INDOZONE.ID - Hantavirus Pulmonary Syndrome atau HPS mungkin masih terdengar asing bagi banyak orang.
Namun, penyakit langka ini perlu diwaspadai karena bisa berkembang cepat dan menyerang sistem pernapasan.
Penularannya biasanya berkaitan dengan paparan urine, kotoran, atau air liur tikus yang terkontaminasi virus.
Lantas, apa itu HPS, seperti apa gejalanya, dan bagaimana pengobatannya? berikut penjelasan lengkapnya:
Hantavirus pulmonary syndrome (HPS) Itu Apa?
Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) adalah penyakit infeksi langka yang bisa berkembang cepat dan berisiko serius.
Penyakit ini disebabkan oleh beberapa jenis hantavirus yang umumnya dibawa oleh hewan pengerat, terutama tikus.
Penularannya bisa terjadi saat seseorang menghirup partikel virus dari urine, kotoran, atau air liur tikus yang sudah mengering lalu bercampur dengan udara.
Jadi, HPS pada dasarnya merupakan penyakit yang muncul akibat infeksi hantavirus dan dapat menyerang sistem pernapasan.
Gejala HPS
Gejala Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) biasanya baru muncul sekitar 2-3 minggu setelah seseorang terpapar virus.
Pada fase awal, penyakit ini sering sulit dikenali karena keluhannya mirip flu biasa, seperti demam, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, tubuh lemas, hingga merasa tidak enak badan.
Selain itu, beberapa pasien juga bisa mengalami gangguan pencernaan, mulai dari mual, sakit perut, muntah, sampai diare.
Baca juga: Hantavirus Itu Apa Sih? Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Cegahnya Sebelum Terlambat
Meski awalnya terlihat ringan, gejala HPS perlu diwaspadai karena kondisi ini bisa memburuk dalam waktu cepat.
Lebih dari itu, saat penyakit berkembang, virus dapat menyerang paru-paru dan memicu penumpukan cairan di dalamnya.
Akibatnya, pasien bisa mulai mengalami batuk, sesak napas, tekanan darah menurun, hingga detak jantung menjadi tidak teratur.
Oleh karena itu, gejala seperti flu yang tiba-tiba memburuk tidak boleh disepelekan, terutama jika sebelumnya pernah berada di lingkungan yang banyak tikus atau terpapar urine, kotoran, maupun air liur tikus yang mengering.
Pengobata HPS
Hingga saat ini, belum ada obat khusus yang secara spesifik bisa menyembuhkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).
Penanganan biasanya difokuskan pada perawatan suportif secara intensif di rumah sakit, agar kondisi pasien tetap stabil sambil tubuh berusaha melawan infeksi.
Baca juga: Bandara Soetta Perketat Pengawasan Penumpang Internasional Antisipasi Hantavirus
Adapun cara terapi utama HPS berfokus pada fungsi pernapasan:
- Oksigen tambahan diberikan sesegera mungkin untuk membantu tubuh mendapatkan kadar oksigen yang cukup.
- Ventilator mekanis atau intubasi dapat digunakan jika paru-paru sudah dipenuhi cairan dan pasien tidak mampu bernapas secara mandiri.
- Terapi cairan intravena dilakukan dengan sangat hati-hati. Cairan tetap dibutuhkan untuk menjaga tekanan darah, tetapi tidak boleh berlebihan agar tidak memperparah penumpukan cairan di paru-paru.
- Obat suportif seperti vasopresor mungkin diberikan jika pasien mengalami syok atau tekanan darah turun drastis, sehingga sirkulasi darah tetap terjaga.
Itulah infomaris mengenai Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). semoga bermanfaat ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayo Clinic