Senin, 04 MEI 2026 • 11:40 WIB

6 Penyakit Seksual yang Bisa Dipicu dari Kebiasaan Merokok, Wajib Tahu!

Author

Penyakit seksual yang bisa Dipicu kebiasaan merokok (freepik)

INDOZONE.ID - Tahukah kamu kalau dampak kebiasaaan merokok ternyata nggak cuma menyerang paru-paru atau jantung saja lho. 

Kebiasaan ini juga bisa berpengaruh pada kesehatan seksual dan reproduksi, baik pada laki-laki maupun perempuan.

Hal ini dikarenakan kandungan zat berbahaya dalam rokok dapat mengganggu berbagai sistem tubuh, termasuk aliran darah dan fungsi organ reproduksi.

Jadi sebelum terlambat, yuk pahami apa saja penyakit seksual yang bisa dipicu oleh kebiasaan merokok berikut ini.

1. Risiko Disfungsi Ereksi Bisa Meningkat pada Perokok

Kebiasaan merokok bukan hanya berdampak pada paru-paru, tetapi juga bisa mempengaruhi performa seksual pria.

Dalam salah satu penelitian, laki-laki yang merokok disebut memiliki risiko 41 persen lebih besar mengalami disfungsi ereksi dibandingkan mereka yang tidak merokok.

Hal ini berkaitan dengan kandungan nikotin dalam rokok yang dapat membatasi aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke area penis.

Padahal, aliran darah yang lancar sangat penting untuk membantu pria mencapai dan mempertahankan ereksi. Jika aliran darah terganggu, risiko masalah ereksi pun bisa ikut meningkat.

2. Kualitas Sperma Bisa Ikut Menurun

Merokok juga dikaitkan dengan penurunan jumlah dan kualitas sperma. Menurut studi, laki-laki perokok mengalami penurunan konsentrasi sperma sebesar 23 persen dan penurunan motilitas atau kemampuan sperma untuk bergerak sebesar 13 persen.

Baca juga: 8 Penyakit yang Muncul Akibat Kebiasaan Merokok Sejak Muda, Ngeri Banget!

Bukan hanya jumlahnya yang berkurang, bentuk sperma juga bisa ikut berubah menjadi tidak normal, misalnya berkepala dua atau memiliki ekor yang tidak sempurna.

Selain itu, paparan zat berbahaya dari rokok juga berisiko merusak DNA sperma. Kondisi ini dapat mempengaruhi proses pembuahan, perkembangan embrio, hingga meningkatkan risiko keguguran.

3. Cadangan Sel Telur pada Perempuan Bisa Lebih Cepat Berkurang

Pada perempuan, kebiasaan merokok dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi, terutama kualitas dan jumlah sel telur.

Jadi perempuan yang sering merokok disebut lebih berisiko mengalami penipisan cadangan ovarium lebih cepat.

Kondisi ini membuat jumlah dan kualitas sel telur menurun, sehingga peluang kehamilan bisa menjadi lebih sulit.

Penyebab hal tersebut terjadi adalah berkaitan dengan bahan kimia dalam asap rokok, seperti nikotin, sianida, dan karbon monoksida.

Oleh karena itu, perempuan yang sedang merencanakan kehamilan sangat disarankan untuk berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok.

4. Menopause Bisa Datang Lebih Cepat

Merokok juga dikaitkan dengan risiko menopause dini. Menopause terjadi ketika perempuan tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut yang umumnya terjadi pada usia 45-55 tahun.

Gejalanya bisa berupa hot flash atau sensasi panas pada tubuh bagian atas, vagina kering, hingga berkeringat di malam hari.

Berdasarkan penelitian yang melibatkan 93.676 perempuan berusia 50-79 tahun di Amerika Serikat, perempuan perokok aktif maupun pasif lebih mungkin mengalami menopause sebelum usia 50 tahun.

5. Rasa Air Mani Bisa Berubah

Meski terdengar jarang dibahas, gaya hidup ini juga dapat memengaruhi rasa air mani. Pada dasarnya, rasa air mani bisa berbeda pada setiap orang, tergantung kebersihan diri, pola makan, dan kebiasaan sehari-hari.

Baca juga: 7 Alasan Kenapa Berhenti Merokok Jadi Lapar Mulu, Nggak Banyak yang Tahu!

Pada perokok, terutama yang juga sering mengonsumsi alkohol atau kopi, rasa air mani cenderung lebih menyengat, pahit, atau asam.

Nah, untuk membantu memperbaiki kualitasnya, berhenti merokok dan memperbanyak konsumsi buah-buahan bisa menjadi langkah yang lebih sehat. 

6. Risiko Kanker Serviks Bisa Ikut Meningkat

Pada perempuan, kebiasaan merokok juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker serviks.

American Cancer Society menyebut merokok sebagai salah satu faktor risiko kanker serviks yang bisa diubah, selain infeksi HPV yang menjadi penyebab utama sebagian besar kasus kanker serviks.

Hal ini terjadi karena zat berbahaya dalam rokok dapat melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi, termasuk infeksi HPV.

Jika infeksi HPV bertahan lebih lama di tubuh, risiko perubahan sel abnormal pada serviks pun bisa ikut meningkat.

Oleh karena itu, berhenti merokok, melakukan vaksinasi HPV, dan rutin skrining seperti Pap smear atau tes HPV menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan reproduksi perempuan.

Itulah beberapa penyakit seksual yang bisa terjadi jika kamu sering merokok. Jadi sebelum terlambat, kamu bisa kurangin bahkan berhenti ya!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Verywell Health, Fertility And Sterility, American Journal Of Epidemiology

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU