Selasa, 02 JUNI 2026 • 16:05 WIB

Jangan Asal Makan Sushi, Daging Ikan Mentahnya Punya Risiko bagi Kesehatan!

Author

Ilustrasi membuat sushi dari daging ikan mentah. (freepik)

INDOZONE.ID - Sushi sudah lama menjadi salah satu makanan Jepang yang digemari masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. 

Perpaduan nasi, rumput laut, sayuran, dan ikan membuat makanan ini sering dianggap sebagai pilihan yang lebih sehat dibandingkan makanan cepat saji lainnya.

Tak sedikit orang yang memilih sushi karena kandungan proteinnya yang tinggi, rendah lemak jenuh, dan kaya nutrisi. 

Apalagi beberapa jenis ikan yang digunakan, seperti salmon dan tuna, dikenal mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung dan otak.

Baca juga: Wasabi, Pasta Hijau Kecil pada Sushi yang Punya Manfaat Luar Biasa

Namun, di balik citranya sebagai makanan sehat, sushi juga memiliki sisi lain yang perlu diketahui. Terutama jika sushi tersebut menggunakan ikan mentah sebagai bahan utamanya.

Lantas, apakah sushi benar-benar sehat atau justru berisiko bagi kesehatan?

Sushi Memang Kaya Nutrisi, Tapi Tidak Selalu Bebas Risiko

Secara umum, sushi dapat menjadi pilihan makanan yang bergizi jika dibuat dari bahan berkualitas dan dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.

Ikan yang sering digunakan dalam sushi mengandung protein berkualitas tinggi yang membantu pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh. 

Baca juga: Dianggap Diet-Friendly, Sushi Ternyata Bisa Mengandung Lebih Banyak Kalori dari Makanan Biasa

Selain itu, kandungan omega-3 pada ikan tertentu juga berperan dalam menjaga kesehatan jantung, membantu mengurangi peradangan, hingga mendukung fungsi otak.

Beberapa jenis sushi juga dilengkapi sayuran seperti mentimun, alpukat, wortel, atau edamame yang menambah asupan vitamin, mineral, dan serat.

Meski begitu, manfaat tersebut tidak serta-merta membuat semua sushi aman dikonsumsi. Risiko kesehatan tetap bisa muncul, terutama dari penggunaan ikan mentah yang tidak diproses dengan benar.

Risiko Kontaminasi Bakteri pada Ikan Mentah

Salah satu perhatian terbesar dalam konsumsi sushi adalah kemungkinan adanya kontaminasi bakteri berbahaya.

Baca juga: Gari, Jahe “Pink” pada Sushi yang Kaya Manfaat Kesehatan

Ikan mentah dapat menjadi tempat berkembangnya berbagai mikroorganisme yang berpotensi menyebabkan keracunan makanan. 

Beberapa bakteri yang paling sering dikaitkan dengan sushi antara lain Salmonella dan berbagai jenis bakteri Vibrio.

Infeksi akibat bakteri tersebut dapat memicu berbagai gejala seperti mual, muntah, diare, kram perut, demam dan dehidrasi.

Dalam kasus tertentu, terutama pada kelompok rentan, infeksi bahkan bisa berkembang menjadi lebih serius dan membutuhkan penanganan medis.

Baca juga: Bukan Cuma Buat Estetika, Ini Manfaat Nori pada Sushi bagi Kesehatan

Karena itu, kualitas bahan baku serta cara penyimpanan dan penyajian ikan menjadi faktor yang sangat penting dalam menentukan keamanan sushi.

Ancaman Parasit yang Tidak Terlihat oleh Mata

Selain bakteri, ikan mentah juga berpotensi mengandung parasit yang tidak bisa dilihat secara kasat mata. 

Beberapa jenis parasit yang paling sering ditemukan pada ikan yang digunakan untuk sushi adalah Anisakis dan Diphyllobothrium.

Jika masuk kedalam tubuh manusia, parasit tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan mulai dari sakit perut, mual, muntah, hingga reaksi alergi. 

Baca juga: Sushi Memang Enak, Tapi Sehat Beneran Nggak Sih?

Pada beberapa kasus, parasit bahkan dapat menempel pada saluran pencernaan dan menimbulkan komplikasi yang memerlukan tindakan medis.

Inilah alasan mengapa proses pengolahan ikan mentah tidak boleh dilakukan sembarangan.

Benarkah Label “Sushi-Grade” Menjamin Keamanan?

Banyak konsumen merasa lebih tenang saat melihat label “sushi-grade fish” atau “sashimi-grade fish” pada produk ikan.

Namun faktanya, label tersebut tidak selalu menjadi jaminan bahwa ikan benar-benar bebas dari bakteri atau parasit.

Baca juga: Diare Enggak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Ada Tinja yang Menumpuk di Usus Besar

Menurut informasi dari Food and Drug Administration (FDA), hingga saat ini belum ada regulasi resmi yang secara khusus mengatur penggunaan label “sushi-grade fish”. 

Artinya, standar penggunaan istilah tersebut bisa berbeda-beda tergantung produsen atau penjual.

Karena itu, konsumen tidak bisa hanya mengandalkan label semata untuk menilai keamanan produk yang akan dikonsumsi.

Penelitian Ungkap Tingginya Kontaminasi pada Ikan Mentah

Kekhawatiran mengenai keamanan ikan mentah bukan tanpa alasan. Sebuah penelitian yang meneliti sampel ikan mentah dari 23 restoran di Portugal menemukan hasil yang cukup mengejutkan. 

Baca juga: PGI Dorong Skrining Kanker Kolorektal Nasional untuk Tekan Angka Kematian di Indonesia

Sebanyak 64 persen sampel yang diuji diketahui mengandung mikroorganisme berbahaya yang berpotensi mengganggu kesehatan manusia.

Temuan ini menunjukkan bahwa risiko kontaminasi memang nyata dan dapat terjadi jika standar keamanan pangan tidak diterapkan secara optimal.

Meskipun hasil penelitian tersebut tidak berarti semua sushi berbahaya, data ini menjadi pengingat penting bahwa kualitas bahan dan proses penanganan makanan sangat menentukan tingkat keamanannya.

Bagaimana Cara Mengurangi Risiko Saat Makan Sushi?

Kabar baiknya, risiko kesehatan dari sushi dapat diminimalkan dengan beberapa langkah sederhana:

Baca juga: Waspada! Ada 8 Bahan Pengawet dalam Makanan Olahan Diduga Berbahaya untuk Jantung

  • Pilih restoran yang memiliki reputasi baik dan dikenal menjaga kebersihan serta kualitas bahan makanannya.
  • Perhatikan kondisi tempat penyimpanan makanan dan kebersihan lingkungan restoran. Restoran yang menerapkan standar keamanan pangan biasanya lebih disiplin dalam menangani bahan mentah.
  • Jika masih ragu, pilih sushi yang menggunakan ikan matang atau olahan seafood yang sudah dimasak. Alternatif lain adalah sushi vegetarian yang menggunakan sayuran sebagai bahan utama.

Pilihan tersebut tetap menawarkan cita rasa lezat tanpa risiko yang sama seperti konsumsi ikan mentah.

Baca juga: Leukemia Limfositik Akut: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan yang Perlu Dipahami Orang Tua

Siapa Saja yang Sebaiknya Menghindari Sushi Mentah?

Tidak semua orang memiliki tingkat risiko yang sama saat mengonsumsi sushi berbahan ikan mentah.

Beberapa kelompok disarankan untuk lebih berhati-hati atau bahkan menghindarinya sama sekali, yaitu:

  • Ibu hamil
  • Anak-anak
  • Lansia
  • Orang dengan sistem imun yang lemah
  • Penderita penyakit tertentu yang memengaruhi daya tahan tubuh

Baca juga: Tidak Disangka! Obat Asma Ini Berpotensi Hambat Kanker Payudara Triple Negatif

Pada kelompok tersebut, infeksi akibat bakteri atau parasit dapat menimbulkan dampak yang lebih serius dibandingkan orang sehat pada umumnya.

Karena itu, memilih makanan yang telah dimasak hingga matang menjadi langkah yang lebih aman.

Jadi, Apakah Sushi Sehat atau Tidak?

Jawabannya adalah: bisa sehat, tetapi tidak selalu bebas risiko.

Sushi menawarkan berbagai manfaat nutrisi yang baik bagi tubuh, terutama jika menggunakan bahan segar dan berkualitas. 

Kandungan protein, vitamin, mineral, serta omega-3 menjadikannya salah satu pilihan makanan yang cukup bernutrisi.

Baca juga: Jangan Abaikan! Ini Tanda Air Minum di Rumah Sudah Terkontaminasi

Namun, penggunaan ikan mentah membuat sushi juga memiliki potensi risiko berupa kontaminasi bakteri dan parasit. Oleh karena itu, keamanan makanan harus menjadi perhatian utama sebelum menikmatinya.

Selama dipilih dari tempat terpercaya, diolah dengan benar, dan dikonsumsi secara bijak, sushi tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. 

Yang terpenting, jangan hanya tergiur oleh tampilannya yang menggugah selera, tetapi pastikan juga makanan yang Anda santap benar-benar aman untuk kesehatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthline

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU