Sabtu, 13 JUNI 2026 • 17:15 WIB

Berjalan saat Tidur? Kenali Penyebab dan Penanganan Sleepwalking

Author

Ilustrasi Berjalan Saat Tidur atau Sleepwalking. (Freepik)

INDOZONE.ID - Pernah mendengar seseorang berjalan saat tidur? Kondisi ini dikenal dengan istilah sleepwalking.

Sleepwalking merupakan gangguan yang membuat seseorang bangun dari tempat tidur dan melakukan aktivitas tertentu saat masih dalam keadaan tidur.

Kondisi ini biasanya terjadi pada fase tidur nyenyak atau non-rapid eye movement (NREM), umumnya sekitar dua jam setelah seseorang terlelap.

Baca juga: Berapa Kalori yang Terbakar Saat Plank 2 Menit? Ini Penjelasan Lengkapnya

Sleepwalking umumnya bukan tanda adanya gangguan psikologis. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena berisiko menyebabkan cedera.

Penyebab Sleepwalking

Ada berbagai faktor yang bisa memicu seseorang mengalami sleepwalking, di antaranya:

  • Kurang tidur atau kelelahan berlebihan
  • Jadwal tidur yang tidak teratur
  • Stres dan kecemasan
  • Faktor keturunan atau genetik
  • Demam atau sedang sakit, terutama pada anak-anak
  • Konsumsi obat penenang tertentu
  • Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol
  • Gangguan tidur lain, seperti sleep apnea

Baca juga: Rupiah Melemah, Harga Obat Bisa Naik Sampai 20 Persen

Ciri-ciri Sleepwalking

Orang yang mengalami sleepwalking biasanya tidak sadar dengan apa yang sedang dilakukan dan tidak akan mengingat kejadian tersebut saat bangun.

Selain berjalan saat tidur, beberapa tanda yang sering muncul antara lain:

  • Berbicara saat tidur
  • Menggosok mata berulang kali
  • Mengutak-atik pakaian atau piyama
  • Tatapan terlihat kosong meski mata terbuka
  • Melambaikan tangan atau kaki tanpa sadar
  • Terkadang berteriak saat masih tertidur

Kondisi ini biasanya berlangsung beberapa detik hingga sekitar 30 menit. Setelah terbangun, penderitanya bisa merasa bingung, pusing, atau linglung.

Baca juga: Masih Bisakah Berlari Setelah Serangan Jantung? Berikut Penjelasannya

Cara Menghadapi Orang yang Sleepwalking

Jika kamu melihat seseorang berjalan saat tidur, sebaiknya jangan langsung membangunkannya. Membangunkan penderita sleepwalking secara tiba-tiba justru bisa membuatnya kaget, bingung, atau ketakutan.

Cara yang lebih aman adalah membimbingnya secara perlahan kembali ke tempat tidur hingga ia bisa melanjutkan tidurnya.

Cara Mengurangi Sleepwalking

Jika kamu sering mengalami sleepwalking, beberapa langkah berikut bisa membantu mengurangi frekuensinya.

1. Kelola Stres dengan Baik

Cobalah melakukan aktivitas yang membuat tubuh dan pikiran lebih rileks, seperti olahraga ringan, meditasi, atau melakukan hobi yang disukai.

2. Hindari Alkohol dan Kafein Sebelum Tidur

Minuman berkafein dan beralkohol dapat mengganggu kualitas tidur sehingga berpotensi memicu gangguan tidur, termasuk sleepwalking.

3. Tidur yang Cukup

Kurang tidur merupakan salah satu penyebab utama tidur berjalan. Karena itu, usahakan tidur setidaknya 7 jam setiap malam agar tubuh mendapatkan waktu istirahat yang optimal.

Baca juga: Alergi Protein Susu Sapi Kerap Tak Disadari, Yuk Kenali Gejalanya Sejak Dini

4. Buat Rutinitas Sebelum Tidur yang Menenangkan

Sebelum tidur, cobalah melakukan aktivitas yang membuat tubuh lebih rileks, seperti membaca buku, berendam air hangat, atau mengerjakan teka-teki ringan.

5. Terapkan Jadwal Tidur yang Teratur

Biasakan tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari. Pola tidur yang konsisten dapat membantu tubuh memiliki ritme istirahat yang lebih baik.

6. Ciptakan Kamar yang Nyaman

Pastikan kamar tidur memiliki suasana yang tenang, nyaman, dan minim gangguan agar kualitas tidur tetap terjaga.

7. Konsultasikan Obat yang Sedang Dikonsumsi

Jika sleepwalking muncul setelah mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah obat tersebut menjadi salah satu pemicunya.

Baca juga: Sering Gak Disadari, Ini 7 Tanda Bahasa Tubuh Rahasia yang Ungkap Emosi Sebenarnya

Jika sleepwalking terjadi cukup sering atau mulai membahayakan keselamatan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Alodokter

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU