Rabu, 03 JUNI 2026 • 16:00 WIB

Sama-Sama Baik untuk Pencernaan, Apa Bedanya Prebiotik dan Probiotik?

Author

Ilustrasi usus manusia. (freepik)

INDOZONE.ID - Kalau lagi belanja yogurt atau minuman kesehatan, pasti pernah melihat tulisan "mengandung probiotik" atau "kaya prebiotik".

Sekilas memang mirip. Bahkan banyak orang mengira keduanya adalah hal yang sama. Padahal sebenarnya beda.

Sederhananya, probiotik itu bakteri baik yang hidup di usus. Sedangkan prebiotik adalah makanan yang dibutuhkan bakteri baik tersebut supaya bisa bertahan dan berkembang.

Jadi kalau diibaratkan, probiotik itu "penghuninya", sementara prebiotik adalah "stok makanannya".

Baca juga: 5 Makanan Probiotik Baik untuk Pencernaan saat Puasa di Bulan Ramadan

Kenapa Belakangan Banyak Orang Membahas Kesehatan Usus?

Beberapa tahun terakhir, kesehatan usus memang semakin sering dibicarakan.

Dulu orang biasanya baru memikirkan usus kalau sedang sembelit, diare, atau sakit perut. Sekarang pandangannya mulai berubah.

Banyak penelitian menemukan kalau kondisi usus ternyata ikut berpengaruh terhadap banyak hal, mulai dari daya tahan tubuh, proses pencernaan, sampai kondisi kesehatan secara umum.

Karena itulah makanan yang mengandung probiotik dan prebiotik semakin populer.

Tempe Ternyata Termasuk yang Sering Direkomendasikan

Tempe (Wikipedia)

Menariknya, masyarakat Indonesia sebenarnya tidak asing dengan makanan yang berhubungan dengan kesehatan usus.

Tempe misalnya. Makanan yang hampir setiap hari ada di meja makan orang Indonesia ini merupakan hasil fermentasi.

Selain tempe, ada juga yogurt, kefir, kimchi, acar, dan beberapa makanan fermentasi lainnya yang sering disebut sebagai sumber probiotik.

Makanya, menjaga kesehatan usus sebenarnya tidak harus selalu membeli produk mahal.

Kalau Prebiotik Ada di Mana?

Nah, kalau prebiotik justru lebih sering ditemukan di bahan makanan sehari-hari.

Pisang, bawang putih, bawang merah, kentang, oat, kacang-kacangan, hingga berbagai jenis sayur dan buah mengandung serat yang bisa menjadi makanan bagi bakteri baik di usus.

Makanya banyak ahli gizi selalu mengingatkan pentingnya makan sayur dan buah setiap hari.

Bukan cuma untuk melancarkan BAB, tapi juga membantu menjaga keseimbangan bakteri baik dalam saluran pencernaan.

Baca juga: 5 Makanan Kaya Kandungan Prebiotik untuk Kesehatan Usus, Tidak Perlu Lagi Beli Suplemen

Jangan Kaget Kalau Perut Terasa Berbeda

Ada satu hal yang sering dialami orang ketika mulai banyak makan makanan berserat atau mengonsumsi produk fermentasi.

Perut bisa terasa lebih sering bergas atau kembung.

Hal ini sebenarnya cukup umum terjadi karena bakteri di usus sedang beradaptasi dengan pola makan yang baru.

Biasanya kondisi tersebut akan berangsur membaik setelah tubuh terbiasa.

Karena itu, para ahli menyarankan untuk menambah asupan serat secara perlahan, bukan langsung dalam jumlah besar sekaligus.

Tidak Harus Ribet

Kalau ingin mulai menjaga kesehatan usus, caranya sebenarnya cukup sederhana.

Perbanyak makan buah dan sayur, jangan terlalu sering mengandalkan makanan ultra-proses, dan sesekali tambahkan makanan fermentasi ke dalam menu harian.

Langkah kecil seperti itu mungkin terdengar sepele. Tapi buat bakteri baik yang tinggal di usus, itu bisa jadi kabar baik setiap hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mayo Clinic

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU