Sabtu, 04 JULI 2026 • 10:05 WIB

Jangan Terus Menyalahkan Diri! Ini Langkah Pertama Bangkit Setelah Keluar dari Kantor Toxic

Author

Ilustrasi resign dari kantor toxic. (freepik)

INDOZONE.ID - Pernah merasa kemampuanmu tiba-tiba seperti menghilang setelah keluar dari kantor lama? Padahal sebelumnya kamu percaya diri dan mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik. 

Tanpa disadari, lingkungan kerja yang toxic memang bisa meninggalkan dampak psikologis yang tidak langsung hilang begitu saja. 

Rasa ragu, takut membuat kesalahan, hingga terus mempertanyakan kemampuan diri menjadi hal yang sering dialami banyak mantan karyawan.

Bahkan, penelitian dari MIT Sloan School of Management mengungkapkan bahwa budaya kerja yang toxic menjadi alasan utama seseorang memilih meninggalkan pekerjaannya. 

Baca juga: Arti 'Summum Bukmum Umyum Fahum Layarjiun' Artinya dalam Surah Al-Baqarah

Kabar baiknya, kepercayaan diri yang sempat terkikis bukan sesuatu yang hilang selamanya. Ada langkah sederhana yang bisa menjadi awal untuk membangun kembali keyakinan terhadap diri sendiri.

Berhenti Menyalahkan Diri atas Hal yang Bukan Kesalahanmu

Salah satu dampak yang paling sering dirasakan setelah keluar dari lingkungan kerja yang toxic adalah kebiasaan menyalahkan diri sendiri. 

Meski sudah tidak lagi bekerja di tempat tersebut, banyak orang masih dihantui pikiran seperti, “Seandainya aku lebih berani membela diri,” atau “Mungkin aku memang terlalu sensitif.” 

Tanpa disadari, pola pikir seperti ini bisa terus terbawa dan perlahan mengikis rasa percaya diri.

Baca juga: Dunia Kerja Berubah Cepat, Menaker: Anak Muda Harus Punya Future Skills

Padahal, perilaku atasan yang suka mengintimidasi, budaya kerja yang tidak sehat, atau tuntutan pekerjaan yang melampaui batas bukanlah kesalahan karyawan. 

Lingkungan yang toxic sering kali membuat seseorang merasa tidak cukup baik, meski sebenarnya ia sudah bekerja semaksimal mungkin. 

Akibatnya, korban justru lebih sibuk mencari kesalahan pada diri sendiri daripada menyadari akar masalah yang sebenarnya.

Karena itu, langkah pertama untuk memulihkan kepercayaan diri adalah berhenti memikul semua kesalahan sendirian. 

Baca juga: 4 Kriteria Memilih Pasangan dalam Islam Menurut Hadis Rasulullah SAW

Menerima bahwa tidak semua hal yang terjadi di tempat kerja berada dalam kendali kita akan membantu mengurangi beban mental sekaligus membuka jalan untuk bangkit dan percaya pada kemampuan diri lagi.

Alihkan Energi ke Hal yang Bisa Diubah

Daripada terus mengulang penyesalan, cobalah melihat apa yang benar-benar bisa dikendalikan untuk masa depan. 

Misalnya, jika di kantor lama kamu terbiasa dituntut selalu membalas pesan kerja kapanpun hingga akhirnya kelelahan, jangan langsung menyimpulkan bahwa dirimu lemah atau tidak kompeten. 

Situasi tersebut muncul karena budaya kerja yang tidak sehat, bukan karena kemampuanmu.

Baca juga: Mahabbah Artinya Apa dalam Islam? Pengertian dan Maknanya

Yang jauh lebih penting adalah mengambil pelajaran dari pengalaman itu. Mulailah melatih komunikasi yang lebih tegas, berani menyampaikan batasan, dan tidak ragu menolak permintaan yang sudah melewati batas kewajaran.

Pengalaman Buruk Bukan Penentu Masa Depan

Mengembalikan kepercayaan diri setelah keluar dari lingkungan kerja yang toxic memang membutuhkan waktu. 

Tidak ada cara instan untuk menghapus pengalaman buruk, tetapi proses pemulihan akan terasa lebih mudah jika kamu berhenti terus menyalahkan diri sendiri dan mulai fokus pada hal-hal yang bisa diperbaiki ke depannya.

Jadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran, bukan beban yang terus dibawa. Dengan belajar berkomunikasi lebih tegas, berani menetapkan batasan, dan lebih menghargai kesehatan mental, kamu bisa membangun kembali rasa percaya diri secara perlahan. 

Baca juga: Pilu! Anak Perempuan Ini Terpaksa Kerja 12 Jam dengan Gaji Rp30 Ribu demi Biayai Dua Adiknya

Ingat, pernah bekerja di lingkungan yang toxic tidak menentukan siapa dirimu. Yang benar-benar membentuk masa depan adalah cara kamu bangkit, belajar dari pengalaman, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat untuk diri sendiri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Psychologytoday.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU