Dampak Konsumsi Ceker Ayam untuk Kesehatan. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Ceker ayam jadi salah satu bagian ayam yang banyak digemari. Teksturnya kenyal, gurih, dan cocok diolah jadi sup, seblak, dimsum, hingga hidangan pedas manis. Meski begitu, masih banyak yang bertanya apakah ceker ayam sehat untuk tubuh?
Di satu sisi, ceker ayam mengandung protein dan kolagen yang cukup tinggi. Namun di sisi lain, konsumsi berlebihan juga bisa menimbulkan risiko kesehatan karena kandungan lemak jenuh dan kolesterol.
Lalu, apa saja manfaat dan bahaya ceker ayam jika terlalu sering dimakan? Simak penjelasannya berikut ini.
Baca juga: Hidung Tersumbat? Ini Cara Cuci Hidung dengan NaCl yang Benar
Meski minim daging, ceker ayam terdiri dari kulit, tendon, dan tulang rawan yang mengandung beberapa nutrisi penting.
Dalam 100 gram ceker ayam rebus, kandungannya antara lain:
Selain itu, ceker ayam juga mengandung kolagen, glukosamin, dan sejumlah vitamin B.
Baca juga: Hari Kartini 2026 Jadi Momentum Dorong Gerakan Nasional Kesehatan Perempuan Indonesia
Jika dikonsumsi secukupnya dan diolah dengan cara sehat, ceker ayam bisa memberi beberapa manfaat.
Kolagen dalam ceker ayam dipercaya dapat membantu menjaga elastisitas kulit, kelembapan, dan mengurangi tanda penuaan dini.
Kolagen dan glukosamin dikenal punya manfaat untuk menjaga kesehatan sendi dan membantu mengurangi keluhan nyeri sendi.
Protein kolagen juga berperan dalam struktur tulang, sehingga bisa membantu menjaga kepadatan tulang jika diimbangi pola makan sehat.
Meski memiliki manfaat, makan ceker ayam terlalu sering juga perlu diwaspadai.
Dalam 100 gram ceker ayam terdapat sekitar 84 mg kolesterol. Jika dikonsumsi berlebihan, kadar kolesterol dalam darah bisa meningkat.
Ceker ayam juga mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Asupan lemak jenuh berlebihan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah.
Baca juga: Kenali Penyebab dan Cara Menangani Batuk Dahak Berdarah
Jika dimasak dengan cara digoreng, pakai santan, atau banyak minyak, kalori ceker ayam tentu akan semakin tinggi dan bisa memicu kenaikan berat badan.
Ceker ayam yang dijual dalam bentuk makanan siap saji atau kemasan sering mengandung garam dan penyedap berlebih, sehingga kurang baik untuk tekanan darah.
Agar tetap bisa menikmati ceker ayam tanpa khawatir berlebihan, coba lakukan tips berikut:
Jawabannya boleh, asal tidak berlebihan. Ceker ayam bisa jadi sumber protein dan kolagen, tapi tetap mengandung lemak jenuh serta kolesterol yang perlu dibatasi.
Baca juga: Rahang Berbunyi saat Buka Mulut? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Jika dikonsumsi sesekali dengan porsi wajar dan diolah sehat, ceker ayam masih aman masuk menu makan harian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hello Sehat