INDOZONE.ID - Pernah merasa emosi tiba-tiba naik hanya karena hal yang sebenarnya nggak terlalu besar?
Chat dibalas singkat langsung overthinking, nada bicara pasangan sedikit berubah langsung tersinggung, atau komentar kecil dari orang lain bikin mood rusak seharian.
Kalau iya, kamu nggak sendirian. Banyak orang tanpa sadar sering bereaksi berlebihan terhadap masalah kecil, apalagi saat pikiran sedang penuh, stres menumpuk, atau tubuh terlalu lelah.
Yang sering nggak disadari, bereaksi berlebihan bukan selalu soal sifat pemarah. Kadang, itu muncul karena mental dan emosi sudah terlalu “sesak” oleh banyak hal yang dipendam sendiri.
Baca juga: Hati-hati, Stres Berkepanjangan Bisa Merembet Jadi Masalah Pencernaan!
Emosi Biasanya Muncul Sebelum Kita Sadar
Saat seseorang mulai tersulut emosi, tubuh sebenarnya sudah memberi sinyal lebih dulu. Namun karena terlalu terbiasa hidup dalam tekanan, banyak orang akhirnya mengabaikan tanda-tanda tersebut.
Beberapa sinyal yang paling sering muncul misalnya:
- Leher dan bahu terasa tegang
- Wajah atau telinga terasa panas
- Napas jadi lebih cepat
- Jantung berdetak lebih kencang
Baca juga: Kamu Sering Sakit Kepala? Mungkin Stres yang Jadi Penyebabnya!
- Pikiran mulai kacau dan sulit fokus
- Tangan gemetar atau tubuh terasa gelisah
Masalahnya, banyak orang langsung bereaksi mengikuti emosi tanpa sempat memahami apa yang sedang terjadi dalam dirinya.
Dan akibatnya justru masalah kecil bisa berubah jadi pertengkaran besar hanya dalam hitungan menit.
Kebiasaan Bereaksi Berlebihan Bisa Merusak Banyak Hal
Sekali dua kali mungkin terlihat biasa. Tapi kalau terlalu sering, kebiasaan bereaksi berlebihan ini bisa mempengaruhi hubungan dengan orang sekitar, misalnya pasangan bisa merasa lelah karena setiap hal kecil selalu jadi masalah.
Teman jadi sungkan berbicara. Bahkan di lingkungan kerja, reaksi emosional berlebihan bisa membuat komunikasi jadi tidak nyaman.
Baca juga: Sering Masuk Angin? Hati-Hati, Bisa Jadi Itu Tanda Kamu Lagi Stres Berat
Yang lebih berat, orang yang sering overreacting biasanya juga ikut kelelahan secara mental. Setelah marah atau menangis, muncul rasa menyesal, malu, atau menyalahkan diri sendiri.
Siklus seperti ini kalau terus terjadi bisa membuat stres semakin menumpuk.
Salah Satu Cara Paling Sederhana: Berhenti Sejenak Sebelum Bereaksi
Saat emosi mulai naik, hal terbaik yang bisa dilakukan bukan langsung membalas chat panjang, meluapkan amarah, atau mengambil keputusan saat itu juga.
Coba berhenti sebentar… Tarik napas perlahan beberapa kali dan fokus menenangkan tubuh lebih dulu. Cara sederhana ini membantu otak keluar dari mode “panik” sehingga kamu bisa berpikir lebih jernih.
Baca juga: Bukan Salah Shampo! Rambut Rontok Parah Bisa Jadi Tanda Kamu Lagi Stres
Banyak orang meremehkan teknik mengambil jeda seperti ini karena terdengar terlalu simpel. Padahal, memberi waktu beberapa detik saja bisa mencegah penyesalan besar setelahnya.
Kadang, yang dibutuhkan bukan jawaban cepat, melainkan pikiran yang lebih tenang.
Tidak Semua Hal Harus Langsung Ditanggapi
Salah satu penyebab seseorang mudah tersulut emosi adalah keinginan untuk langsung merespons semuanya saat itu juga.
Padahal, tidak semua chat harus langsung dibalas ketika sedang marah. Tidak semua komentar perlu diperdebatkan. Dan tidak semua situasi harus dimenangkan.
Baca juga: Muncul Jerawat dan Ruam di Kulit? Bisa Jadi Stres Penyebabnya!
Semakin dewasa seseorang secara emosional, biasanya semakin tahu kapan harus berbicara dan kapan harus menenangkan diri lebih dulu.
Dan mengambil jeda bukan tanda kalah atau lemah. Justru itu bentuk kontrol diri yang sering kali sulit dilakukan.
Bereaksi Berlebihan Sering Dipicu oleh Stres yang Menumpuk
Kadang pemicunya memang kecil, tapi akar masalah sebenarnya jauh lebih besar. Orang yang sedang kurang tidur, sedang mengalami burnout, banyak tekanan pekerjaan, masalah keluarga, atau terlalu lama memendam emosi biasanya jadi lebih sensitif terhadap hal-hal kecil.
Karena itu, mengontrol emosi bukan cuma soal belajar sabar. Tubuh dan pikiran juga perlu benar-benar dijaga.
Baca juga: Stres Berat Bisa Merusak Kesehatan Gigi! Ini Tanda-Tanda yang Sering Diabaikan
Istirahat cukup, mengurangi stres, punya waktu untuk diri sendiri, dan berbicara dengan orang terpercaya bisa membantu emosi jadi lebih stabil.
Belajar Tenang Bukan Berarti Memendam Perasaan
Masih banyak orang mengira mengontrol emosi berarti harus diam dan memendam semuanya sendiri. Padahal bukan itu maksudnya.
Mengatur emosi artinya memahami apa yang sedang dirasakan tanpa membiarkan perasaan tersebut mengambil alih semua tindakan.
Kamu tetap boleh marah, kecewa, atau sedih. Tapi belajar menyampaikan emosi dengan tenang akan membuat masalah jauh lebih mudah diselesaikan dibanding langsung meledak.
Baca juga: Efek Stres Ternyata Bisa Bikin Badan Pegal Terus!
Kadang Masalahnya Bukan Situasinya, tapi Kondisi Diri Kita Sendiri
Ada hari-hari ketika hal kecil terasa sangat mengganggu bukan karena masalahnya besar, tetapi karena diri kita memang sedang lelah.
Karena itu, saat mulai merasa emosi memuncak, jangan buru-buru melampiaskannya ke orang lain. Coba berhenti sebentar, atur napas, dan tanyakan ke diri sendiri:
“Aku sebenarnya marah karena hal ini… atau karena ada banyak hal lain yang belum selesai di kepala?”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com