INDOZONE.ID - Merasakan sensasi tidak nyaman atau rasa perih yang mengganggu saat sedang buang air kecil tentu dapat merusak kelancaran aktivitas harian yang sedang kamu jalani.
Di tengah masyarakat luas, gangguan kesehatan pada sistem ekskresi ini lebih populer dikenal dengan istilah anyang-anyangan.
Sementara itu, dalam dunia kedokteran, kondisi medis yang menyebabkan rasa nyeri atau rasa terbakar saat berkemih ini disebut dengan istilah disuria.
Meskipun gangguan ini secara statistik terbukti jauh lebih sering menyerang kaum perempuan, hal tersebut bukan berarti kaum laki-laki bisa sepenuhnya terbebas dari risiko serupa.
Baca juga: Pertemuan Tak Terduga Pasutri dengan Gadis yang Mengingatkan Sosok Almarhum Anak Mereka Jadi Sorotan
Munculnya rasa sakit ini pada dasarnya merupakan sebuah sinyal peringatan dari tubuh bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada saluran kemihmu.
5 Penyebab Anyang-anyangan yang Wajib Diwaspadai
Biar kamu tidak lagi penasaran mengenai faktor pemicu di balik gangguan ini, mari kita bahas berbagai penyebab utamanya secara mendalam.
1. Infeksi Saluran Kemih
Masalah kesehatan yang sering disebut ISK ini menjadi pemicu utama yang paling sering membuat kamu merasakan nyeri akibat masuknya bakteri ke saluran kencing.
Bakteri jenis E. coli yang biasanya hidup di area usus maupun anus menjadi aktor utama yang kerap berpindah tempat karena jarak anatomi tubuh wanita yang cenderung berdekatan.
Baca juga: Hamil di Usia 40-an Kini Jadi Tren, Banyak Wanita Ngerasa Lebih Siap Jadi Ibu
Saluran uretra perempuan yang lebih pendek juga membuat mikroorganisme tersebut menjadi jauh lebih mudah untuk naik dan menginfeksi kandung kemih.
2. Sistitis
Kondisi ini merujuk pada adanya infeksi bakteri spesifik yang menyerang bagian kantong penampung urine atau kandung kemihmu secara langsung.
Skema penyebarannya mirip dengan infeksi saluran kencing, di mana bakteri merugikan masuk melalui lubang luar lalu berkembang biak dengan cepat di dalam kantong kemih.
Jika tidak segera kamu tangani dengan baik, peradangan ini akan terus memicu kontraksi otot yang menimbulkan rasa perih berulang saat berkemih.
Baca juga: Sepatu Berjamur karena Lembap? Coba Cara Ini untuk Mengatasinya
3. Vaginitis
Munculnya rasa tidak nyaman saat buang air kecil juga bisa menjadi indikator adanya masalah infeksi atau peradangan akut yang terjadi pada area sensitif vagina.
Ketidakseimbangan flora normal di area tersebut biasanya dipicu oleh serangan bakteri jahat, pertumbuhan jamur yang berlebih, hingga paparan parasit berbahaya.
Gejala disuria yang lahir akibat kondisi ini umumnya akan dibarengi dengan munculnya rasa gatal yang hebat serta cairan keputihan berbau tidak sedap.
4. Batu Ginjal
Endapan material keras yang terbentuk dari kristalisasi zat kalsium serta asam urat di dalam organ penyaring darah ini bisa menjadi dalang di balik anyang-anyanganmu.
Ketika bongkahan kecil tersebut mulai bergerak turun dan mencoba keluar bersama aliran air seni, gesekan mekanis pada dinding saluran tidak dapat kamu hindari.
Dampak dari proses keluarnya batu ini akan memicu rasa nyeri yang sangat tajam serta berisiko menyebabkan urinemu bercampur dengan darah.
5. Infeksi Ginjal
Kondisi medis yang dikenal dengan nama pielonefritis ini terjadi ketika bakteri dari saluran bawah berhasil lolos naik hingga menginfeksi jaringan utama ginjalmu.
Mikroorganisme yang berkembang biak di sana akan memicu respons peradangan hebat yang membuat organ vital tersebut membengkak dan fungsinya menjadi terganggu.
Efek domino dari peradangan di bagian atas ini secara otomatis akan mengirimkan rasa sakit yang menjalar hingga ke saluran pembuangan akhir.
Memahami kelima faktor pemicu di atas akan membantu kamu untuk tidak lagi menganggap remeh gejala anyang-anyangan yang muncul secara berturut-turut.
Rasa perih yang konstan adalah indikator bahwa tubuhmu membutuhkan perhatian medis segera guna mencegah penyebaran infeksi yang lebih luas.
Oleh karena itu, mulailah bersikap lebih peka terhadap setiap perubahan sinyal kesehatan yang diberikan oleh sistem metabolisme tubuhmu.
Bagi kamu yang memiliki mobilitas tinggi, menjaga hidrasi tubuh dengan rajin meminum air putih adalah langkah preventif paling mendasar yang wajib kamu lakukan.
Kebiasaan menahan buang air kecil dalam waktu lama merupakan pemicu utama yang mempermudah bakteri untuk berkembang biak di dalam saluran kemih.
Langkah disiplin kecil dalam menjaga kebersihan toilet dan cara membasuh yang benar akan sangat membantu meminimalkan risiko kontaminasi kuman.
Jangan pernah mencoba mengonsumsi obat-obatan antibiotik secara sembarangan tanpa adanya resep resmi serta pengawasan langsung dari dokter ahli.
Penggunaan obat yang tidak tepat justru berisiko membuat bakteri menjadi kebal dan semakin sulit untuk disembuhkan.
Menjaga kebersihan organ reproduksi dan saluran pembuangan secara seimbang juga secara tidak langsung akan meningkatkan rasa percaya diri kamu saat beraktivitas harian.
Ketika tubuh berada dalam kondisi yang prima dan bebas dari gangguan nyeri, fokus pikiranmu dalam bekerja maupun belajar tentu akan menjadi jauh lebih maksimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ekahospital.com