut dan rendah iritasi
Cara Menyikat Gigi Anak yang Benar
Memilih pasta gigi saja belum cukup. Cara menyikat gigi juga harus tepat agar hasilnya maksimal.
1. Gunakan Takaran Pasta Gigi Sesuai Umur
Pemakaian berlebihan bisa meningkatkan risiko fluorosis (bercak pada gigi).
Panduan umum:
- 0–18 bulan: tanpa pasta gigi
- 18 bulan–2 tahun: lapisan sangat tipis seperti butiran beras
- 2–6 tahun: sebesar kacang polong kecil
- Di atas 6 tahun: sebesar kacang polong atau sesuai sikat gigi
2. Sikat Gigi Selama 2 Menit
Usahakan anak menyikat gigi minimal dua menit agar seluruh permukaan gigi bersih.
Agar lebih menyenangkan, coba:
- Pakai timer lucu
- Menyikat gigi sambil bernyanyi
- Sikat gigi bersama di depan cermin
Baca juga: Apa Bedanya Overweight dan Obesitas? Simak Penjelasannya
3. Gunakan Gerakan Memutar
Ajarkan anak menyikat dengan gerakan memutar lembut, bukan asal gesek kanan kiri terlalu keras. Gerakan ini membantu membersihkan sela gigi dan gusi tanpa melukai enamel.
4. Biasakan Meludah Setelah Sikat Gigi
Setelah selesai, anak cukup meludah. Tidak perlu berkumur terlalu banyak agar sisa fluoride tetap bekerja melindungi gigi.
Memilih pasta gigi anak yang aman dan tepat adalah langkah sederhana dengan dampak besar untuk kesehatan gigi jangka panjang.
Pastikan pasta gigi mengandung fluoride, sesuai usia, dan digunakan dengan takaran yang benar. Dengan kebiasaan sikat gigi rutin dan kontrol ke dokter gigi, kesehatan mulut anak bisa terjaga hingga dewasa nanti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eka Hospital