INDOZONE.ID - Menjelang persalinan, tubuh ibu hamil akan mulai mengalami banyak perubahan, salah satunya pembukaan jalan lahir.
Nah, pembukaan saat melahirkan normal ternyata terdiri dari beberapa tahapan, mulai dari pembukaan 1 sampai 10 dengan tanda dan sensasi yang berbeda-beda.
Agar tidak terlalu panik saat waktunya tiba, yuk kenali tahapan pembukaan persalinan berikut ini!
Baca juga: Infeksi Telinga pada Anak, Simak Gejala dan Cara Mengatasinya
10 Tahapan Pembukaan Melahirkan Normal
1. Pembukaan Satu
Pada tahap awal ini, mulut rahim mulai membuka sekitar 1 sentimeter. Sebagian ibu hamil mungkin belum merasakan kontraksi yang terlalu kuat, bahkan ada yang baru sadar setelah diperiksa dokter atau bidan.
Tapi ada juga yang mulai merasa pegal di pinggang, nyeri punggung, mual, atau keluar lendir bercampur darah dari vagina. Fase ini bisa berlangsung cukup lama, bahkan sampai beberapa hari.
2. Pembukaan Dua
Saat masuk pembukaan dua, mulut rahim sudah membuka sekitar 2 sentimeter. Kontraksi biasanya mulai terasa lebih sering dibanding sebelumnya.
Perut bisa terasa mulas dan kram seperti nyeri haid. Pada fase ini, ibu hamil masih disarankan untuk tetap santai dan bergerak ringan agar tubuh lebih rileks.
Baca juga: 7 Obat Vertigo Alami Aman dan Praktis yang Banyak Dipilih
3. Pembukaan Tiga
Pembukaan tiga menandakan proses persalinan mulai semakin aktif, dengan kontraksi biasanya datang tiap sekitar 30 menit dan terasa lebih kuat.
Bayi juga mulai bergerak turun menuju jalan lahir. Banyak ibu hamil mulai bersiap pergi ke rumah sakit atau tempat persalinan saat masuk tahap ini.
4. Pembukaan Empat
Pada tahap ini, mulut rahim sudah membuka sekitar 4 sentimeter dan kontraksi semakin terasa dan jaraknya makin rapat.
Sebagian ibu juga mulai mengalami pecah ketuban, dengan kepala bayi perlahan semakin mendekati jalan lahir.
5. Pembukaan Lima
Kontraksi di pembukaan lima biasanya terasa lebih panjang dan lebih intens, bahkan bisa datang tiap 1 sampai 5 menit sekali.
Ibu hamil mulai merasa tidak nyaman karena tenaga terkuras sedikit demi sedikit, kepala bayi juga semakin turun dan siap menuju proses persalinan.
Baca juga: Jangan Anggap Sepele, Ini Ciri Sleep Apnea pada Anak
6. Pembukaan Enam
Saat masuk pembukaan enam, kontraksi umumnya sudah cukup kuat dan terasa semakin dekat jaraknya.
Pada tahap ini, tenaga medis biasanya sudah bisa merasakan posisi kepala bayi saat pemeriksaan. Ibu disarankan fokus mengatur napas agar tetap tenang.
7. Pembukaan Tujuh
Mulut rahim kini sudah membuka sekitar 7 sentimeter, menandakan proses menuju persalinan semakin dekat.
Kontraksi bisa terasa makin intens dan membuat tubuh cepat lelah. Dukungan dari pasangan atau keluarga biasanya sangat membantu di fase ini agar ibu tetap semangat.
8. Pembukaan Delapan
Pembukaan delapan sering jadi fase yang cukup berat karena kontraksi terasa semakin kuat dan hampir terus-menerus.
Banyak ibu mulai merasa kehabisan tenaga. Meski begitu, bayi sebenarnya sudah semakin dekat untuk lahir. Coba tetap tenang dan simpan tenaga untuk proses mengejan nanti.
9. Pembukaan Sembilan
Pada tahap ini, dorongan untuk mengejan biasanya mulai terasa sangat kuat. Tapi, ibu tetap harus menunggu arahan dokter atau bidan sebelum mulai mengejan.
Mulut rahim hampir terbuka sempurna dan bayi sudah berada sangat dekat dengan jalan lahir.
10. Pembukaan Sepuluh
Nah, ini adalah tahap pembukaan lengkap karena mulut rahim sudah terbuka sempurna sekitar 10 sentimeter.
Saat inilah ibu mulai diminta mengejan untuk membantu bayi keluar. Dengan dorongan yang tepat dan tenaga yang cukup, proses persalinan normal bisa berjalan lancar sampai bayi lahir.
Baca juga: Rekomendasi Obat Sakit Kepala untuk Ibu Menyusui, Aman dan Mudah Ditemukan
Setiap ibu hamil bisa mengalami durasi persalinan yang berbeda-beda. Ada yang cepat, ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama.
Perlu diingat, calon ibu harus tetap tenang, jangan panik, dan ikuti arahan tenaga medis selama proses persalinan berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Rsiabinamedika.com