Kamis, 02 JULI 2026 • 21:45 WIB

7 Penyakit yang Menyerang Sistem Gerak yang Perlu Diwaspadai

Author

7 Penyakit yang Menyerang Sistem Gerak yang Perlu Diwaspadai (Freepik/Jcomp)

INDOZONE.ID - Tubuh manusia dapat bergerak dengan bebas berkat kerja sama antara tulang, otot, sendi, dan saraf. Keseluruhan bagian ini membentuk sistem gerak atau sistem muskuloskeletal yang membantu tubuh melakukan berbagai aktivitas setiap hari.

Sistem gerak membantu kita melakukan berbagai kegiatan, seperti berjalan, berlari, duduk, menulis, hingga mengangkat barang. Karena itu, kesehatan tulang, sendi, dan otot perlu dijaga agar tubuh tetap dapat bergerak dengan nyaman.

Namun, sistem gerak juga bisa mengalami berbagai gangguan atau penyakit yang menyebabkan nyeri, kaku, hingga sulit bergerak. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gangguan sejak dini dapat membantu mencegah kondisi menjadi lebih parah.

7 Penyakit yang Menyerang Sistem Gerak

ilustrasi Tulang (Freepik)

Untuk mencegah dampaknya memburuk, berikut ini adalah 7 penyakit yang menyerang sistem gerak yang perlu diwaspadai:

1. Osteoporosis (Pengeroposan Tulang)

Osteoporosis atau pengeroposan tulang adalah penyakit yang menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Kondisi ini terjadi karena kepadatan tulang berkurang dan lebih sering dialami oleh lansia maupun wanita setelah menopause.

Untuk membantu mencegah osteoporosis, penuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D, rutin berolahraga, serta hindari kebiasaan merokok. Langkah-langkah tersebut dapat membantu menjaga kekuatan tulang.

Baca juga: Penyebab Kanker Tulang yang Perlu Diketahui dan Faktor Risikonya

2. Osteoartritis (Pengapuran Sendi)

Osteoartritis adalah penyakit yang terjadi akibat menipisnya tulang rawan pada sendi. Akibatnya, sendi terasa nyeri, kaku, bengkak, dan sulit digerakkan, terutama saat melakukan aktivitas.

Menjaga berat badan tetap ideal, rutin berolahraga ringan, dan menghindari aktivitas yang membebani sendi dapat membantu menjaga kesehatan persendian dalam jangka panjang.

3. Rheumatoid Arthritis (Rematik)

Rheumatoid arthritis atau rematik adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada sendi. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri, bengkak, kaku, dan membuat penderitanya sulit bergerak.

Meski belum bisa disembuhkan sepenuhnya, gejalanya dapat dikendalikan dengan pengobatan, olahraga ringan, dan pola hidup sehat. Pemeriksaan sejak dini juga penting untuk mencegah kerusakan sendi yang lebih parah.

4. Asam Urat (Gout)

Asam urat terjadi ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi sehingga membentuk kristal di persendian. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri hebat, bengkak, dan kemerahan pada sendi.

Untuk membantu mengurangi risikonya, batasi makanan tinggi purin, perbanyak minum air putih, dan terapkan pola makan sehat agar kadar asam urat tetap terkontrol.

Baca juga: Jangan Anggap Sepele, Rokok Sebatang Tetap Bisa Picu Penyakit Jantung

5. Distrofi Otot

Distrofi otot adalah penyakit yang menyebabkan otot melemah secara bertahap akibat kelainan genetik. Kondisi ini dapat mengganggu kemampuan bergerak penderitanya.

Meski belum bisa disembuhkan, terapi fisik dan latihan sesuai anjuran dokter dapat membantu menjaga kekuatan otot dan meningkatkan kualitas hidup.

6. Skoliosis (Kelainan Tulang Belakang)

Skoliosis adalah kelainan pada tulang belakang yang membuatnya melengkung ke samping hingga membentuk huruf "S" atau "C". Kondisi ini umumnya mulai muncul saat anak memasuki masa pertumbuhan.

Gejala skoliosis biasanya berupa bahu atau pinggul yang tampak tidak sejajar, serta tubuh terlihat sedikit miring ke satu sisi. Pada kondisi yang lebih parah, skoliosis dapat mengganggu fungsi paru-paru sehingga perlu ke dokter. 

7. Atrofi Otot

Atrofi otot adalah kondisi ketika massa otot menyusut sehingga otot menjadi lebih kecil dan lemah. Akibatnya, penderitanya dapat mengalami kesulitan menggerakkan anggota tubuh atau melakukan aktivitas sehari-hari.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik, cedera, gangguan saraf, atau kekurangan gizi. Penanganan sejak dini penting untuk membantu menjaga kekuatan otot dan mencegah kondisinya semakin memburuk.

Baca juga: 7 Minuman Tinggi Kalsium yang Bisa Jadi Pengganti Susu untuk Menjaga Kesehatan Tulang

Cara Menjaga Kesehatan Sistem Gerak

Ilustrasi olahraga (freepik).

Mengingat pentingnya fungsi sistem gerak, langkah pencegahan sejak dini sangat dianjurkan melalui gaya hidup sehat:

1. Rutin Berolahraga

Olahraga secara teratur dapat membantu menjaga kekuatan tulang, otot, dan sendi. Pilih olahraga yang sesuai dengan kemampuan tubuh, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang.

2. Mengonsumsi Makanan Bergizi

Penuhi kebutuhan kalsium, vitamin D, protein, dan mineral lainnya agar tulang serta otot tetap sehat. Susu, ikan, telur, sayuran hijau, dan kacang-kacangan bisa menjadi pilihan yang baik.

3. Menjaga Postur Tubuh

Biasakan duduk, berdiri, dan mengangkat beban dengan posisi yang benar. Postur tubuh yang baik dapat mengurangi risiko cedera dan gangguan pada tulang belakang.

4. Menjaga Berat Badan Ideal

Berat badan yang berlebihan dapat memberikan tekanan lebih besar pada tulang dan sendi. Menjaga berat badan tetap ideal membantu sistem gerak bekerja dengan lebih baik.

5. Beristirahat yang Cukup

Istirahat yang cukup memberi waktu bagi otot dan tulang untuk pulih setelah beraktivitas. Tidur yang berkualitas juga membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

6. Hindari Kebiasaan Merokok

Merokok dapat mengurangi kepadatan tulang dan meningkatkan risiko berbagai penyakit pada sistem gerak. Menghindari rokok merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan tulang dan sendi.

Baca juga: Olahraga Bisa Tekan Risiko Depresi! Tapi Banyak Orang Malah Mager

Itulah 7 penyakit yang menyerang sistem gerak. Menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu menjaga kesehatan tulang, sendi, dan otot agar tetap berfungsi dengan baik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Siloam Hospitals

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU