Minggu, 07 JUNI 2026 • 15:15 WIB

Makan 1 Alpukat Sehari Bisa Bantu Kendalikan Gula Darah, Ini Alasannya

Author

 Ilustrasi buah alpukat yang bisa kontrol gula darah. (Freepik)

INDOZONE.ID - Alpukat selama ini dikenal sebagai buah yang kaya nutrisi dan punya beragam manfaat kesehatan.

Selain baik untuk kesehatan jantung, tulang, dan sistem pencernaan, penelitian terbaru menunjukkan, konsumsi alpukat setiap hari juga berpotensi membantu mengendalikan kadar gula darah

Suatu penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Current Developments in Nutrition menemukan, mengonsumsi satu alpukat setiap hari dapat menurunkan beban glikemik (glycemic load) dalam pola makan seseorang.

Temuan ini menambah daftar manfaat alpukat bagi kesehatan, yang selama ini telah dikenal luas. 

Apa Itu Beban Glikemik? 

Dikutip dari Medical News Today, beban glikemik merupakan ukuran yang menunjukkan seberapa besar pengaruh jumlah tertentu dari suatu makanan, terhadap peningkatan kadar gula darah. 

Baca juga: Rahasia Alpukat untuk Jantung dan Tekanan Darah yang Sehat

Menurut para peneliti, pola makan dengan beban glikemik yang lebih rendah dapat membantu mencegah diabetes, serta menurunkan risiko beberapa jenis kanker dan kematian akibat berbagai penyebab. 

Dalam penelitian terbaru tersebut, para peneliti menemukan, konsumsi alpukat setiap hari secara konsisten, membantu menurunkan beban glikemik makanan yang dikonsumsi peserta penelitian. 

Satu Alpukat Sehari, dan Pengaruhnya terhadap Gula Darah 

Penelitian ini merupakan analisis lanjutan dari studi sebelumnya yang dikenal sebagai Habitual Diet and Avocado Trial. 

Dalam penelitian tersebut, peserta dibagi menjadi dua kelompok: 

  • Kelompok pertama, diminta mengonsumsi satu alpukat ukuran besar setiap hari.
  • Kelompok kedua, tetap menjalankan pola makan biasa mereka.
  • Sebagai pembanding, kelompok kontrol dibatasi untuk mengonsumsi maksimal dua buah alpukat per bulan. Intervensi ini berlangsung selama enam bulan. 

Ilustrasi alpukat. (FREEPIK)

Seluruh peserta berusia minimal 25 tahun, dan memiliki lingkar pinggang yang tergolong tinggi, yang sering dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit metabolik. 

Selain konsumsi alpukat yang telah ditentukan, para peserta diminta untuk mempertahankan pola makan dan gaya hidup mereka seperti biasa, selama penelitian berlangsung. 

Perubahan Pola Makan pada Kelompok Konsumsi Alpukat 

Hasil penelitian menunjukkan, kelompok yang mengonsumsi alpukat setiap hari memiliki asupan beberapa nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. 

Mereka mengonsumsi: 

  • Lebih banyak serat.
  • Lebih banyak lemak total yang sehat.
  • Lebih sedikit protein hewani.
  • Proporsi karbohidrat yang lebih rendah sebagai sumber energi. 

Selama penelitian, para peneliti secara berkala mengumpulkan data pola makan peserta melalui wawancara konsumsi makanan selama 24 jam. Data tersebut kemudian digunakan untuk menghitung indeks glikemik, dan beban glikemik harian rata-rata. 

Indeks glikemik sendiri mengukur seberapa cepat suatu makanan meningkatkan kadar gula darah, dibandingkan dengan makanan acuan, seperti gula murni. 

Analisis akhir melibatkan 961 peserta setelah mengecualikan data yang tidak lengkap.

Peneliti juga menyesuaikan hasil dengan berbagai faktor lain seperti indeks massa tubuh (IMT), tingkat pendidikan, dan latar belakang etnis. 

Baca juga: 7 Manfaat Jus Alpukat dan Apel untuk Kesehatan, Kaya Nutrisi dan Segar!

Beban Glikemik Lebih Rendah 

Hasil penelitian menunjukkan, manfaat yang jelas pada kelompok yang mengonsumsi alpukat setiap hari. 

Kelompok tersebut memiliki beban glikemik makanan yang lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol. Meskipun, nilai indeks glikemik keduanya relatif serupa. 

Saat para peneliti menganalisis sumber makanan yang paling memengaruhi beban glikemik, perbedaan terbesar antara kedua kelompok berasal dari konsumsi alpukat. 

Ahli gizi dari University of Texas Medical Branch (UTMB), Emily Lantz, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan, konsumsi satu alpukat setiap hari mampu menurunkan beban glikemik secara keseluruhan. 

Menurutnya, hasil ini menunjukkan, perubahan sederhana berupa penambahan makanan sehat ke dalam pola makan sehari-hari, dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan. 

Ilustrasi Alpukat bagus untuk kesehatan. (Freepik)

Kenapa Alpukat Dapat Bantu Kontrol Gula Darah? 

Peneliti menduga, terdapat beberapa alasan mengapa alpukat dapat membantu menurunkan beban glikemik. 

1. Kaya Akan Serat 

Alpukat mengandung serat dalam jumlah tinggi. Serat membantu memperlambat proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat, sehingga lonjakan gula darah setelah makan dapat diminimalkan. 

Peningkatan konsumsi serat pada kelompok alpukat diduga menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap penurunan beban glikemik. 

2. Mengandung Lemak Sehat 

Alpukat juga kaya akan lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fats), yaitu jenis lemak yang baik untuk kesehatan jantung dan metabolisme tubuh. 

Lemak sehat membantu memperlambat pengosongan lambung, dan dapat mengurangi peningkatan kadar gula darah setelah makan. 

3. Membuat Perut Kenyang Lebih Lama 

Ahli diet terdaftar Karen Z. Berg menjelaskan, alpukat merupakan makanan padat nutrisi yang cukup mengenyangkan.

Karena memberikan rasa kenyang lebih lama, orang yang mengonsumsi alpukat cenderung mengurangi konsumsi makanan lain yang mungkin kurang sehat, termasuk makanan manis atau tinggi karbohidrat olahan.

Hal ini kemungkinan turut berkontribusi terhadap hasil positif yang ditemukan dalam penelitian. 

Keterbatasan Penelitian 

Meski hasil penelitian cukup menjanjikan, para peneliti menekankan, terdapat beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan. 

 Di antaranya: 

  • Pendanaan penelitian berasal dari Hass Avocado Board, meskipun organisasi tersebut tidak terlibat dalam pengumpulan data maupun penyusunan laporan penelitian.
  • Pola makan peserta didasarkan pada ingatan peserta sendiri, sehingga berpotensi menimbulkan ketidakakuratan.
  • Sebanyak 73 persen peserta merupakan perempuan.
  • Lebih dari separuh peserta berkulit putih.
  • Seluruh peserta memiliki kelebihan berat badan atau obesitas.  

Oleh karena itu, hasil penelitian belum tentu dapat diterapkan pada seluruh populasi, dan masih memerlukan penelitian lanjutan pada kelompok masyarakat yang lebih beragam. 

Baca juga: 7 Manfaat Sehat dari Jus Alpukat dan Nanas yang Wajib Kamu Tahu

Haruskah Menambahkan Alpukat ke Dalam Pola Makan Harian? 

Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan, alpukat mungkin memberikan manfaat tambahan dalam membantu memperbaiki kualitas pola makan dan mengendalikan kadar gula darah. 

Selain itu, intervensi yang dilakukan dalam penelitian tergolong sederhana, yaitu hanya dengan menambahkan satu alpukat ke dalam menu harian selama enam bulan. 

Namun demikian, para ahli menegaskan, bukti ilmiah saat ini belum cukup kuat untuk menjadikan makanan dengan indeks atau beban glikemik rendah, sebagai rekomendasi nasional utama dalam perubahan gaya hidup. 

Bagi mereka yang ingin menambahkan alpukat ke dalam pola makan sehari-hari, berkonsultasi dengan ahli gizi dapat menjadi langkah yang bijak.

Dengan demikian, konsumsi alpukat dapat disesuaikan dengan kebutuhan kalori dan pola makan sehat secara keseluruhan. 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical News Today

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU