Sabtu, 04 JULI 2026 • 08:05 WIB

Kamu Sering Susah Tidur? Bisa Jadi Kamu Lagi Stres Menghadapi Ketidakpastian

Author

Ilustrasi tidak bisa tidur. (Freepik).

INDOZONE.ID - Siang hari rasanya baik-baik saja. Kamu masih bisa bekerja, bercanda, bahkan tertawa seperti biasanya. Namun, begitu malam tiba dan suasana mulai hening, pikiran justru seperti mendapat “panggung”. 

Berbagai kekhawatiran bermunculan satu per satu hingga membuat mata sulit terpejam.

Kalau kondisi ini terdengar familiar, bisa jadi masalahnya bukan karena tubuhmu belum cukup lelah, melainkan karena pikiranmu belum benar-benar beristirahat. 

Salah satu penyebabnya adalah stres yang muncul saat menghadapi perubahan hidup dan rasa takut terhadap hal-hal yang belum pasti.

Baca juga: Viral Bekas Bekam Ariana Grande saat Tur Konser di Florida, Punya Manfaat untuk Pemulihan Tubuh

Perubahan Hidup Bisa Membuat Otak Terus “Menyala”

Setiap fase baru dalam hidup menuntut seseorang untuk beradaptasi. Mulai dari pindah pekerjaan, menikah, memulai usaha, kuliah di tempat baru, hingga mendapat promosi jabatan bisa menjadi sumber tekanan psikologis.

Bukan karena perubahan tersebut selalu buruk, tetapi karena setiap perubahan membawa ketidakpastian. Otak secara alami akan mencoba memprediksi berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebagai bentuk perlindungan diri.

Akibatnya, ketika malam tiba, tubuh sebenarnya sudah siap beristirahat, tetapi pikiran justru masih sibuk “bekerja”. 

Berbagai skenario terus bermunculan, mulai dari kekhawatiran gagal, takut mengambil keputusan yang salah, hingga cemas menghadapi masa depan.

Baca juga: Pundak dan Leher Terasa Kaku atau Pegal? Sains Bilang Itu Bisa Jadi Tanda Kamu Lagi Stres

Inilah alasan mengapa seseorang bisa merasa sangat lelah, tetapi tetap sulit memulai tidur.

Yang Mengganggu Bukan Masalahnya, Melainkan Ketidakpastiannya

Salah satu pemicu insomnia yang sering tidak disadari adalah rasa takut terhadap sesuatu yang belum terjadi.

Pertanyaan seperti “Bagaimana kalau semuanya tidak berjalan sesuai rencana?”, “Bagaimana kalau aku gagal?”, atau “Apa yang akan terjadi setelah ini?” dapat terus memenuhi pikiran tanpa henti.

Semakin sering otak memikirkan kemungkinan-kemungkinan tersebut, semakin sulit tubuh masuk ke kondisi rileks. Alhasil, waktu yang seharusnya digunakan untuk beristirahat justru dihabiskan untuk overthinking.

Baca juga: Obsesi untuk "Sempurna" Bisa Picu Sakit Kepala yang Datang dan Pergi

Jika kondisi ini berlangsung berulang, kualitas tidur akan terus menurun dan tubuh tidak mendapatkan waktu pemulihan yang optimal.

Penelitian Membuktikan Stres dan Ketidakpastian Memang Berkaitan dengan Insomnia

Hubungan antara stres, kecemasan, dan insomnia bukan sekadar asumsi. Tinjauan ilmiah yang dilakukan Raphael J. Dressle dan Dieter Riemann dari Medical Center – University of Freiburg, Jerman, yang dipublikasikan dalam Journal of Sleep Research pada 2023, menjelaskan bahwa hyperarousal merupakan salah satu mekanisme utama di balik insomnia. 

Hyperarousal adalah kondisi ketika otak tetap berada dalam keadaan siaga meskipun tubuh sudah lelah dan seharusnya beristirahat.

Dalam kondisi ini, aktivitas kognitif dan emosional tetap tinggi sehingga seseorang lebih mudah mengalami overthinking, sulit menenangkan pikiran, dan akhirnya kesulitan untuk tertidur.

Baca juga: Dada Sering Nyeri Tanpa Sebab Medis? Bisa Jadi Ini Alarm dari Luka Hati yang Belum Sembuh!

Temuan tersebut diperkuat oleh penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sleep pada 2024. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa intolerance of uncertainty, yaitu kecenderungan seseorang merasa tidak nyaman terhadap ketidakpastian, dapat memperburuk dampak stres terhadap kualitas tidur.

Artinya, semakin sulit seseorang menerima bahwa tidak semua hal dalam hidup bisa diprediksi atau dikendalikan, semakin besar pula risiko mengalami insomnia ketika menghadapi perubahan hidup. 

Jangan Simpan Semua Kekhawatiran Sendirian

Saat pikiran dipenuhi berbagai kecemasan, banyak orang memilih memendamnya dengan harapan semuanya akan hilang sendiri. Padahal, cara ini justru sering membuat pikiran semakin “berisik” saat malam tiba.

Mencoba menuliskan apa yang sedang dikhawatirkan di jurnal, atau membicarakannya dengan teman, pasangan, maupun anggota keluarga yang dipercaya dapat membantu mengurangi beban mental. 

Dengan mengeluarkan isi pikiran, otak tidak perlu terus-menerus mengulang kekhawatiran yang sama.

Baca juga: Perut Sering Mulas Ketika Berada di Situasi Tegang? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Belajar Berdamai dengan Ketidakpastian

Pada akhirnya, perubahan adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan. Kita mungkin tidak bisa mengendalikan semua hal yang akan terjadi, tetapi kita bisa belajar menerima bahwa tidak semua pertanyaan harus segera memiliki jawaban.

Semakin kita memaksakan diri untuk mendapatkan kepastian atas segala sesuatu, semakin besar peluang kecemasan muncul. 

Sebaliknya, ketika mulai berdamai dengan hal-hal yang berada di luar kendali, pikiran akan lebih tenang dan tubuh lebih mudah memasuki fase istirahat.

Jadi, jika belakangan ini kamu sering susah tidur tanpa penyebab yang jelas, mungkin yang sebenarnya sedang membutuhkan istirahat bukan hanya tubuhmu, tetapi juga pikiranmu. 

Baca juga: Sering Sakit Punggung Bawah? Bisa Jadi Amarah yang Selama Ini Kamu Pendam Penyebabnya!

Terkadang, tidur yang nyenyak dimulai bukan dari memejamkan mata, melainkan dari belajar melepaskan rasa takut terhadap hal-hal yang belum tentu terjadi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU